Polusi Plastik dan Pentingnya Pengawetan Kayu

Istilah pengawetan kayu masih asing di telinga awam. Padahal, bila dilakukan dengan metode yang tepat bisa mengurangi polusi plastik.

polusi plastik

Kayu diawetkan? Mungkin istilah pengawetan kayu masih asing di telinga kita. Tak jarang juga ada beberapa di antara kita yang membatin, “Memangnya kayu itu makanan? Kok diawetkan?”

Eits, jangan salah. Kenyataannya, yang namanya treatment pengawetan untuk kayu itu memang ada. Hampir semua produsen pengolahan kayu melakukan tahapan kegiatan ini. Tujuannya? Jelas agar kayu lebih awet digunakan.

Tapi awet dari apa?

Perlu dipahami, kayu seperti juga bahan-bahan organik lainnya punya sifat mudah busuk. Kayu bukan plastik yang sulit diuraikan bakteri. Bahan ini juga bukan logam yang ketika menua malah berkarat.

Kayu seperti makanan kita sehari-hari terdiri dari zat-zat organik yang pada akhirnya bisa mengalami pelapukan oleh mikroorganisme dan makhuk hidup lainnya.

Lamanya kayu membusuk berbeda-beda. Ada yang sangat lama seperti jati, tapi ada yang sangat mudah busuk seperti kayu pinus. Intiny bahwa kayu pada akhirnya akan tetap membusuk.

Nah, yang disebut treatment pengawetan kayu punya tujuan supaya masa pakai kayu lebih panjang. Jadi, treatment ini sekadar mencegah proses pembusukan kayu saja.

Sebab, pada hakikatnya, semua materi organik pasti akan membusuk. Treatment ini tidak dimaksudkan agar kayu bisa dipakai “selamanya” seperti plastik.

Iklan Biothane utama
penggunaan polusi plastik
Image source: darrinqualman

Polusi Plastik yang Mengkhawatirkan

Hingga revolusi industri, manusia sebenarnya tidak mengenal bahan plastik sama sekali. Yang seringkali dianggap sebagai plastik pada masa sebelum itu adalah plastik organik. Misalnya berbagai bahan berbasis karet alami hingga material-material polimer organik dari telur.

Plastik ditemukan ketika ilmu kimia berkembang pesat pada abad ke delapan belas. Penemu plastik yang diakui dunia adalah Alexander Parkes. Beliaulah orang pertama yang membuat plastik sintetis.

Sayangnya, penemuan ini berujung pada melonjaknya pemakaian plastik yang berlebihan. Dampak lingkungannya pun tak terkira. Berikut ini beberapa contoh dampak lingkungan yang disebabkan pencemaran sampah plastik.

  1. Lahan yang menjadi kurang ideal untuk ditanami sebab terdapat sampah plastik yang sulit terurai.
  2. Pencemaran di perairan yang bisa menyebabkan banjir dan tertutupnya aliran air. Sebagai akibatnya, beberapa organisme akan mati karena memiliki pola hidup tergantung arus air.
  3. Emisi gas rumah kaca yang meningkat. Menurut laporan terkini, penggunaan plastik merusak lapisan ozon setara dengan emisi 850 juta ton karbon dioksida.
  4. Genangan air yang bisa menyebabkan penyakit endemik.
  5. Gangguan pencermaan hewan seperti yang dialami mahluk hidup air yang kadang tak sengaja memakan plastik.

Berbagai dampak akibat polusi plastik ini jelas sangat mengkhawatirkan. Oleh sebab itulah, diperlukan kesadaran dari segenap pihak untuk mengurangi pemakaian bahan plastik. Apalagi bahan plastik baru dan bukan hasil daur ulang.

Dalam bidang furnitur dan konstruksi bangunan, hal ini bisa diatasi dengan dilakukannya treatment pengawetan untuk material kayu untuk  memperpanjang usia penggunaan kayu. Tentu dengan harapan besar bahwa segala macam dampak lingkungan yang disebutkan atau tidak disebutkan di atas berkurang atau malah tidak lagi terjadi di masa mendatang.

Nah, treatment khusus terhadap kayu akan berdampak pada:

  1. Orang-orang tetap setia pada kayu atau bahan organik lainnya dan mulai mengurangi penggunaan plastik. Sebab produk kayu pun sangat awet, malah keunggulaannya adalah bisa didaur ulang secara alami.
  2. Pengrajin mebel bisa menggunakan kayu non premium dan mengubahnya menjadi kayu yang awet dengan treatment khusus untuk pengawetan. Penggunaan kayu seperti ini biasanya lebih hemat sehingga konsumen pun menyukainya.

Metode Pengawetan Kayu, Alternatif Cegah Polusi Plastik

Bila kita bicara proses pengawetan kayu, sebenarnya alur treatment preservasi kayu cukup rumit. Tapi prinsipnya sebetulnya sederhana saja. Cara-cara mengawetkan kayu dilakukan dengan memanfaatkan “obat-obatan” khusus.

Obat-obat ini harus membuat kayu tidak disukai hama seperti bakteri, jamur, hingga kumbang totor. Karena itu, obat-obatan ini biasanya diambil dari golongan insektisida, fungisida, dan bakterisida khusus kayu.

Obat-obat tersebut kemudian diresapkan ke dalam substrat kayu. Nah, ada beberapa contoh obat yang bagus berikut ini bisa jadi referensi untuk pengawetan kayu Anda.

  1. BioCide Wood Fungicide sebagai antijamur khusus noda pada kayu dan bakteri
  2. BioCide Surface Film Preservative sebagai antijamur permukaan.

Metode aplikasi kedua obat tersebut bisa dibedakan menjadi beberapa cara. Tiga di antaranya, adalah:

Metode Oles

Metode oles dilakukan dengan mengoleskan cairan pengawet pada permukaan kayu. Metode oles sangat mudah dilakukan namun paling tidak efektif.

Metode Rendam

Metode rendam dilakukan dengan merendamkan kayu dalam larutan cairan pengawet. Agar cairan bisa meresap dengan baik, kayu harus dalam kondisi kering.

Dibanding metode oles, cara pengawetan kayu dengan metode rendam lebih efektif. Namun langkah-langkahnya cukup menguras biaya, waktu, dan energi. Meskipun begitu, dari aspek lingkungan, treatment ini tetap “worth it” dilakukan sebagai upaya mencegah polusi plastik.

Metode Vakum Tekan

Metode ini dilakukan dengan sebuah alat woodworking canggih, yakni mesin vakum tekan. Mesin memiliki sebuah tabung yang bisa diisi dengan potongan kayu dan cairan pengawet.

Kondisi tabung kemudian diatur tekanan dan suhunya. Tujuannya tentu agar cairan pengawet lebih meresap.

Dibanding 2 metode sebelumnya, metode inil yang paling efektif dan sangat disarankan. Akan tetapi, Anda harus membeli mesin vakum tekan yang harganya tidak murah. Di pasaran, mesin seperti ini (sewage treatment plant) dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

No Metode Pengawetan Kayu Kelebihan Kekurangan
1. Oles Praktis dan murah Kurang efektif
2. Rendam Efektif dan tak begitu malah Kurang praktis
3. Vakum Tekan Sangat efektif Mahal (biaya pembelian mesin puluhan hingga ratusan juta

5 Poin Penting tentang Pengawetan Kayu dan Polusi Plastik

  1. Pengawetan kayu merupakan treatment yang bertujuan untuk memperpanjang usia kayu. Treatment ini tidak didesain untuk membuat kayu jadi non degradable seperti plastik. Hal itu dikarenakan sifat plastik yang justru destruktif dengan karakter non degradable-nya.
  2. Beberapa contoh dampak buruk pencemaran sampah plastik antara lain adalah tanah yang tidak sehat hingga kerusakan lapisan ozon.
  3. Pengawetan kayu bisa mengurangi pemakaian plastik dalam industri mebel dan konstruksi. Sebab, pengawetan kayu bisa membuat kayu lebih awet sekaligus menurunkan harga kayu premium.
  4. Agar pengawetan yang dilakukan efektif, jangan lupa gunakan pengawet BioCide, ya.
Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn