Mengenal Ciri dan Karakteristik Kayu Nangka

Siapa tak kenal nangka alias jackfruit? Namun tahukah Anda bahwa pada pohon A. heterophyllus bukan hanya bagian buahnya saja yang penting? Kayu nangka menyimpan banyak potensi untuk diolah.

Pohon itu biasa disebut sebagai pohon nangka di Indonesia. Sedangkan nama Bahasa Inggrisnya adalah jackfruit. Nangka adalah salah satu pohon yang sangat populer di Indonesia.
Apalagi kalau alasannya bukan karena buahnya. Secara umum buah nangka sangat lezat dengan rasa manis dan sedikit asam. Kita menggunakannya untuk membuat sayuran, minuman, dan lain sebagainya.

Kendati demikian, bukan hanya bagian buah yang menarik dari pohon ini. Artocarpus heterophyllus juga merupakan tanaman penghasil kayu dengan kualitas yang bagus. Seperti apa ciri-ciri dan guna kayu ini? Mari, langsung simak saja penjelasannya di bawah ini.

Karakteristik Kayu Nangka

  1. Warna: tampilan menarik dengan bagian tengah yang nampak kekuningan
  2. Kelas kuat: II – III
  3. Berat jenis: 0,6 g/cm3
  4. Kandungan selulosa bagian teras: 56,3%
  5. Kadar abu: 1,2%
  6. Kandungan silika: – (tak ada)
  7. Pengerjaan: secara umum merupakan kayu yang mudah dikerjakan
  8. Kelas awet: II dan III

Klasifikasi Ilmiah Artocarpus heterophyllus

  1. Kingdom: Plantae
  2. Klad: Tracheophytes
  3. Klad: Angiospermae
  4. Klad: Eudicot
  5. Klad: Rosids
  6. Ordo: Rosales
  7. Famili: Moraceae
  8. Genus: Artocarpus
  9. Spesies: A. heterophyllus

Pendapat Ahli

Verheij dan Coronel (1997) menyebut kayu nangka sebagai kayu yang tahan rayap, tahan jamur, mudah dikerjakan, dan bisa mengkilap pasca penyemiran. Keduanya juga mengatakan bahwa kayu ini termasuk setengah keras.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  1. Mempunyai warna yang menarik dengan aksen kuning di bagian teras
  2. Kayu yang sangat kuat terutama terhadap serangan rayap tanah
  3. Harga kayu nangka yang tidak semahal jati
  4. Pengerjaan yang secara umum mudah
  5. Kuat dan kokoh
  6. Pola serat yang menarik

Kekurangan

  1. Meski digadang sebagai subtitusi atau alternative, namun masih sulit dicari
  2. Tak begitu populer di kalangan awam masa kini
  3. Kualitas masih di bawah jati

Pemanfaatan Kayu Nangka

Hingga hari ini, kayu Artocarpus heterophyllus telah banyak digunakan untuk:

  1. Membuat bangunan, baik itu elemen seperti pintu sampai tiang-tiang, dari zaman dulu hingga zaman sekarang.
  2. Digunakan untuk membuat furniture dan perabot rumah tangga secara umum
  3. Digunakan untuk membuat hiasan kerajinan
  4. Digunakan untuk konstruksi eksterior seperti jembatan, pagar, dan tiang-tiang
  5. Digunakan untuk membuat alat musik

Kayu Alternatif (Subtitusi)

Kayu nangka sering digadang-gadang sebagai material alternative. Sebab, saat ini, kayu-kayu premium terutama jati sudah sangat tinggi tingkat permintaannya.

Sayangnya, tingkat permintaan yang tinggi tersebut tak bisa dicukupi oleh supply produsen. Akibatnya, harga jati menjadi sangat mahal dan beredar pula jati muda dan jati di bawah kualitas standar.

Bila hal tersebut diteruskan, tentu efeknya tidak baik untuk kelestarian alam ataupun untuk industri pengolahan kayu seperti mebel. Maka dari itulah diperlukan alternatif yang baik.

Iklan Biothane utama

Nangka sendiri dianggap cocok sebagai kayu alternatif karena kualitasnya di atas standar. Hanya saja, seperti disinggung di atas, supply kayu ini masih kurang.

pemanfaatan kayu nangka
Sebuah karya seni dari Bui Cong Khanh

Bagaimana dengan Level Ketahanan (kelas awet) Kayu Nangka?

Meski mempunyai level ketahanan (kelas awet) II dan III namun, perlu diperhatikan bahwa kayu dalam kelas III pun rentan terkena serangan hama.

Beberapa kayu Artocarpus yang tua mungkin bisa digolongkan dalam kelompok kelas awet II. Akan tetapi yang lainnya belum tentu begitu.

Oleh karena hal itu, sekiranya Anda memanfaatkan kayu ini untuk proyek woodworking (seperti produksi mebel) sangat disarankan untuk melakukan trearment preservasi kayu dulu. Salah satunya adalah preservasi terhadap pertumbuhan jamur.

Pada nangka (dan berbagai kayu lain pada umumnya), patut diwaspadai dua jenis jamur yang bisa menyebabkan kerusakan, yaitu:

  1. Tipe Blue stain. Jamur ini adalah jamur perusak kecantikan kayu. Kayu yang terkena blue stain jadi terlihat kotor sehingga perlu dibleaching dengan pemutih kayu yang bagus. Misalnya saja White Agent (WA-250). Bila dilakukan dengan pemutih yang jelek seperti yang basisnya hidrogen peroksida, hasilnya kayu malah bisa berubah menjadi pink (merah muda) atau tak natural.
  2. Tipe pembusuk. Jamur ini menyebabkan rate of decomposition. Kecepatan dekomposisi material organic meningkat pesat dengan aktivitas wood decaying fungus. Sebab jamur ini juga bisa memberikan iklim ideal untuk organisme pembusuk yang lain seperti bakteri. Jamur pembusuk umumnya muncul karena humiditas udara (RH) yang tinggi. Bila akar jamur belum merasuk dalam substrat kayu, jamur seperti ini umum disebut sebagai jamur permukaan.

Kedua jenis jamur itu rentan menyebabkan kerusakan secara estetika ataupun struktural terhadap kayu nangka. Jadi, khusus untuk Anda yang memanfaatkan kayu ini untuk kebutuhan woodworking, ingat-ingatlah untuk melakukan pengawetan antijamur pembusuk dan jamur noda.
Kami di antijamur.net pun sedia obat yang bisa Anda gunakan. Obat yang kami maksud adalah BioCide Wood Fungicide dan BioCide Suraface Film Preservative.

Apabila Anda ingin melindungi kayu dari stain fungus, maka BioCide Wood Fungicide bisa dipilih. Sedangkan bila Anda ingin melindungi kayu dari wood decaying fungus alias jamur pembusuk, maka BioCide Surface Film Preservative dapat Anda andalkan.

Bagaimana Cara Aplikasi BioCide pada Kayu Nangka?

Metode pengawetan untuk kayu Artocarpus pada dasarnya cukup sederhana. Anda bisa mengoleskan saja BioCide yang sudah diencerkan pada permukaan kayu. Hanya saja, cara paling praktis ini memang tak begitu bagus dari segi efektivitas (kedalaman peresapan rendah).

Untuk hasil yang lebih baik, maka pilihannya adalah metode rendam dengan metode vacuum pressed (vakum tekan). Pada metode rendam, kayu yang sudah dipotong tinggal dimasukkan ke kolam berisi BioCide yang sudah diencerkan.

Sedangkan untuk metode vakum tekan, diperlukan mesin autoclave kayu. Mesin autoclave bisa digunakan diatur suhu dan tekanan dalam tangki. Sehingga kedalaman peresapan (depth of absorbtion) obat BioCide bisa dilakukan semaksimal mungkin.

Pesan BioCide Yuk!

Ayo, pesan sekarang BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative! Untuk pengawetan kayu nangka antijamur yang terbaik, memang kedua fungisida tersebut sangat bisa diandalkan.

Silahkan pesan produk kami untuk kebutuhan Anda. Anda bisa memesan via beberapa kontak, baik itu melalui WA, email, telepon, hingga SMS. Pun begitu bila Anda ingin membeli dengan cara biasa, silahkan berkunjung ke Bio Service Poitnt.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan mengenai pemanfaatan dan karakteristik kayu nangka. Simak artikel lainnya dalam kategori ensiklopedia kayu.

 

Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn