4 Keunggulan Kayu Jabon yang Perlu Anda Tahu

kayu-jabon

Kayu jabon merupakan salah satu jenis kayu yang saat ini banyak diminati pasar. Jabon yang terdiri dari jabon merah dan putih memiliki banyak keunggulan dibanding banyak kayu lainnya. Namun keunggulan kayu ini tentu bersifat relatif. Artinya, meski tidak seawet jati, kayu ini justru unggul karena dari sifat tersebut, harganya tidak semahal jati.

Apa saja yang membuat jabon unggul? Kami akan jelaskan, tapi sebelumnya, mari kita simak beberapa keterangan spesifik dan karakteristik kayu tersebut terlebih dahulu.

Fakta mengenai Pohon Jabon

  1. Jabon merupakan tanaman dengan nama ilmiah Antochepalus cadamba
  2. Tanaman ini terbagi menjadi dua, yakni jabon merah dan juga jabon putih.
  3. Di berbagai daerah, tanaman ini memiliki julukan Hanja, Kadam, Lampean, Jabon, White Jabon, Kaaton Bangkal, dan Klampayan.
  4. Habitat: Merupakan tanaman yang tersebar di Asia Selatan (India), Asia Timur (China), Asia Tenggara (Vietnam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan juga Filipina), serta Australia (Papua Nugini dan Australia)
  5. Termasuk tanaman yang cukup tinggi. A. cadamba bisa tumbuh hingga 45 meter dengan diameter batang pohon 100 meter.
  6. Biasanya ditemukan di dalam hutan dengan curah hujan tinggi dan tanah yang lembab.
  7. Ditemukan dari ketinggian 300 hingga 800 mdpl.
  8. Buah tanaman ini bisa dimakan.
  9. Masyarakat sering menggunakan daunnya untuk pakan ternak.

Ciri dan Karakteristik Kayu Jabon

  1. Kayu jabon adalah material utama yang diambil manusia dari tanaman A. cadamba. Berikut ini ciri-ciri atau karakteristik kayu dari tanaman tersebut.
  2. Tergolong sebagai kayu yang ringan
  3. Warna kayu teras (heartwood atau kayu bagian dalam) dengan kayu gubal (sapwood atau kayu bagian luar) tidak berbeda dengan jelas.
  4. Secara umum, kayu berwarna kuning terang.
  5. Densitas kayu: 290-560 kg/cu pada Moisture Content 15%
  6. Pola serat lurus
  7. Kurang mengkilap
  8. Tekstur medium
  9. Tak menghasilkan bau khas atau bau wangi

    Secara umum merupakan kayu yang mudah untuk diolah

  10. Bukan kayu yang awet. Ketahanannya berada di level kelas V
  11. Mudah diketam
  12. Mudah dikeringkan dengan hasil yang bagus
  13. Bukan kayu yang kuat. Kelas III-IV.
  14. Harga terjangkau dibanding kayu yang lain

Di atas sudah dijelaskan ciri dan karakter kayu A. cadamba. Untuk keunggulannya, berikut ini beberapa keunggulan jabon yang merupakan tanaman keramat asal India tersebut.

4 Keunggulan Kayu Jabon sebagai Tanaman Budidaya

  • Cepat Tumbuh

Pohon jabon tergolong tanaman cepat tumbuh (fast growing plant). Pada usia 6 tahun, batangnya sudah bisa dipanen dan diolah dalam industry woodworking.

Apakah ini merupakan suatu keunggulan? Jelas. Banyak petani yang tak sabar menantikan pohon yang mereka tanam. Beberapa malah memilih jalur pintas sehingga kemudian menebang kayu di hutan yang bukan menjadi hak mereka. Tingginya permintaan di pasar akan kebutuhan kayu log semakin membuat kondisinya tidak kondusif. Dengan demikian, hadirnya pohon yang kayunya bisa dipanen dengan lebih cepat jelas baik. Meksi kayu tersebut tak bisa digunakan untuk menggantikan kayu-kayu premium, tapi setidaknya, kayu-kayu tersebut bisa mencukupi kebutuhan kayu untuk dibuat menjadi aneka engineered wood seperti tripleks hingga particle board. Dan jabon di pasaran memang sering dipakai untuk pembuatan berbagai kayu olahan.

  • Target Pasar Jelas dan Luas

Kayu jabon banyak diminati pasar karena karakternya yang lurus. Utamanya, kayu ini digunakan dalam pembuatan plywood atau multipleks. Apalagi jabon putih yang memiliki warna krem terang dengan motif yang minim. Dari segi kemudahan pengolahannya, jabon juga unggul karena tidak sulit dikeringkan, dipaku, dipotong, hingga dilem. Daya susut kayu ini setelah dikeringkan juga kecil sehingga ukuran kayu lebih stabil.

  • Cocok dan Mudah Ditanam

Jabon merupakan tanaman asli Asia Selatan sehingga relatif cocok ditanam di Indonesia yang beriklim tropis. Secara umum, jabon bisa hidup di rentang ketinggian dari nol hingga seribu meter di atas permukaan laut. Pohon ini tumbuh subur pada lahan dengan tanah lempung, aluvial lembab, hingga podsolid cokelat. Tanaman ini juga menyukai cahaya atau light demanded plant.

  • Lebih Tahan Hama Dibanding Sengon

Salah satu alasan meningkatnya popularitas jabon tak lepas dari serangan hama yang marak pada perkebunan sengon belakangan ini. Tanaman jabon yang memiliki karakter mirip dengan sengon membuat material kayunya banyak dimanfaatkan sebagai bahan alternatif sengon. Apalagi dari berbagai hasil pengujian, ditemukan tanaman jabon lebih tahan terhadap serangan hama yang menyerang pohon sengon. Meski demikian, bukan berarti jabon memiliki ketahanan sebagaimana jati. Dalam industri woodworking, kayu jabon tetap direkomendasikan diawetkan baik dengan antiserangga (insektisida) maupun antijamur (fungisida).

Sayangnya Kayu Jabon juga Punya Kekurangan

Meski demikian, bukan berarti jabon memiliki ketahanan sebagaimana jati. Dalam industri woodworking, kayu jabon tetap direkomendasikan diawetkan baik dengan antiserangga (insektisida) maupun antijamur (fungisida). Apalagi seperti bisa dibaca pada keterangan awal mengenai kayu ini, jabon termasuk dalam kayu kelas ketahanan V.

Iklan Biothane utama

Kayu dalam kelas ketahanan V adalah kayu yang resistensinya benar-benar buruk. Kayu seperti ini mudah rusak selang beberapa tahun saja bila tidak dirawat dengan baik. Apalagi ketika kayu-kayu itu digunakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Tahukah kamu bahwa laju dekomposisi material organik seperti kayu sangat cepat di iklim tropis seperti Indonesia? Kelembaban yang tinggi dan banyaknya pengurai membuat kayu menjadi sasaran empuk untuk dihancurkan. Hanya bebarap kayu yang memiliki ketahanan natural. Yang lainnya, rentan rusak.

Di Amerika, beberapa tahun yang lalu pun tercatat kerugian hingga 5 milyar US dollar akibat kerusakan timber yang disebabkan serangan jamur. Bandingkan dengan Indonesia. Meski belum ada pencatatan kerugian yang rinci, namun dengan mudah kita bisa menduga bahwa tingkat kerugiannya jauh lebih parah dibanding angka 5 milyar USD itu.

Dengan kata lain, penggunaan kayu jabon sah-sah saja dilakukan. Tapi hendaknya, pemakaian kayu ini tidak malah membuat kita menjadi rugi. Kelemahan jabon dalam hal ketahanannya yang kurang mesti diantisipasi segera. Dan ini bisa dilakukan dalam proses pengawetan kayu.

Perlu Treatment Pengawetan Kayu Jabon

Kelemahan jabon, seperti dijelaskan di atas bisa diatasi dengan menerapkan treatment pengawetan. Salah satunya pengawetan antijamur. Prinsip treatment ini dilakukan dengan meresapkan fungisida ke dalam kayu. Peresapan fungisida akan membuat kayu menjadi toksik bagi jamur sehingga jamur tidak akan tumbuh pada kayu.

Treatment antijamur pada jabon juga bisa dilakukan agar tidak ada serangan sapstain. Sapstain adalah semacam mikroorganisme jamur yang menyebabkan noda biru, hijau, atau kehitaman pada kayu.Sapstain biasanya menyerang kayu yang masih basah seperti kayu yang baru ditebang dan belum dikeringkan. Makanya, pengawetan antijamur, khususnya untuk mencegah sapstain harus dilakukan sesegera mungkin. Anda bisa menerapkan langkah yang sederhana. Misalnya, mengolesi bagian kayu yang dipotong dengan fungisida yang tepat.

Anda Bisa Gunakan BioCide Antijamur

Untuk pengawetan antijamur kayu jabon, Anda bisa menggunakan produk kami. Kami menyediakan dua produk antifungal kayu terbaik yang memiliki fungsi berbeda.

Pertama, BioCide Wood Fungicide. Fungisida ini bisa Anda gunakan untuk mencegah jamur sap stain. Anda cukup mengolesinya saja ketika jabon baru ditebang, di area pemotongan. Setelah itu, sekiranya kayu sudah diawetkan, silahkan lakukan lagi pengawetan dengan metode yang lebih baik, misalnya dengan perendaman atau vakum tekan.

BioCide SFP. BioCide SFP bisa Anda gunakan untuk membasmi jamur permukaan pada permukaan kayu jabon atau pada mebel dari kayu tersebut. Selain itu, BioCide SFP juga bisa Anda gunakan untuk dijadikan pencampuran antifungal pada bahan finishing.

Cara Mengawetkan Kayu Jabon dengan BioCide Antifungal

Pengulasan atau penguasan. Caranya dilakukan dengan menguaskan BioCide Wood Fungicide pada bagian batang jabon yang baru ditebang.

  1. Perendaman, caranya dengan merendam kayu yang sudah disiapkan pada larutan BioCide Wood Fungicide yang diencerkan dengan air.
  2. Pencampuran dengan cat. Anda bisa mencampurkan BioCide SFP ke dalam bahan finishing untuk kayu jabon.

    Selain itu, Anda juga bisa menggunakan BioCide SFP untuk jaga-jaga. Sebab, dalam kondisi lembab, jamur bisa saja tumbuh di permukaan kayu sehingga butuh segera antijamur yang tepat.

Informasi Obat Pengawet Jabon

Hubungi kami via telp +62.274.388.301, sms dan WA +6287839346433, atau email info(at)bioindustries.co.id untuk informasi obat pengawet kayu jabon. Anda juga bisa memesan lewat nomor tersebut. Mau membeli secara langsung? Tentu bisa. Anda bisa berkunjung ke Bio Service Point atau agen Bio Industries di berbagai tempat di Indonesia.

Simpulan

  1. Jabon merupakan salah satu kayu yang memiliki banyak keunggulan. Namun secara khusus, kelebihan utama kayu ini terletak pada harganya yang murah dan sifatnya yang cepat dipanen.
  2. Sayangnya, pada berbagai aspek yang lain, kayu ini memiliki banyak kekurangan.
  3. Salah satu kekurangan kayu ini terletak pada sifatnya yang tidak awet. Meski lebih baik dari sengon, namun keawetan jabon berada di level kelas V.
  4. Oleh sebab itulah diperlukan treatment pengawetan, termasuk pengawetan antijamur.
  5. Treatment pengawetan antijamur bisa diterapkan dengan menggunakan fungisida terbaik kami, BioCide Wood Fungicide dan BioCide SFP.
Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn