Ternyata Ini Perbedaan Kapang, Khamir, dan Jamur

Apa ya perbedaan antara kapang, khamir, dan jamur? Yuk, ketahui perbedaan ketiganya dengan membaca penjelasan di bawah ini.

Ini Dia Perbedaan Kapang, Khamir, dan Jamur

Pengertian Kapang

Kapang bisa diartikan sebagai jamur berfilamen atau berhifa. Organisme ini meskipun sifatnya mikroskopik, namun karena bisa membentuk hifa dan tumbuh dalam jumlah banyak, seringkali bisa dilihat dengan mata telanjang. Salah satu contoh jamur kapang yang terkenal adalah jamur tempe. Perhatikan bagaimana hifa berupa benang-benang tipis jamur saling bersilangan satu sama lain.

Dalam ilmu taksonomi, organisme kapang tersebar dalam 3 filum, yaitu Glomeromycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Sampai saat ini sendiri, 10.000 sesies kapang telah teridentifikasi.

perbedaan kapang, khamir, dan jamur

Jenis Kapang

Terdapat beberapa jenis kapang, antara lain:

  1. Kapang lendir
  2. Kapang lendir sejati
  3. Kapang lendir endoparasitik
  4. Kapang lendir jarring
  5. Kapang lendir seluler

Pengertian Khamir

Khamir adalah jamur mikroskopik uniseluler (bersel satu). Dengan kata lain, khamir atau biasa disebut yeast dalam Bahasa Inggris ini hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop saja.

Terdapat dua jenis khamir menurut karakter metabolismenya. Yang pertama adalah yeast fermentatif, dan yang kedua adalah yeast oksidatif. Khamir fermentatif bisa melakukan fermentasi alkohol yakni memecah gula menjadi alkohol dan gas. Misalnya saja yeast untuk pembuatan roti. Sedangkan khamir oksidatif dalam metabolismenya memproduksi CO2 dan H2O.

perbedaan kapang

Pengertian Jamur

Lalu apa yang dimaksud dengan jamur? Dalam Biologi, jamur adalah nama sebuah kingdom makhluk hidup. Pada tahun 1990an jumlah spesies jamur yang teridentifikasi mencapai angka 70.000 dan masih bertambah tiap tahun. Ciri dari jamur adalah adanya chitin dalam dinding sel mereka. Jamur juga bersifat heterotrof dan tidak memiliki klorofil sebagaimana tumbuhan.

Nah, organisme yang termasuk jamur terdiri dari kelompok mikroorganisme sampai makroorganisme. Jadi, jamur bukan sekedar mushroom atau jamur besar seperti jamur merang dan jamur kancing yang kita kenal selama ini saja. Yeast alias khamir dan kapang pun tergolong jamur lho. Sebab terdapat chitin dalam dinding sel mereka.

Iklan Biothane utama

Jamur

Beda Kapang, Khamir, dan Jamur

Nah, dari ketiga penjelasan mengenai pengertian ketiganya, berikut ini kami rincikan bedanya kapang, jamur, serta khamir.

  1. Jamur adalah pengelompokkan berdasarkan ada tidaknya chitin dalam dinding sel. Kapang dan Khamir sama-sama tergolong jamur.
  2. Khamir adalah organisme mikroorganisme sel satu yang tak bisa dilihat kecuali dengan mikroskop.
  3. Kapang adalah kelompok jamur berukuran mikroorganisme namun membentuk hifa yang bisa dilihat mata telanjang.

Bisa Menjadi Hama

Sudah jelas bukan perbedaan kapang, khamir, dan jamur yang dijelaskan di atas? Yang perlu diketahui selanjutnya adalah bahwa ketiga organisme ini pun punya beberapa kesamaan. Salah satu kesamaan yang merugikan adalah ketika organisme tersebut tumbuh menjadi hama. Hal ini makin parah sebab di daerah tropis seperti Indonesia, jumlah jamur jauh lebih banyak dan bekerja dengan lebih ganas.

Kerugian besar pun bukan tak mungkin terjadi lho. Sebab, sebagaimana yang kita tahu, berbagai jenis jamur memang bisa menjadi hama. Anda bisa menemukan makanan yang membusuk karena jamur, mebel rusak karena jamur, dan lain sebagainya. Singkatnya, jamur bisa mendatangkan kerugian yang tak sedikit. Bahkan industri konstruksi dan furniture bisa rugi sampai milyaran karena kayu yang dipakai kurang tahan jamur. Secara alamiah, kayu di Indonesia tak banyak yang punya ketahanan pada jamur sehingga hanya bisa bertahan kurang lebih 5 tahun.

Tapi Anda tak perlu khawatir. Betapapun besar potensi kerugian akibat serangan jamur, namun ada solusi yang bisa diambil. Solusinya adalah menerapkan treatment antijamur. Treatment ini dibutuhkan oleh industri apapun yang menggunakan bahan baku kayu sebagai material utama mereka.

Prinsip treatment sangat sederhana. Anda hanya perlu meresapkan fungisida ke dalam kayu. Dengan cara ini, maka kayu pun menjadi tidak disukai bahkan toksik atau beracun terhadap jamur yang akan tumbuh. Sangat menarik, bukan?

Bagi orang awam sendiri, ancaman jamur sebaiknya diantisipasi dengan produk yang tepat. Sering, orang bingung tatkala mendapati produknya ditumbuhi jamur lantas menggunakan bahan-bahan seperti cuka yang kurang efektif. Padahal, jamur bisa menyebar dengan cepat dan merusak berbagai produk Anda.

Dalam hal ini, kami menyediakan antijamur yang bisa digunakan oleh awam ataupun untuk industri. Keduanya adalah BioCide SFP dan BioCide Wood Fungicide. Terlepas dari perbedaan kapang, khamir, dan jamur, BioCide bisa Anda andalkan untuk mengatasi ketiga organisme tersebut.

BioCide Wood Fungicide untuk Atasi Jamur Stain

BioCide Wood Fungicide adalah fungisida yang bekerja efektif dan efisien. Produk ini bisa dipakai untuk mencegah dan membasmi jamur noda (blue stain, black stain, dll) yang merupakan kelompok jamur golongan khamir (yeast). Produk ini mudah digunakan, lebih hemat, dan lebih degradable di alam. Untuk pembasmian blue stain, setelah jamur dibasmi, gunakan White Agent WA 250 untuk memperbaiki warna kayu yang rusak akibat jamur tersebut.

efek jamur kayu

BioCide SFP untuk Atasi Jamur dan Kapang

BioCide SFP adalah fungisida yang sangat efektif dan efisien. Anda bisa menggunakannya untuk mencegah sekaligus membasmi jamur kapang seperti jamur putih yang tumbuh di permukaan mebel. Produk ini bisa digunakan oleh awam maupun untuk kebutuhan industri berskala besar. Sebab, cara penggunaan produk ini mudah dengan hasil yang sangat baik.

Simpulan

Di atas telah dijelaskan panjang lebar mengenai perbedaan kapang, khamir, dan jamur. Ringkasnya, ketiga organisme tersebut memiliki perbedaan mulai dari ukuran, struktur, sampai efeknya pada berbagai bidang. Jamur adalah nama kelompok besar yang mencakup khamir dan kapang. Khamir adalah organisme mikro satu sel yang tak berhifa dan tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Adapun, kapang adalah jamur yang bisa membentuk hifa, seperti misalnya jamur tempe yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Namun ketiganya juga memiliki banyak kesamaan. Salah satu kesamaannya, sayangnya merugikan manusia. Kesamaan tersebut terletak pada potensi ketiganya menjadi hama atau pest. Memang, ketika jumlahnya terlalu banyak dan tumbuh di benda atau area yang tak semestinya, baik kapang, jamur, ataupun khamir harus segera diatasi.

Untungnya, tersedia fungisida yang saat ini bisa Anda andalkan. Anda bisa memanfaatkan produk yang kami sediakan di sini, BioCide. Terdapat dua jenis BioCide yang bisa Anda gunakan. Yang pertama adalah BioCide Wood Fungicide untuk mengatasi jamur noda, dan BioCide SFP untuk mengatasi jamur kapang dan makroskopis lainnya. Kedua produk ini bisa Anda beli secara langsung ataupun via online.

Nah, itulah yang bisa kami sampaikan mengenai perbedaan kapang, khamir, dan jamur, serta cara untuk mengatasinya. Terus ikuti berbagai artikel menarik lainnya di antijamur.net ya! Gunakan terus BioCide sebagai solusi antijamur Anda. Kami di sini juga akan selalu hadir dengan berbagai informasi seputar jamur dan cara untuk mengatasi organisme tersebut ketika menjadi hama.

Semoga bermanfaat.

Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn