Mari Mengenal Enam Jenis Kayu yang Bagus untuk Furniture

kayu yang bagus untuk furniture (2)

Jati adalah primadona dalam industri pembuatan mebel.

Salah satu bahan yang telah lama dimanfaatkan manusia dari zaman purba hingga saat ini adalah kayu. Dan di antara beragam manfaat kayu yang bisa dinikmati manusia, sifatnya yang memungkinkan sebagai bahan baku perabot adalah salah satunya. Kayu untuk perabot tentu tidak dipilih sembarangan di antara jutaan kayu yang ada di dunia. Lantas apa saja kayu yang bagus untuk furniture dan seperti apa deskripsi kayu-kayu tersebut? Informasi di bawah ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan itu.

Ini Dia Enam Kayu yang Bagus untuk Furniture

Kayu Jati

Nama jati tak diragukan lagi akan masuk dalam daftar kayu ini. Jati sendiri unggul bukan tanpa alasan. Kayu jati dikenal karena keindahannya yang menawan sekaligus ketahanannya yang baik. Bisa dibilang, material ini merupakan primadona yang banyak dicari pengrajin kayu sekaligus masyarakat konsumen pada umumnya. Bahkan karena kualitasnya tersebut, furniture dari bahan jenis kayu jati umumnya dihargai lebih mahal dibanding dari kayu lainnya.

Kayu mahoni

Setelah jati, kita mengenal mahoni yang memiliki kualitas baik meskipun tidak sebaik jati. Mahoni atau mahogany cukup bagus dalam hal estetika dan ketahanannya. Harganya yang terjangkau membuat kayu ini makin menarik dan dipandang sebagai alternative untuk mebel jati yang kadangkala terlalu mahal.

Kayu sonokeling

Keindahan sonokeling bukan hanya terletak pada alur pola seratnya yang menawan. Motif alami material ini memang menarik, tapi sonokeling memiliki nilai lebih dari sekedar alur kayu tersebut. Warna sonokeling yang hitam adalah nilau unik yang dimiliki kayu ini. Dengan ketahanannya yang bagus, sonokeling makin dicintai dalam dunia mebel dengan estetika tinggi.

Kayu trembesi

Kayu trembesi adalah salah satu jenis kayu yang bagus untuk furniture karena karakternya yang tebal. Memang, kayu ini tidak sepopuler jati, mahoni, maupun sonokeling. Tetapi trend penggunaan trembesi terus meningkat. Apalagi untuk pembuatan furniture yang cenderung tebal dan keseluruahannya dibuat dari kayu solid.

alterntif text

Kayu Jati Belanda

Furniture berbahan jati belanda memang tidak dikenal memiliki ketahanan sebaik jati hingga mahoni. Tetapi keindahan alur jati belanda dan harganya yang murah membuat kayu ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture.

Kayu Akasia

Pola serat dan warna akasia sekilas mengingatkan kita pada jati. Meksipun demikian kayu ini berbeda dengan jati dan secara umum ketahannya lebih rendah. Kayu ini unggul dari jati terutama pada faktor harganya yang lebih murah.

Pilihan Semakin Banyak dengan Treatment Pengawetan

Enam kayu yang bagus untuk furniture di atas hanya merupakan contoh di antara beragam kayu lainnya yang bisa kita temukan di lapangan. Faktanya semua kayu sebenarnya bisa digunakan untuk membuat mebel asalkan bisa diolah dalam tahapan wood working. Dengan treatment khusus bernama treatment pengawetan kayu, beragam kayu yang dulunya tidak digunakan sebagai bahan baku mebel karena tidak awet, kini juga bisa digunakan.

Treatment pengawetan yang pada prinsipnya dilakukan dengan memberikan fungisida dan insektisida pada kayu akan membuat kayu lebih tahan lama. Sebab, kayu telah menjadi substrat beracun bagi hama-hama yang menyerangnya. Pada kayu yang sudah awet secara alami, treatment pengawetan juga dapat diandalkan untuk makin meningkatkan kualitasnya.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!