Cara Menghilangkan Jamur pada Bambu: dari Idenfitikasi hingga Tips Penting

Tak seperti anggapan kebanyakan orang, cara menghilangkan jamur pada bambu harus dilakukan hati-hati. Apalagi bila masalah tersebut terjadi pada skala bisnis/industri. Tanpa pemahaman mengenai cara yang tepat, resiko kerugian hingga jutaan rupiah bukan lagi sekedar ancaman. Ikuti tahapan di bawah ini untuk menghilangkan organisme tersebut dari bambu Anda.

Identifikasi Jamur

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasi spesies jamur yang menginfeksi. Terdapat dua jenis jamur yang biasa menyerang bambu dengan karakteristiknya masing-masing. Perbedaan tersebut berimplikasi pada cara penangannya.

Jamur Blue Stain

jenis jamur blue stain pada bambu

Adalah organisme mikroskopis yang hidup di antara jaringan sel bambu, kayu, maupun serat alam. Bila bambu terserang jamur ini, akan muncul noda biru kehitaman hingga kecoklatan pada permukaannya. Tetapi, berbeda dengan jamur yang biasa kita kenal, noda-noda tersebut tak bisa hilang hanya dengan digosok atau diusap. Jamur ini juga tidak membusukkan bambu sehingga meski nilai estetikanya menurun, tetapi secara fungsional bambu masih bisa digunakan.

bahariherbal

lantai bambu berjamur

Lantai bambu berjamur

Jamur Pelapuk

Jamur pelapuk adalah jamur makroskopis berhifa yang dapat membuat bambu rusak secara estetika maupun struktural. Meskipun efeknya lebih membahayakan dibanding blue stain, tetapi infeksi jamur ini relatif lebih lama.

Berikut ini akan dijelaskan lebih ringkas perbedaan jamur pelapuk dan blue stain.

Normal

Iklan Biothane utama

0

false

false

false

EN-US

X-NONE

X-NONE

/* Style Definitions */

table.MsoNormalTable

{mso-style-name:”Table Normal”;

mso-tstyle-rowband-size:0;

mso-tstyle-colband-size:0;

mso-style-noshow:yes;

mso-style-priority:99;

mso-style-qformat:yes;

mso-style-parent:””;

mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-right:21.25pt;

mso-para-margin-bottom:0cm;

mso-para-margin-left:53.85pt;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

text-align:justify;

text-indent:-17.85pt;

mso-pagination:widow-orphan;

font-size:11.0pt;

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;

mso-ascii-font-family:Calibri;

mso-ascii-theme-font:minor-latin;

mso-hansi-font-family:Calibri;

mso-hansi-theme-font:minor-latin;

mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;

mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

table.MsoTableLightShadingAccent2

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-tstyle-rowband-size:1;

mso-tstyle-colband-size:1;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

border-top:solid #C0504D 1.0pt;

mso-border-top-themecolor:accent2;

border-left:none;

border-bottom:solid #C0504D 1.0pt;

mso-border-bottom-themecolor:accent2;

border-right:none;

mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-right:21.25pt;

mso-para-margin-bottom:0cm;

mso-para-margin-left:53.85pt;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

text-align:justify;

text-indent:-17.85pt;

mso-pagination:widow-orphan;

font-size:11.0pt;

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;

mso-ascii-font-family:Calibri;

mso-ascii-theme-font:minor-latin;

mso-hansi-font-family:Calibri;

mso-hansi-theme-font:minor-latin;

mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;

mso-bidi-theme-font:minor-bidi;

color:#943634;

mso-themecolor:accent2;

mso-themeshade:191;}

table.MsoTableLightShadingAccent2FirstRow

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-table-condition:first-row;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-border-top:1.0pt solid #C0504D;

mso-tstyle-border-top-themecolor:accent2;

mso-tstyle-border-left:cell-none;

mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #C0504D;

mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent2;

mso-tstyle-border-right:cell-none;

mso-tstyle-border-insideh:cell-none;

mso-tstyle-border-insidev:cell-none;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-bottom:0cm;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

line-height:normal;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightShadingAccent2LastRow

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-table-condition:last-row;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-border-top:1.0pt solid #C0504D;

mso-tstyle-border-top-themecolor:accent2;

mso-tstyle-border-left:cell-none;

mso-tstyle-border-bottom:1.0pt solid #C0504D;

mso-tstyle-border-bottom-themecolor:accent2;

mso-tstyle-border-right:cell-none;

mso-tstyle-border-insideh:cell-none;

mso-tstyle-border-insidev:cell-none;

mso-para-margin-top:0cm;

mso-para-margin-bottom:0cm;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

line-height:normal;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightShadingAccent2FirstCol

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-table-condition:first-column;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightShadingAccent2LastCol

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-table-condition:last-column;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

mso-ansi-font-weight:bold;

mso-bidi-font-weight:bold;}

table.MsoTableLightShadingAccent2OddColumn

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-table-condition:odd-column;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-shading:#EFD3D2;

mso-tstyle-shading-themecolor:accent2;

mso-tstyle-shading-themetint:63;

mso-tstyle-border-left:cell-none;

mso-tstyle-border-right:cell-none;

mso-tstyle-border-insideh:cell-none;

mso-tstyle-border-insidev:cell-none;}

table.MsoTableLightShadingAccent2OddRow

{mso-style-name:”Light Shading – Accent 2″;

mso-table-condition:odd-row;

mso-style-priority:60;

mso-style-unhide:no;

mso-tstyle-shading:#EFD3D2;

mso-tstyle-shading-themecolor:accent2;

mso-tstyle-shading-themetint:63;

mso-tstyle-border-left:cell-none;

mso-tstyle-border-right:cell-none;

mso-tstyle-border-insideh:cell-none;

mso-tstyle-border-insidev:cell-none;}

Perbedaan

Jamur Blue Stain

Jamur Pelapuk

Ukuran

Mikroskopis

Makroskopis

Tanda infeksi

Bambu atau kayu berwarna biru hingga kecoklatan

Muncul hifa pada permukaan kayu atau bambu

Dampak

Estetika bambu/kayu menurun

Estetika dan struktur bambu/kayu rusak

Karakter khusus

Tak bisa hilang hanya dengan diusap atau digosok

Bisa hilang dengan diusap atau digosok

Penyebab infeksi

Substrat kayu lembab

Kelembaban udara tinggi dan lingkungan kotor

Cara Menghilangkan Jamur pada Bambu: Disesuaikan dengan Karakternya

Berdasarkan perbedaan pada tabel di atas, berikut ini cara yang tepat untuk mengatasi jamur blue stain maupun pelapuk sesuai karakternya masing-masing.

Blue Stain

Bila bambu Anda sudah terinfeksi blue stain, aplikasikan fungisida dengan cepat agar infeksi organisme tersebut tidak menyebar lebih jauh. Anda bisa mengandalkan obat jamur Microcide 100 EC yang memiliki fungsi tersebut. Tetapi, aplikasi obat ini atau fungisida manapun tidak akan mampu membuat warna bambu seperti sedia kala. Sebab, meski jamur telah mati, sel-selnya yang berwarna biru hingga kecoklatan masih tertinggal di dalam jaringan bambu. Untuk menghilangkannya, Anda bisa menggunakan pemutih kayu seperti White Agent 250 atau mengaplikasikan sistem pengecatan atau finishing yang bagus dengan BioColours.

Pelapuk

Cara menghilangkan jamur pada bambu yang termasuk jenis “mold” atau jamur pelapuk, dapat Anda lakukan dengan mengaplikasikan Film Preservative FPR36. Bersihkan dulu jamur dengan cara pengusapan, lalu gunakan obat tersebut. Agar jamur tidak kembali menyerang, pastikan untuk menjaga kelembaban udara dalam ruangan dan memastikan kondisi ruangan bersih. Pada proses pengiriman, Anda sebaiknya melakukan pengemasan yang tepat dan penggunaan Container Desicant Pole sebagai penyerap kelembaban. Film Preservative FPR36 juga bisa Anda campur ke dalam cat untuk proteksi yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn