Mempertahankan Kualitas Kayu Laban untuk Bahan Baku Furniture

Kalapapa atau sering juga disebut kayu laban merupakan salah satu kayu yang melimpah di Indonesia. Kayu yang sering digunakan sebagai bahan bakar ini, rupanya memiliki potensi luar biasa sebagai bahan baku furniture. Bagaimana tidak? Berbagai aspek yang dimiliki kayu ini sangat diidealkan dalam industri woodworking. Secara umum, kayu ini memiliki keawetan dan kekuatan yang sangat baik.

<

p style=”text-align: justify;”>Atas potensinya tersebut, laban mulai banyak digunakan sebagai salah satu alternative kayu pengganti jati. Kayu yang banyak terdapat di Sumatra hingga Papua tersebut bisa digunakan sebagai konstruksi bahan bangunan, mebel, hingga craft. Selain itu, laban atau halban juga menjadi material dominan dalam pembuatan rebana.

Untuk lebih mengenal kayu ini, mari simak sekilas beberapa fakta dan ciri terkait laban.

Ciri dan Fakta Kayu Laban

Nama Latin

kayu-laban

Vitex pubescens

Persebaran

Kayu ini tumbuh di berbagai pulau di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Warna Kayu

Warna kayu kecoklatan dengan sedikit aksen merah

alterntif text

Berat Jenis

Berat jenis rerata 0,88

Tingkat Keawetan

Sebagaimana dijelaskan di atas, kelas keawetan kayu laban sangat bagus. Kayu ini termasuk dalam kelas awet I sepertihalnya jati.

Kelas Kuat

Kelas kuat I-II atau sangat baik.

Kembang Susut

Tingkat kembang susut sedang sehingga ukurannya cenderung stabil.

Kemudahan Pengolahan

Pengolahan kayu tidak sulit. Ada hal-hal yang harus diantisipasi, namun secara umum bisa diolah dengan tak menimbulkan banyak masalah.

Daya Retak

Laban termasuk kayu yang daya retaknya kecil.

Meningkatkan Kualitas Kayu Laban dengan Pengawetan

Salah bila kita mengira bahwa dengan keawetannya yang baik, treatment pengawetan tak perlu dilakukan. Bahkan jati pun masih rentan diserang jamur blue stain sebagaimana gambar di bawah ini. Sebab, meski laban secara umum memiliki pertahanan yang baik terhadap hama, akan tetapi kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Ada kalanya laban ditebang pada usia terlalu muda atau diletakkan dalam kondisi yang lembab sehingga ancaman jamur begitu besar.

Oleh karena itu, proses pengawetan untuk mempertahankan kayu ini tetap kami rekomendasikan. Apalagi biaya treatment pengawetan kayu pun tak mahal dibanding manfaat yang bisa diperoleh.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!