Pengertian Sanitasi Restauran dan Poin-poin Pentingnya

Sanitasi restauran adalah suatu upaya menciptakan kondisi yang higieni di restoran. Apa saja yang harus dilakukan untuk melakukannya? Kali ini, antijamur akan membahasnya untuk Anda.

Pendirian usaha yang ideal membutuhkan banyak persyaratan yang mutunya bisa dilihat dari berbagai aspek. Misalnya saja usaha restauran. Bagi masyarakat awam, restoran secara umum akan dilihat pertama-tama dari aspek kualitas makanannya. Enak tidaknya makanan di restauran dan perbandingannya dengan harga makanan tersebut akan dinilai pertama-tama. Lalu, di era instagram seperti ini, kerap desain restoran juga menjadi aspek yang dinilai khusus oleh masyarakat. Apalagi bila restoran terkait menyasar pangsa anak muda.

Pengertian

Sanitasi secara umum bisa diartikan sebagai upaya untuk mencegah penyakit pada lingkungan hidup manusia. Kegiatan sanitasi hampir selalu berhubungan dengan kegiatan pembersihan. Namun pembersihan saja tidak cukup karena untuk menciptakan lingkungan yang sehat, dibutuhkan kiat yang lebih besar.

Upaya-upaya sanitasi ini jelas perlu diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Salah satu yang krusial adalah upaya sanitasi restauran dan warung makan. Malah, upaya sanitasi seperti ini sudah memiliki dasar hukum, lho.

Dasar Hukum

Upaya higienitas sanitasi rumah makan serta restauran memiliki dasar hukum tersendiri. Dasar hukum tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. Jadi, upaya untuk mewujudkan restauran yang bersih dan aman bagi pengunjung memang sudah seharusnya dilakukan oleh pemilik dan pengelola usaha terkait.

sanitasi

Poin-poin Sanitasi Restoran

Lantas apa saja yang harus diperhatikan untuk mewujudkan restauran yang tersanitasi dengan baik? Berikut ini beberapa poin yang bisa Anda perhatikan.

  1. Pertama, mengenai air. Air yang digunakan harus dalam keadaan bersih sesua dengan peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku. Selain itu, jumlah air juga harus mencukupi untuk berbagai kegiatan restoran.
  2. Restauran dan warung makan harus memiliki sistem pembuangan limbah yang baik, terbuat dari bahan kedap air, tidak menjadi sumber pencemar, dan khusus untuk limbah dapur, harus dilengkapi dengan perangkap lemak.
  3. Toilet tidak boleh terhubung langsung dengan dapur, ruang untuk mempersiapkan makanan, gudang makanan, ataupun ruang untuk pengunjung. Toilet juga harus terpisah untuk perempuan dan laki-laki. Pun demikian antara petugas dan tamu.
  4. Toilet harus dibersihkan dengan deterjen serta alat pengering. Toilet juga harus dilengkapi dengan tempat sampah, sabun, tempat abu rokok, serta cermin.
  5. Persyaratan sanitasi restauran berikutnya terkiat dengan lantai toilet tidak licin, mudah dibersihkan, dan kedap air. Adapun air limbahnya dibuang ke septic tank, riol, atau lubang peresapan yang tidak berdampak pada air dalam tanah.
  6. Di dalam kamar mandi harus tersedia air bersih serta baknya dalam keadaan mencukupi.
  7. Jamban dibuat dengan tipe leher angsa dan dilengkapi tissue serta air penggelontoran yang cukup.
  8. Jumlah toilet yang tersedia harus memiliki rasio yang ideal dengan jumlah staff serta pengunjung.
  9. Tersedia tempat sampah yang terbuat dari bahan kedap air. Bahan juga tidak mudah teroksidasi (berkarat), memakai kantong plastik untuk sampah yang cepat membusuk, dan memiliki tutup.
  10. Jumlah dan besarnya tempat sampah harus sesuai jumlahnya dengan jumlah sampah yang diproduksi.
  11. Harus tersedia tempat untuk mengumpulkan sampah sementara. Tempat harus terlindung dari serangga dan hewan lain. Letaknya juga harus mudah dijangkau oleh pengangkut sampah.
  12. Tersedia tempat cuci tangan yang jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas restoran.
  13. Pada tempat cuci tangan, tersedia sabun cair serta alat untuk mengeringkan tangan yang basah.
  14. Sekiranya tak tersedia tempat cuci tangan, harus ada pengganti misalnya sapu tangan kertas beralkohol atau lap dan air hangat.
  15. Tempat cuci tanga juga harus tersedia khusus untuk karyawan dengan jumlah yang sesuai dengan jumlah karyawan. Misalnya, untuk 1-10 karyawan, harus tersedia 1 tempat cuci tangan.
  16. Fasilitas cuci tangan harus mudah dijangkau oleh karyawan ataupun tamu.
  17. Fasilitas cuci tangan harus lengkap dengan bak penampungan halus yang mudah dibersihkan, saluran air mengalir, dan terdapat saluran pembuangan limbah yang tertutup.
  18. Terdapat tempat cuci peralatan masak yang layak. Bahan harus kuat, tak mudah berkarat, aman digunakan, dan juga mudah untuk dibersihkan.
  19. Tersedia air untuk keperluan mencuci dengan adanya air bersuhu panas dan dingin dengan tekanan 15 psi
  20. Tempat untuk mencuci perlengkapan restauran harus dihubungkan saluran pembuangan air limbah.
  21. Bak untuk mencuci sedikitnya terdiri dari tiga bilik dengan fungsi berlainan, yakni untuk mengguyur, menyabun, serta untuk membilas.
  22. Persyaratan sanitasi restauran lain yang harus diperhatikan adalah adanya tempat untuk mencuci bahan makanan. Tempat untuk mencuci bahan makanan harus terbuat dari material yang kuat, aman, tak teroksidasi atau berkarat, serta juga mudah untuk dibersihkan. Air harus mengalir dan tempat pencucian dihubungkan dengan saluran pembuangan limbah.
  23. Tersedia tempat untuk menyimpan pakaian karyawan dengan bahan yang aman, tertutup rapat, mudah dibersihkan, dan juga aman. Jumlah loker wajib disesuaikan dengan jumlah karyawan.
  24. Loker terpisah dengan dapur ataupun gudang, juga harus dibedakan untuk pria dan wanita.
  25. Terdapat peralatan untuk mencegah masuknya hama seperti insekta (serangga) dan tikus dari tempat penyimpanan air bersih. Tempat penyimpanan air bersih harus tertutup rapat dan tidak bisa dimasuki hama, termasuk nyamuk Aedes aegypti dan albopictus.
  26. Pada tiap lubang, harus ada alat yang dapat mencegah masuknya serangga dan tikus. Sedangkan pada persilangan pipa dan dinding harus terkondisikan rapat sehingga tidak dapat dimasuki insekta.

sanitasi restauran

Waspada Jamur

Di atas telah dijelaskan beberapa poin sanitasi restauran. Usaha mewujudkan restauran yang higienis memang perlu dilakukan dengan banyak kiat. Nah, yang tak kalah penting dari poin-poin di atas, adalah pencegahan restaran dari serangan jamur.

Jamur, seperti serangga dan tikus juga bisa menyebabkan kerugian lho. Jamur bisa membuat restoran tidak higienis, tidak indah, dan juga tidak bersih. Padahal, ancaman serangan jamur pada restauran tergolong tinggi. Sebab, selain banyaknya material organik berupa makanan yang sangat disukai jamur, gedung restauran sendiri sering dibangun di area lembab. Misalnya di samping sawah, di dekat sungai, dan sejenisnya. Meksi menawan, namun area-area seperti ini memiliki konsentrasi spora yang lebih tinggi, sehingga perlindungan dari serangan jamur perlu dilakukan dengan baik.

Iklan Biothane utama

Tapi bagaimana cara mencegah dan membasmi jamur yang tumbuh di mebel atau bahkan bangunan restauran? Tenang! Kami punya solusinya untuk Anda!

Untuk Mencegah Munculnya Jamur, Gunakan BioCide

Gunakan BioCide fungicide untuk mencegah jamur tumbuh pada bangunan restauran ataupun perabot di dalamnya. Kami sedia antijamur yang bisa Anda gunakan untuk membasmi jamur dengan cepat pada permukaan mebel, jendela, pintu, dan lainnya. Produk yang kami sediakan untuk Anda adalah BioCide Surface Film Preservative atau BioCide SFP. Produk ini tingga diusapkan saja padapermukaan mebel yang telah terserang jamur. BioCide akan bekerja sangat efektif mematikan jamur sehingga restauran jauh lebih bersih.

Nah, demikianlah pembahasan kali ini mengenai sanitasi restauran. Semoga bermanfaat ya!

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn