Cara Mengatasi Jamur yang Menyerang Bambu Berdasarkan Jenisnya

mencegah hama bambu

Bagaimana cara mengatasi jamur yang menyerang bambu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi jamur yang menyerang. Sebab, perbedaan jenis jamur tentunya berpengaruh pada perbedaan treatment untuk mengatasinya.

Tahapan Cara Mengatasi Jamur yang Menyerang Bambu

Identifikasi Jenis Jamur

Terdapat dua jenis jamur yang dapat menyebabkan kerusakan pada bambu. Silahkan lakukan identifikasi berdasarkan tabel perbedaan jamur pembusuk dan jamur noda di bawa ini.

Normal

0

false

false

false

EN-US

Iklan Biothane utama

X-NONE

X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */

table.MsoNormalTable

{mso-style-name:”Table Normal”;

mso-tstyle-rowband-size:0;

mso-tstyle-colband-size:0;

mso-style-noshow:yes;

mso-style-priority:99;

mso-style-qformat:yes;

mso-style-parent:””;

mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-right:0cm;

mso-para-margin-bottom:10.0pt;

mso-para-margin-left:0cm;

line-height:115%;

mso-pagination:widow-orphan;

font-size:11.0pt;

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;

mso-ascii-font-family:Calibri;

mso-ascii-theme-font:minor-latin;

mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;

mso-fareast-theme-font:minor-fareast;

mso-hansi-font-family:Calibri;

mso-hansi-theme-font:minor-latin;

mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;

mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

table.MsoTableLightListAccent4

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-tstyle-rowband-size:1;

mso-tstyle-colband-size:1;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

border:solid #8064A2 1.0pt;

mso-border-themecolor:accent4;

mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;

mso-para-margin:0cm;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

mso-pagination:widow-orphan;

font-size:11.0pt;

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;

mso-ascii-font-family:Calibri;

mso-ascii-theme-font:minor-latin;

mso-hansi-font-family:Calibri;

mso-hansi-theme-font:minor-latin;

mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;

mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

table.MsoTableLightListAccent4FirstRow

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-table-condition:first-row;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-shading:#8064A2;

mso-tstyle-shading-themecolor:accent4;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-bottom:0cm;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

line-height:normal;

color:white;

mso-themecolor:background1;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightListAccent4LastRow

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-table-condition:last-row;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-border-top:2.25pt double #8064A2;

mso-tstyle-border-top-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-left:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-left-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-right:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-right-themecolor:accent4;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-bottom:0cm;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

line-height:normal;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightListAccent4FirstCol

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-table-condition:first-column;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightListAccent4LastCol

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-table-condition:last-column;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightListAccent4OddColumn

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-table-condition:odd-column;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-border-top:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-top-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-left:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-left-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-right:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-right-themecolor:accent4;}

table.MsoTableLightListAccent4OddRow

{mso-style-name:”Light List – Accent 4″;

mso-table-condition:odd-row;

mso-style-priority:61;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-border-top:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-top-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-left:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-left-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent4;

mso-tstyle-border-right:1.0pt solid #8064A2;

mso-tstyle-border-right-themecolor:accent4;}

Ciri

Jamur Pembusuk

Jamur Noda

Tipe Kerusakan

Kerusakan estetika dan struktural pada bambu.

Kerusakan estetika pada bambu.

Ukuran

Mikroskopis

Tempat Tumbuh

Mulanya di atas permukaan furniture bambu yang kotor. Bila dibiarkan akan tumbuh ke dalam lapisan cat hingga substrat bambu itu sendiri.

Di antara jaringan sel kayu

Tanda Kemunculan

Muncul hifa pada permukaan bambu atau produk bambu.

Muncul noda pada bambu yang tak bisa hilang meski sudah digosok. Noda yang muncul bisa sangat beragam mulai dari biru hingga kecoklatan.

Penyebab

Udara lemban dan lingkungan berdebu.

Substrat bambu lembab.

Cara Mengatasi Jamur Blue Stain pada Bambu

jenis jamur blue stain pada bambu

Pembasmian jamur blue stain menggunakan fungisida sangat dianjurkan. Tetapi hanya dengan cara demikian saja, warna noda pada bambu tidak akan hilang. Sel jamur boleh mati, tetapi “bangkainya” yang tertinggal dalam jaringan sel kayu masih akan merusak keindahan bambu.

Untuk mengatasi jamur noda blue stain, terapkanlah teknik finishing yang baik. Bila Anda berniat mengaplikasikan finishing warna solid, gunakan dulu dempul BioColours Wood Putty. Produk tersebut akan menutup dengan sempurna warna asli bambu yang rusak akibat noda jamur.

Cara Mengatasi Jamur Pembusuk pada Bambu

Untuk mengatasi jamur pembusuk, gunakan Film Preservative FPR36 dan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

    1. Pakai kacamata pelindung, sarung tangan, dan berbagai perlengkapan keamanan lainnya.
    1. Keringkan bambu, lakukan penggosokkan untuk pembersihan manual. Hati-hati agar tidak merusak bambu atau lapisan cat yang diaplikasikan.
    1. Larutkan fungisida FPR36 sesuai rekomendasi.
    1. Tunggu beberapa saat.
  1. Jaga kondisi ruangan agar tidak lemban dan kotor supaya jamur pembusuk tak lagi menyerang di kemudian hari.

Demikian tahapan cara mengatasi jamur yang menyerang bambu. Informasi lebih lanjut mengenai metode yang tepat dan produk yang kami rekomendasikan bisa Anda dapatkan dengan menghubungi kami via kontak yang tersedia. Semoga informasi ini bermanfaat.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn