bisnis furniture

Berapa modal usaha mebel yang dibutuhkan sebagai awalan? Antijamur.net kali ini akan memberikan rincian modal yang diperlukan untuk membangun usaha furniture.

Siapa yang tak ingin memiliki usaha sendiri? Memiliki usaha sendiri adalah keinginan banyak orang. Namun mendirikan usaha jelas soal yang lain. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan usaha tergolong masih baik. Namun demikian, tak semua orang tentunya memiliki syarat krusial untuk mendirikan usaha. Ya! Syarat itu adalah modal. Modal atau kapital dibutuhkan sebagai batu pijak awalan setiap usaha. Besarnya modal usaha mebel sendiri tergantung usaha yang ingin dibangun. Di artikel ini, kami akan membahas mengenai usaha furniture atau mebel.

Usaha Mebel

CS Anti Jamur

Secara umum, bisa dikatakan bahwa usaha mebel di Indonesia termasuk usaha yang memiliki prospek sangat baik. Ada beberapa alasan yang melatar-belakanginya, antara lain:

  1. Tersedianya bahan baku kayu yang beragam, berkualitas, dan memiliki jumlah mencukupi
  2. Tersedia sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang pembuatan mebel
  3. Secara umum, biaya produksi yang lebih terjangkau
moda usaha mebel

Kayu dan Bahan Baku

Hal pertama yang harus diperhatikan saat ingin membangun usaha mebel adalah memperhatikan bahan baku kayu yang digunakan. Jenis kayu apa yang ingin Anda pakai? Grade atau kualitasnya yang bagaimana? Dan berapa banyak kayu yang Anda butuhkan? Hal-hal seperti ini harus Anda jawab terlebih dahulu supaya bisa menentukan besaran modal usaha mebel. Selain itu, perhatikan juga bila Anda menggunakan bahan baku yang lain seperti rotan, bambu, dan lainnya.

Bahan Finishing

Selain kayu, perhatikan juga bahan finishing yang hendak Anda pakai. Biaya dempul hingga cat bagaimanapun juga bisa memakan porsi yang signifikan. Pemilihan jenis cat juga perlu memerhatikan target pasar Anda dan sifatnya yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, cat kayu solvent based secara umum memang lebih murah. Namun baunya sangat menyengat dan cenderung kurang aman. Beda dengan cat berbasis air. Meski lebih mahal, akan tetapi cat air tidak berbau, jauh lebih cepat kering, dan lebih aman digunakan. Saran kami, untuk mebel yang eco friendly dan pengerjaan yang nyaman, gunakan saja cat water based.

Perlunya Bahan Pengawet

Bukan hanya bahan finishing yang harus diperhatikan. Anda juga perlu memerhatikan pembelian bahan pengawet. Bahan pengawet adalah produk insektisida dan fungisida yang bisa digunakan pada kayu. Produk seperti ini dapat diresapkan ke dalam substrat kayu, bambu, ataupun rotan. Fungsinya adalah untuk membuat material yang diresapi tahan hama. Penggunaan bahan pengawet sendiri memungkinkan modal usaha mebel Anda lebih hemat. Pasalnya, dengan bahan ini, Anda bisa menggunakan kayu yang tidak mahal. Kayu yang tidak mahal tak jarang kurang awet ketahanannya pada hama, namun dengan pemakaian obat pengawet anti hama, maka mutunya bisa ditingkatkan. Produk pengawet yang kami sarankan sendiri ialah BioCide. Khusus untuk antihama jamur, Anda bisa menggunakan BioCide SFP.

Bahan Perekat

Bahan lain yang harus diperhatikan harganya saat hendak menghitung biaya modal usaha mebel adalah harga bahan perekat. Bahan perekat alias lem digunakan pada hampir selalu pembuatan furniture. Lem diperlukan untuk area sambungan struktural ataupun area sambungan laminasi. Jenis lem yang bisa digunakan sendiri sangat beragam. Dari kualitasnya saja, ada lem yang eco friendly namun ada juga yang tidak ramah lingkungan. Rekomendasi lem dari kami adalah lem Crossbond yang kualitasnya bagus namun harganya lebih murah.

Alat-alat Woodworking

Tentu saja Anda juga harus memerhatikan harga-harga alat woodworking! Makin canggih dan berkualitas peralatan pengolahan kayu yang Anda beli, maka makin mahal pula harganya. Selain itu, alat-alat yang canggih juga pasti akan membuat biaya pemakaian listrik lebih tinggi. Jadi, silahkan pertimbangkan sesuai kebutuhan dan budget untuk modal usaha mebel yang tersedia.

Upah Karyawan

Beberapa di antara Anda mungkin sudah mencanangkan usaha mebel dengan skala menengah yang melibatkan kerja beberapa orang. Bila memang demikian adanya, maka Anda juga h arus memasukkan komponen biaya untuk upah atau gaji karyawan. Jangan mengabaikan sama sekali aspek ini karena usaha Anda bisa bermasalah di kemudian hari. Penyediaan upah juga harus disediakan menurut jumlah karyawan selama periode waktu tertentu. Selama 1 tahun, misalnya.

Listrik

Besaran biaya listrik jelas harus Anda perhatikan. Apalagi bila Anda banyak menggunakan alat-alat pertukangan yang mengandalkan daya listrik.

Sewa Tempat dan Bangunan

Di mana Anda akan membangun usaha mebel tersebut? Apakah tempat pembuatan mebelnya sama dengan tempat untuk menjual mebel? Masalah lokasi jelas perlu diperhatikan. Khususnya untuk penjualan, Anda jelas membutuhkan lokasi yang strategis. Namun, bila Anda tak punya lahan, menyewa lokasi yang strategis bisa jadi menguras modal usaha mebel Anda. Oleh sebab itulah, Anda perlu dengan cermat memilih lahan yang dirasa cocok, baik untuk penjualan ataupun dari hitungan budget yang dimiliki. Perhatikan juga mengenai bangunan atau lahan yang hendak Anda sewa.

Pemasaran

Sebagai usaha yang baru berdiri, Anda tentunya harus mengenalkan produk tersebut ke pasaran. Ini berlaku apabila Anda ingin usaha Anda lebih cepat dikenali sehingga penjualan produk lebih lancar pada tahun-tahun pertama. Apalagi bila usaha Anda tidak berlokasi di tempat yang strategis. Bentuk pemasaran bisa berupa pemberian pamflet hingga pembuatan website.

Menghitung Total Modal Usaha Mebel

Lantas seberapa banyak total modal usaha furniture yang harus disediakan? Di atas, telah dijelaskan komponen yang perlu Anda perhatikan saat hitung-hitungan biaya untuk memulai usaha ini. Namun demikian, pada akhirnya angka spesifik untuk memulai usaha ini tergantung pada bagaimana usaha yang Anda inginkan tersebut. Beberapa faktor yang bisa memengaruhi modal usaha furniture antara lain:

  1. Jenis mebel yang Anda buat
  2. Kualitas mebel yang disesuaikan dengan target pasar Anda
  3. Jumlah mebel yang ingin Anda buat
  4. Ada tidaknya karyawan
  5. Masalah lahan

Sebagai contoh, untuk usaha mebel yang menjual meja belajar, lemari kecil, hingga rak buku untuk mahasiswa, angka 10 juta saja bisa menjadi awal usaha Anda. Tapi beda bila Anda ingin membuat mebel yang lebih tinggi levelnya. Misalnya mebel dari rotan. Anda mungkin harus menyediakan lebih dari Rp. 30.000.000,- sendiri. Sedangkan bila Anda menggunakan kayu yang baik, bisa jadi Anda butuh setidaknya Rp. 50.000.000,-.

Simpulan

Salah satu usaha yang prospektif di Indonesia adalah usaha mebel. Namun sebagaimana jenis usaha yang lain, untuk bisa mendirikan usaha ini pun dibutuhkan modal. Berapa modal usaha mebel yang diperlukan? Jawabannya tergantung usaha seperti apa yang Anda dirikan. Yang jelas, Anda perlu memerhatikan komponen yang diperlukan untuk mendirikan usaha ini. Misalnya mulai dari upah pekerja, harga kayu, harga cat, harga bahan pengawet, harga lem, harga alat dan bahan, serta lain sebagainya.

CS Anti Jamur