Mari Mengenal Enam Jenis Kayu yang Bagus untuk Furniture

Jati adalah primadona dalam industri pembuatan mebel. Jati adalah primadona dalam industri pembuatan mebel. Namun di luar jati, masih banyak jenis kayu lainnya yang bisa diandalkan. Di artikel ini kami akan sebutkan 6 jenis kayu yang bagus untuk furniture.

Salah satu bahan yang telah lama dimanfaatkan manusia dari zaman purba hingga saat ini adalah kayu. Dan di antara beragam manfaat kayu yang bisa dinikmati manusia, sifatnya yang memungkinkan sebagai bahan baku perabot adalah salah satunya. Kayu untuk perabot tentu tidak dipilih sembarangan di antara jutaan kayu yang ada di dunia.

Lantas apa saja jenis kayu yang bagus untuk furniture dan seperti apa deskripsi kayu-kayu tersebut? Informasi di bawah ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan itu.

Namun sebelumnya mari kita membahas mengenai beberapa aspek yang bisa menentukan kualitas kayu.

kayu rosewwod
Image: bbc.com
  1. Aspek Kekuatan. Indikasi tingkat kekuatan kayu sebetulnya bisa ditentukan dari berbagai aspek. Salah satunya kemampuan kayu menahan beban. Aspek ini krusial pada pembuatan mebel, sebab banyak mebel yang difungsikan sehari-hari untuk menahan beban yang tidak ringan. Misalnya almari pakaian, meja dispenser, kitchen kabinet kayu, dan masih banyak lagi. Tentu kayu harus kuat agar tidak membahayakan penggunanya.
  2. Aspek Keawetan. Aspek keawetan mencakup kemampuan kayu bertahan dari berbagai faktor perusak sehingga masa pakainya lama. Contoh faktor perusak yang dimaksud adalah jamur, rayap, teter, eskposi alias paparan air, sinar UV, dan masih banyak lagi. Beberapa kayu memiliki perisai perlindungan alami. Misalnya jati yang memiliki zat tannin anti jamur sehingga tidak diserang oleh organisme seperti brown rot.
  3. Aspek Keindahan. Pada umumnya, jenis kayu yang bagus untuk furniture memiliki keindahan tersendiri. Contohnya saja, kayu ebony yang dikenal karena warna hitam pekatnya yang indah, jati yang dikenal dengan warnanya yang keemasan, sampai kayu mangga yang memiliki pola serat dan warna sangat unik.
  4. Kembang Susut. Faktor kembang susut juga sering menjadi perhatian dalam industri woodworking. Kembang susut bukan hanya memengaruhi kelancaran pengolahan kayu namun penggunaan kayu itu sendiri. Kayu dengan kembang susut tinggi biasanya dihindari untuk digunakan dalam pembuatan produk garden furniture.
  5. Kemudahan Pengolahan secara Umum. Apakah kayu tersebut mudah digergaji? Apakah kayu tersebut mudah dikeringkan? Atau ia mudah dipahat? Kemudahan pengolahan kayu secara umum juga memengaruhi pemanfaatannya dalam industri woodoworking.

Perlu dipahami bahwa kayu yang dipakai dalam industri furniture tak harus memiliki 5 kriteria di atas. Beberapa kayu unggul dalam satu aspek namun sangat buruk di aspek yang lain, dan hal ini wajar saja. Namun memang, semakin lengkap kualitas kayu di 5 poin di atas, maka semakin sering kayu tersebut dicari dan digunakan dalam industri mebel.

Ini Dia Enam Kayu yang Bagus untuk Furniture

Kayu Jati

Nama jati tak diragukan lagi akan masuk dalam daftar kayu ini. Jati sendiri unggul bukan tanpa alasan. Kayu jati dikenal karena keindahannya yang menawan sekaligus ketahanannya yang baik. Bisa dibilang, material ini merupakan primadona yang banyak dicari pengrajin kayu sekaligus masyarakat konsumen pada umumnya. Bahkan karena kualitasnya tersebut, furniture dari bahan jenis kayu jati umumnya dihargai lebih mahal dibanding dari kayu lainnya.

Kayu mahoni

log kayu mahoni

Setelah jati, kita mengenal mahoni yang memiliki kualitas baik meskipun tidak sebaik jati. Mahoni atau mahogany cukup bagus dalam hal estetika dan ketahanannya. Harganya yang terjangkau membuat kayu ini makin menarik dan dipandang sebagai alternative untuk mebel jati yang kadangkala terlalu mahal.

alterntif text

Kayu sonokeling

Keindahan sonokeling bukan hanya terletak pada alur pola seratnya yang menawan. Motif alami material ini memang menarik, tapi sonokeling memiliki nilai lebih dari sekedar alur kayu tersebut. Warna sonokeling yang hitam adalah nilau unik yang dimiliki kayu ini. Dengan ketahanannya yang bagus, sonokeling makin dicintai dalam dunia mebel dengan estetika tinggi.

Kayu trembesi

Kayu trembesi adalah salah satu jenis kayu yang bagus untuk furniture karena karakternya yang tebal. Memang, kayu ini tidak sepopuler jati, mahoni, maupun sonokeling. Tetapi trend penggunaan trembesi terus meningkat. Apalagi untuk pembuatan furniture yang cenderung tebal dan keseluruahannya dibuat dari kayu solid.

Kayu Jati Belanda

Furniture berbahan jati belanda memang tidak dikenal memiliki ketahanan sebaik jati hingga mahoni. Tetapi keindahan alur jati belanda dan harganya yang murah membuat kayu ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture.

kayu-trembesi jenis kayu yang bagus untuk furniture

Kadang jati belanda juga diambil dalam bentuk daur ulang peti kemas. Pasalnya kayu ini memang banyak dipakai untuk pengemasan untuk pengiriman produk jarak jauh. Soal harga dan pangsa pasarnya, Anda tak perlu khawatir. Meski berstatus daur ulang, mebel peti kemas justru memiliki pangsa pasar yang besar di dunia internasional sebab dianggap eco friendly.

Kayu Akasia

Pola serat dan warna akasia sekilas mengingatkan kita pada jati. Meksipun demikian kayu ini berbeda dengan jati dan secara umum ketahannya lebih rendah. Kayu ini unggul dari jati terutama pada faktor harganya yang lebih murah. Dengan demikian, akasia sering dianggap sebagai alternative untuk jati.

Kayu lainnya

Selain keenam contoh jenis kayu yang bagus untuk furniture di atas, tentu masih banyak lagi kayu berkualitas lain yang bisa digunakan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Kayu ebony
  2. Kayu ulin
  3. Berbagai jenis rosewood
  4. Kayu pinus
  5. Kayu nangka
  6. Kayu sawo
  7. Kayu sengon
  8. Kayu kulim
  9. Dan lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Pilihan Semakin Banyak dengan Treatment Pengawetan

Sekali lagi, enam kayu yang bagus untuk furniture di atas hanya merupakan contoh di antara beragam kayu lainnya yang bisa kita temukan di lapangan. Faktanya semua kayu sebenarnya bisa digunakan untuk membuat mebel asalkan bisa diolah dalam tahapan wood working. Dengan treatment khusus bernama treatment pengawetan kayu, beragam kayu yang dulunya tidak digunakan sebagai bahan baku mebel karena tidak awet, kini juga bisa digunakan.

Contohnya saja kayu sengon, mangga, dan jati belanda. Ketiganya memiliki kelas keawetan yang rendah. Namun ketiganya memiliki keunggulan dalam aspek yang lain. Sengon adalah kayu yang murah. Budidayanya juga lebih cepat sehingga menguntungkan petani.

Adapun mangga tersedia dalam jumlah banyak dan memiliki tampilan yang sangat unik. Sedangkan kayu jati belanda merupakan kayu yang khas dan cocok untuk mebel berdesain vintage. Kayu-kayu ini bila bisa diawetkan dengan baik bisa bertahan lama hingga puluhan tahun sebagaimana kayu kelas awet II atau bahkan kelas I.

Treatment pengawetan yang pada prinsipnya dilakukan dengan memberikan fungisida dan insektisida pada kayu akan membuat kayu lebih tahan lama. Sebab, kayu telah menjadi substrat beracun bagi hama-hama yang menyerangnya. Pada kayu yang sudah awet secara alami, treatment pengawetan juga dapat diandalkan untuk makin meningkatkan kualitasnya.

Metode Pengawetan Kayu

mesin vakum tekan
mesin vakum tekan

Untuk caranya sendiri, pengawetan bisa diaplikasikan dengan beberapa cara. Pada umumnya kita bisa membedakan treatment pengawetan menjadi:

  1. Vakum tekan
  2. Non vakum tekan

Treatment vakum tekan memakan biaya yang jauh lebih besar. Namun harus diakui bahwa biaya besar tersebut setara dengan hasilnya. Pada treatment ini kayu direndam dalam larutan pengawet pada suatu tabung khusus. Dari luar, tekanan dan suhu tabung bisa diatur sehingga penetrasi bahan pengawet ke kayu terjadi secara maksimal.

Di sisi lain, treatment vakum tekan memang lebih murah. Namun hasilnya tak sebaik cara yang pertama. Jenis treatment kedua sendiri beragam dari perendaman tanpa tabung vakum tekan, pemulasan, hingga spraying.

Kami Sedia BioCide untuk Maksimalkan Pengolahan Jenis Kayu yang Bagus untuk Furniture

Selain dipengaruhi oleh metodenya, sebetulnya treatment pengawetan kayu juga dipengaruhi oleh faktor yang lain. Salah satunya adalah obat yang digunakan.

biocide sfp untuk atasi plafon rumah berjamur

Hingga hari ini, tersedia banyak sekali bahan pengawet yang bisa dibeli. Namun untuk hasil terbaik, gunakanlah produk fungisida kami, BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

  1. BioCide Wood Fungicide bisa digunakan untuk mencegah jamur noda. Jamur noda menyebabkan perubahan warna pada kayu menjadi kehitaman, kecoklatan, atau kebiruan. Kayu dan mebel yang terserang jamur noda akan turun nilai jualnya dengan drastis.
  2. BioCide Surface Film Preservative bisa digunakan untuk mencegah jamur permukaan dan jamur pembusuk secara umum. BioCide SFP sebenarnya merupakan pembasmi jamur. Namun bahan ini juga bisa digunakan sebagai pengawet lho. Caranya dengan dicampurkan ke bahan finishing mebel. Penggunaan BioCide SFP akan menghemat anggaran Anda dibanding Anda membeli cat antifungal yang mahal.
    Kedua produk bisa Anda gunakan sesuai keperluan untuk fungsi yang berlainan.

Beli di Sini BioCide SFP dan BioCide Wood Fungicide

Beli BioCide SFP dan BioCide Wood Fungicide sekarang juga yuk. Pembelian kedua fungisida ini sekarang bisa dilakukan dengan mudah lho. Selain bisa membeli di Bio Service Point, Anda juga bisa membeli secara online. Caranya, hubungi saja CS kami via kontak yang disediakan.

Ingin melakukan kerja sama lebih lanjut? Tentu saja bisa. Bila perlu kami bisa mengirimkan tim ke perusahaan Anda. Atau, bila Anda ingin menjadi agen, silahkan utarakan saja maksud Anda ke Customer Care kami.

Simpulan

Dari pembahasan di atas, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan, antara lain:

  1. Kayu merupakan material yang sudah sejak dulu digunakan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya dalam pembuatan furniture. Di Indonesia sendiri, industri furniture menjadi salah satu industri penopang ekonomi nasional.
  2. Namun tak semua kayu bisa dipakai dalam industri ini. Beberapa aspek yang biasanya digunakan untuk menyeleksi kayu-kayu di pasaran adalah kekuatannya, keawetannya, kembang susut, keindahannya, dan kemudahan pengelolaannya secara umum.
  3. Beberapa jenis kayu yang bagus untuk furniture antara lain adalah jati, sonokeling, jati belanda, akasia, trembesi, dan mahoni. Selain itu juga ada ulin, eboni, kulim, hingga berbagai varian kayu rosewood.
  4. Agar pengelolaan kayu semakin baik, gunakan BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.
  5. Kedua produk tersebut bisa meningkatkan masa pakai kayu karena membuat kayu terlindung dari serangan hama jamur.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!