perbedaan jamur dan wet root

Perbedaan Antara Jamur dan Wet Rot pada Kayu, Serupa tapi Tak Sama

Jamur dan wet rot atau busuk basah tampaknya memang memiliki banyak kesamaan. Keduanya terdiri dari spora jamur yang dihubungkan oleh hifa (batang).

Kedua organisme ini juga sama-sama membutuhkan kelembapan, mengandung bau apek dan berpotensi merusak permukaan tempat mereka menetap. Sebagai hasil dari kesamaan ini, Anda mungkin menemukan salah satu dari jenis jamur ini. Dan bertanya-tanya apakah sebenarnya itu jamur atau wet rot? Untuk dapat membedakan keduanya dengan baik, Anda harus membiasakan diri dengan perbedaannya. Simak pembahasannya di artikel ini.

promo produk white agent wa-250

Perbedaan antara Jamur dan Wet Rot

perbedaan jamur dan wet root
Kayu yang ditumbuhi jamur

Kendati dari segi rupa atau penampakannya, kedua organisme ini tampak sama namun sebenarnya keduanya berbeda. Dapat tumbuh secara alami, kedua organisme ini tetap punya karakter hidup yang berbeda. Menarik untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam mengenai keduanya. Untuk lebih jelasnya dan dapat memahami lebih dalam, simak pembahasan lebih dalam mengenai karakter dari keduanya.

Berikut ini beberapa kriteria atau karakter yang bisa jadi pembeda antara jamur dengan busuk basah alami pada kayu alias wet rot, di antaranya adalah:

1. Permukaan yang Terkena

Wet rot dapat tumbuh secara khusus pada permukaan kayu dan tanaman. Jamur dapat tumbuh pada permukaan kayu, tetapi juga dapat tumbuh pada makanan, plester, tanah, nat, ubin, dan karpet. Jika Anda menemukan jamur tumbuh di permukaan non-kayu, kemungkinan besar Anda memang melihat jamur. Meskipun dalam kasus yang jarang terjadi, masalahnya mungkin juga disebabkan oleh ragi atau karat.

promo produk biocide insecticide

Jika Anda melihat jamur yang tumbuh di permukaan kayu, Anda harus mempertimbangkan hal lain untuk menentukan apakah itu benar-benar jamur atau busuk basah.

2. Penampilan fisik jamur dan wet rot

perbedaan jamur dan wet root
Wet rot. Sumber: timberwise.co.uk

Jika Anda melihat jamur yang tumbuh di kayu, perhatikan konsistensinya. Jamur memiliki penampilan seperti beludru, terkadang berlendir. Warnanya dapat bervariasi secara drastis. Tergantung pada jenis spora, ada yang telihat dari sangat terang hingga hitam. Tetapi sebaliknya, busuk basah biasanya muncul dalam bercak putih dan coklat tua. Selain itu, busuk basah memiliki penampilan yang jauh lebih kabur daripada jamur dan juga dapat tampak lebih tebal dalam konsistensinya.

Pembusukan basah dapat menyebabkan buah, seperti misalnya buah yang masih menempel di pohon, membusuk dalam waktu 24 jam. Jamur terutama mempengaruhi kayu.

3. Variasi Ilmiah

Selain perbedaan fisik yang jelas, wet rot dan jamur mengacu pada jamur yang sama sekali berbeda. Busuk basah mengacu terutama pada jamur tertentu yang disebut Coniophora puteana.

Sementara jamur, adalah istilah umum yang mengacu pada ribuan jamur berbeda. Seperti Stachybotrys (jamur hitam), Cladosporium, Biploaris dan Aspergillus, beberapa di antaranya melepaskan racun ke atmosfer. Jamur hanyalah jamur multiseluler (mengandung hifa) yang dapat tumbuh bebas pada makanan dan permukaan rumah tangga.  Karena busuk basah tidak dapat tumbuh dengan bebas, itu bukan merupakan jamur, meskipun mengandung semua karakteristik jamur lainnya.

4. Informasi lainnya

Ada informasi lain yang bisa turut menyumbang data mengenai perbedaan antara keduanya. Meski serupa, nyatanya memang kedua organisme ini berbeda dan tidak sejenis. Jika Anda melihat pertumbuhan jamur berbulu putih pada tanaman atau pohon, itu mungkin masih merupakan jamur yang sama sekali berbeda dari yang menyebabkan jamur atau busuk basah.

Lapisan yang terlihat seperti embun namun terasa seperti tepung saat disentuh dan jamur berbulu halus juga mempengaruhi tanaman. Tetapi jenis ini bukan merupakan jamur dalam pengertian tradisional, karena hanya mempengaruhi kehidupan tanaman. Lapisan tersebut dan bulai akan tampak lebih lembut daripada wet rot, lebih berkapur daripada fuzzy, dan tumbuh lebih menonjol pada daun daripada kayu. Secara garis besar, meski keduanya terjadi secara alami namun kemunculan serta karakteristiknya memang berbeda.

Jika Anda bermasalah dengan jamur, hal ini masih bisa ditangani dengan menggunakan produk anti jamur kayu yang berkualitas. Seperti Biocide Wood Fungicide dan Biocide Surface Film Preservative.

Penanganan Jamur pada Kayu dengan BioCide

Produk Pencegah Jamur Biocide
Produk Biocide

Untuk mengatasi jamur khususnya pada media kayu dan sejenisnya, Biocide memang layak jadi andalan. Bisa diperhatikan dari spesifikasi lebih lanjut tentang pertumbuhan jamurnya.

Jika tumbuh pada area permukaan, Anda bisa menggunakan produk Biocide Surface Film Preservative (SFP). Namun jika jamur tumbuh pada area dalam atau serat kayu, maka bisa diatasi dengan produk Biocide Wood Fungicide.

Selain bisa diaplikasikan pada kayu, kedua produk ini juga bisa diaplikasikan pada material organik sejenis kayu. Di antaranya triplek, MDF, rotan, bambu, maupun material lainnya yang punya karakteristik mirip dengan kayu.

Aplikasi produk-produk Biocide juga sangat mudah dan fleksibel. Karena bisa dilarutkan dengan air bersih lalu diaplikasikan menggunakan kuas, spray gun, bahkan metode lain seperti vakum tekan.

Melakukan perawatan dengan Biocide dapat menjaga dan memperpanjang usia pakai kayu. Dengan hal ini, diharapkan penggunaan kayu bisa dilakukan hingga jangka waktu yang lebih lama.