Tak Pakai Fungisida Kayu? Ini Kerugian yang Harus Anda Tanggung!

Tahukah Anda bahwa kerugian besar sampai triliunan rupiah bisa terjadi karena tidak digunakannya fungisida kayu? Secara alami, meski Indonesia memiliki beragam jenis kayu, namun tingkat keawetan kayu-kayu tersebut umumnya kurang baik. Bisa dikatakan, kayu Indonesia hanya memiliki rentang awet kurang lebih 5 tahun. Sangat jarang kayu yang memiliki tingkat keawetan lebih dari itu. Jati, yang populer di masyarakat menjadi satu dari sekian kayu yang keawetannya sangat baik. Namun itupun hanya berlaku apabila jati yang digunakan adalah jati tua, bukan kayu jati muda.

Kondisi ini telah lama diketahui nenek moyang kita. Dulu, orang biasanya memodifikasi kayu yang akan digunakan untuk konstruksi sampai mebel dengan kiat-kiat preservasi / pengawetan tertentu. Tujuannya jelas, yakni agar kayu menjadi lebih awet dan tahan lama. Misalnya dengan cara direndam di sawah, sungai, dan banyak lagi. Perendaman dalam jangka panjang akan membuat serat kayu tidak enak dimakan serangga dan ditumbuhi jamur. Dengan demikian, kayu pun menjadi lebih awet.

Namun, aplikasi metode ini, meskipun lumayan efektif, namun memakan waktu terlalu lama. Selain itu, bau kayu menjadi tidak enak. Warna kayu pun seringkali rusak, dan kayu menjadi kotor. Bisa dikatakan, cara seperti ini meski ampuh namun tidak efisien dari segi waktu dan tenaga.

Lantas apa yang bisa dilakukan?

Era modern telah membawa banyak kemajuan dalam kehidupan kita. Khusus untuk membuat kayu lebih awet, kita bisa menerapkan suatu treatment pengawetan. Treatment ini memiliki prinsip sama dengan perendaman kayu dalam waktu lama. Keduanya sama-sama bertujuan membuat kayu tidak mudah rusak ketika terpapar pest atau hama.

Jenis Treatment Pengawetan

Treatment pengawetan bisa dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan hama yang disasar. Salah satu treatment yang paling krusial adalah treatment antifungal. Treatment antifungal atau juga biasa disebut treatment antijamur dilakukan dengan obat khusus berupa wood fungicide.

Fungisida kayu berfungsi membuat substrat kayu tak ditumbuhi jamur yang bisa menyebabkan kebusukan atau kerusakan estetika. Fungisida seperti ini bekerja dengan membuat kayu menjadi toksik atau beracun bagi jamur sehingga selain jamur tidak tumbuh, spora jamur juga bisa mati ketika bertunas di media kayu terkait.

Negara Tropis yang Kaya Hama Jamur

Dilansir dari antaranews, total dana yang bisa dihemat per tahun bila kayu diawetkan adalah 6,7 triliun rupiah. Angka ini bila diakumulasi selama 15 tahun maka nilainya sekitar 100 triliun sendiri. Sebuah angka yang fantastis bukan?

Sayangnya, kebanyakan kayu di Indonesia masih jarang yang diawetkan. Kayu-kayu untuk konstruksi bangunan rumah, misalnya, kalaupun diawetkan, caranya terlampau sederhana dan kurang efektif. Padahal, akibatnya, pemilik rumah harus mengganti kayu-kayunya ketika sudah mulai rusak setidaknya 5 tahun kemudian.

blue stain butuh fungisida kayu

Iklan Biothane utama

Fungisida Kayu Bukan Produk Mahal!

Salah satu kesalahan asumsi terbesar ketika orang hendak berpikir mengenai pengawetan kayu adalah kisaran biaya yang dianggap besar. Padahal, proses pengawetan tidaklah semahal itu. Caranya juga sederhana dengan hasil yang justru jau lebih hemat bagi kantong kita untuk jangka panjang.

Kunci pentingnya adalah memilih produk antihama yang bagus. Khusus untuk fungisida kayu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi Anda yang ingin mencari produk tersebut.

  1. Fungisida kayu terdiri dari produk yang fungsinya beragam. Biasanya tiap produk menyasar jenis jamur tertentu. Jadi Anda harus spesifik saat membeli produk tersebut.
  2. Terdapat banyak merk yang bisa dipilih. Namun jangan hanya melihat merk saja, utamakan kualitas di atas merk.
  3. Jenis fungisida juga bisa dibagi menjadi fungisida water based dan solvent based. Produk water based lebih aman, hemat, dan juga ramah lingkungan dibanding produk solvent based

Lantas manakah fungisida kayu yang sebaiknya dipilih? Banyak yang bingung ketika dihadapkan pada pertanyaan ini. Saran kami, ketahuilah karakter tiap produk fungisida tersebut dan cocokkan dengan kebutuhan Anda. Di antijamur.net sendiri, kami juga sedia produk fungisida yang bisa digunakan. Produk tersebut adalah BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

BioCide Antifungal

Berikut ini penjelasan kedua jenis BioCide dan jenis jamur yang bisa dicegah dan juga dibasmi.

BioCide Wood Fungicide

Untuk jamur noda, Anda bisa memanfaatkan BioCide Wood Fungicide. Jamur noda atau stain adalah jamur yang berbentuk mikroskopik uniseluler. Jamur seperti ini merusak warna kayu dan mengubahnya menjadi kecoklatan, kehitaman, sampai kebiruan. Contoh jamur stain yang sangat populer adalah jamur blue stain.

BioCide Wood Fungicide bisa digunakan untuk mencegah sekaligus mematikan jamur-jamur noda. Namun, bila jamur sudah terlanjur menyerang, untuk menghilangkan nodanya, Anda perlu menggunakan wood bleaching WA 250. Sebab, meski BioCide bisa mematikan jamur stain, namun warna jamur biasanya akan tetap tertinggal di kayu. Pemakaian WA 250 akan mencerahkan warna kayu sekaligus menyamarkan noda jamurnya.

BioCide SFP

BioCide SFP bisa digunakan untuk mencegah jamur kapang atau jamur filamentus (berhifa). Contoh jamur kapang yang sering mengganggu pada industri woodworking adalah jamur putih dan juga jamur hitam. BioCide SFP bisa diaplikasikan pada kayu untuk antisipasi, diusapkan pada jamur untuk pembasmian, dan juga dicampurkan pada cat water based untuk menciptakan finishing antifungal. Anda juga bisa menggunakan produk ini untuk pengawetan atau preservasi pada bambu dan serat alam seperti rotan.

kayu berjamur butuh fungisida kayu

Ayo Segera Pesan BioCide

Pesan sekarang juga fungisida kayu BioCide WF dan BioCide SFP untuk meningkatkan usia ketahanan kayu Anda. Minta tukang bangunan atau tenaga konstruksi yang Anda sewa supaya mengawetkan dulu kayu konstruksi dengan BioCide. Anda bisa membeli produk ini langsung di Bio Service Point. Sekarang, Bio Service Point bisa Anda kunjungi di 3 kota di Indonesia, yakni Yogyakarta, Jepara, dan juga Cirebon.

Selain membeli langsung, Anda juga bisa membeli secara online. Pembelian secara online dapat dilakukan dengan menghubungi Customer Servcie kami via kontak yang telah disediakan. CS kami akan memandu Anda dengan ramah dan profesional. Layanan konsultasi gratis juga bisa Anda nikmati selalu pembeli fungisida kayu BioCide ini.

Kesimpulan

Kerugian triliunan rupiah bisa terjadi ketika kayu yang digunakan untuk membuat mebel sampai konstruksi bangunan tidak diawetkan. Lantaran, kayu Indonesia pada umumnya memiliki resistensi terhadap hama yang rendah, di mana kebanyakan hanya bisa bertahan kurang lebih 5 tahun saja. Untungnya, dengan treatment pengawetan yang baik, kayu bisa bertahan lebih dari 15 tahun.

Keberhasilan treatment pengawetan sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah fungisida atau antijamur yang digunakan. Diperlukan antijamur yang kualitasnya bagus seperti BioCide Wood Fungicide dan BioCide SFP. Kedua fungisida kayu ini akan membuat produk kayu yang Anda hasilkan lebih resisten jamur sehingga mutu dan kualitasnya terjamin.

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn