Inilah yang Harus Anda Tahu Mengenai Pengawetan Kayu Jati Belanda

Sebagaimana proses pengawetan kayu lainnya, pengawetan kayu jati belanda pun dimaksudkan untuk meningkatkan usia pakai produk tersebut. Meski, material ini agak berbeda dibanding kayu kebanyakan.

Tak semua kayu di dunia ini bisa dijadikan kayu komersil. Pada banyak kasus, kayu-kayu tersebut hanya berakhir sebagai kayu bakar. Namun hal ini mulai berubah seiring dengan makin majunya industri woodworking. Di zaman sekarang, kayu-kayu berkualitas rendah pun bisa diolah untuk dijadikan engineered wood atau kayu olahan. Sementara yang lain dimodifikasi sedemikian rupa supaya ketahanannya meningkat.

Salah satu kayu yang mengalami peningkatan guna karena majunya industri woodworking adalah jati belanda. Bermula sebagai material yang sering dianggap sampah, jati belanda kini melalang buana dengan nilai jual yang menggiurkan.

Pengertian Kayu Jati Belanda

Pengawetan Kayu Jati Belanda

Kayu jati belanda bukanlah jenis kayu pada umumnya. Istilah jati belanda tidak menandakan material tersebut dari Belanda. Apalagi, pohon jati tidak mungkin tumbuh di negara subtropis seperti Belanda. Istilah jati belanda sering mengalami ambiguitas. Di satu sisi istilah ini digunakan untuk menunjuk kayu-kayu pinus bekas peti kemas kapal-kapal impor.

Dengan kata lain, bahan ini adalah bahan daur ulang. Namun di sisi lain jati belanda juga digunakan untuk merujuk pada kayu spesies tersendiri, yakni Guazuma ulmifolia.

Berikut klasifiklasi ilmiah kayu jati belanda.

  1. Kerajaan: Plantae
  2. Klad: Angiospermae
  3. Ordo: Malvales
  4. Famili: Sterculiaceae
  5. Genus: Guazuma
  6. Spesies: G. ulmiflora

Namun baik pinus atau G. ulmiflora, keduanya sama-sama merupakan kayu yang sering dipakai untuk pembuatan peti kemas. Dan karena digunakan sebagai kayu peti kemas, pada umumnya jati belanda telah ditreatment di negara asalnya (meski tidak bisa dipukul rata). Akan tetapi, meski sudah difinish sekalipun, treatment pengawetan kayu jati belanda tetap direkomendasikan.

Sebab, kalaupun sudah ditreatment, efektivitas proses tersebut belum tentu bisa bertahan lebih lama lagi. Kedua, ancaman yang akan dialami kayu tersebut berbeda dengan di negara asalnya. Dan yang terakhir, pada dasarnya treatment pengawetan kayu akan tetap memberikan keuntungan.

Baca Juga : cara membuat kayu palet lebih awet dan tahan lama

Prinsip Dasar Pengawetan Kayu Jati Belanda

Prinsip dasar treatment preservative sendiri dilakukan untuk mencegah jati belanda rusak. Obat pengawet, baik dari golongan antijamur (fungisida kayu) atau antiserangga diresapkan ke dalam substrat jati belanda untuk melindunginya dari berbagai hama, antara lain:

Kumbang Bubuk

Yakni kumbang hama yang larvanya memakan kayu solid dan mengubahnya menjadi kotoran bubuk sangat halus. Infeksi biasanya terjadi selama 1 tahun untuk 1 larva.

Namun demikian, hampir tak pernah kumbang bubuk hanya menyerang kayu dengan satu larva saja. Larva merupakan tetasan dari telur kumbang. Dan induk kumbang biasanya meletakkan banyak telur sekaligus pada suatu material kayu. Sehingga larva perusak pun pasti tidak sedikit. Belum lagi, bila indukan kumbang yang meletakkan telurnya tidak hanya satu. Sudah pasti kerusakan akan terjadi lebih masif dan cepat.

Kumbang Teter

Adalah kumbang hama sebagaimana kumbang bubuk (powderpost beetle). Namun kumbang teter tidak menghasilkan bubuk halus, melainkan partikel-partikel kecil dari kayu yang lebih kasar.

Di masyarakat, antara kumbang bubuk dan kumbang teter biasanya tidak dibedakan. Hal ini sangat wajar mengingat kedua jenis kumbang tersebut memiliki sifat yang serupa. Keduanya menyebabkan kerusakan pada fase larva dan disebabkan oleh indukan kumbang. Larva pun sama-sama bisa merusak kayu solid dengan sangat parah.

Rayap

Merupakan serangga koloni yang berkerabat dekat dengan kecoa. Rayap terdiri dari rayap kayu kering dan basah. Secara umum, serangan rayap lebih mudah teridentifikasi dan biasanya hanya terjadi pada kayu yang dibiarkan tanpa perawatan dalam jangka waktu lama.

Tipe serangan rayap agak berbeda dengan kumbang teter dan bubuk. Pada rayap, kerusakan tak jarang mudah sekali dilihat. Sementara kerusakan akibat kumbang bubuk umumnya lebih tersenyumbi. Kecepatan serangan rayap pun lebih tinggi. Apalagi bila yang menyerang merupakan rayap Formosa. Tipe tersebut bisa menyebabkan kerusakan sangat parah dalam waktu yang relative lebih singkat dibanding hama lainnya.

Jamur Blue Stain

Serangan Blue Stain Jamur Pada Kayu Jati Belanda

Merupakan jamur mikroskopis penyebab noda biru kehitaman pada kayu. Noda pada jamur ini tidak bisa dibersihkan dengan digosok. Untuk mengatasinya, harus digunakan pemutih kayu White Agent (WA-250). Sedang untuk mencegahnya, gunakan BioCide Wood Fungicide (akan dijelaskan di bawah pada cara pengawetan kayu jati belanda).

Perlu dipahami bahwa jamur blue stain tidak berwujud seperti jamur kebanyakan. Jamur ini bersifat mikroskopis. Anda hanya bisa melihat dampaknya beruna noda kebiruan atau kehitaman saja. Noda itu bersifat permanen. Bila kayu dicat, kadang noda masih membayang sehingga cat yang digunakan sangat boros.

Selain blue stain, beberapa jamur serupa juga kadang menyebabkan efek yang sama namun warnanya berbeda. Misalnya jamur noda hijau, noda coklat, dan lainnya.

Jamur Permukaan

Jamur permukaan biasanya tumbuh pada kayu jati yang sudah diolah menjadi produk jadi di atas lapisan cat. Pertumbuhan jamur ini dipengaruhi kelembaban udara dan kebersihan ruang penyimpanan atau kontainer. Meski bisa dibersihkan dengan dilap atau digosok saja, bila dibiarkan, jamur ini akan merusak lapisan coating cat. Obat yang kami rekomendasikan untuk mengatasinya adalah BioCide SFP.

Lumut

Khusus untuk produk kayu jati belanda yang diletakkan di luar ruangan, kita juga harus mewaspadai serangan lumut. Lumut mulanya hanya muncul sedikit saja, namun bila dibiarkan terus-menerus, hama ini juga bisa menyebabkan kerusakan. Serangan lumut mulanya juga tidak jelas. Biasanya permukaan kayu hanya akan tampak licin. Barulah setelah beberapa lama, lumut mulai muncul dengan warna kehijauannya.

Keuntungan Pengawetan Kayu Jati Belanda

Treatment preservative jati belanda akan memberikan keuntungan berupa peningkatan nilai jual. Selama ini, kayu jati belanda dikenal sebagai material murah karena kekurangannya di aspek ketahanan. Dengan begitu, melalui aplikasi treatment pengawetan yang baik, harga jual produk ini bisa ditingkatkan. Atau setidaknya untuk memberikan nilai tambah produk Anda dibanding produk jati belanda yang lain.

Perawatan Kayu Eksterior

Dalam alur woodworking, treatment pengawetan kayu jati belanda juga akan menurunkan resiko gagal produksi. Tak bisa dipungkiri serangan hama dapat menyebabkan kerugian luar biasa besar. Serangan jamur permukaan misalnya. Organisme tersebut dapat menyebabkan furniture yang sudah selesai dikirim ditolak kembali karena lapisan catnya rusak ditumbuhi jamur.

Cara Pengawetan Kayu Jati Belanda

Treatment pengawetan yang pada dasarnya adalah peresapan zat antihama pada kayu jati belanda bisa dilakukan dengan beberapa cara. Berikut ini di antaranya:

  1. Merendam kayu jati belanda tersebut ke larutan pengawet.
  2. Menaburkan obat pengawet ke kayu. Ini bisa dilakukan bila obat pengawetnya berwujud bubuk atau tabur.
  3. Memulaskan larutan pengawet pada kayu jati belanda
  4. Mencelupkan kayu ke larutan pengawet.
  5. Sistem spraying di mana kayu disemprot dengan obat.

Di antara cara-cara di atas, yang paling beresiko keamanan tinggi adalah sistem spraying sehingga harus dilakukan ekstra hati-hati. Sedangkan dari segi efektivitasnya, cara yang paling efektif ialah dengan perendaman. Apalagi bila kayu direndam dalam alat vakum tekan. Metode perendaman dengan vakum tekan secara umum bisa mengatur tingkat resapan obat pengawet pada kayu. Namun, alat untuk melakukannya memang lebih mahal dibanding aplikasi metode yang lainnya.

Gunakan Pengawet Kami, BioCide

Efektivitas pengawetan kayu jati belanda dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain metodenya, efektivitas usaha ini juga dipengaruhi obat yang digunakan. Dan karenanya, kita perlu memilih obat yang hendak diaplikasikan.

Untuk keperluan tersebut, Anda bisa mengandalkan produk kami, BioCide. Ya, BioCide merupakan produk pengawet yang terdiri dari beberapa varian. Khusus untuk obat antijamur, terdapat dua produk BioCIde yang bisa Anda gunakan, yakni BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

Ingin mencegah jamur stain? Maka BioCide Wood Fungicide jawabannya. Produk ini bisa diresapkan langsung setelah Anda membeli kayu jati belanda. Selain bisa mencegah jamur stain, BioCide Wood Fungicide juga bisa digunakan untuk mencegah bakteri pembusuk.

Biocide

Adapun, varian kedua BioCide adalah BioCide Surface Film Preservative. Produk ini bisa digunakan untuk mencegah sekaligus membasmi lumut serta jamur pembusuk. BioCide SFP bisa bekerja dengan sangat efektif lho.

Kedua produk ini bisa memberikan perlindungan maksimal. Dan keduanya akan memberikan perlindungan yang saling melengkapi satu dengan yang lain. Apalagi penggunaan BioCide sendiri jauh lebih menguntungkan dibanding produk pengawet yang lain. Sebab BioCide lebih efektif, aman, dan juga sangat hemat.

Kontak dan Pemesanan BioCide untuk Pengawetan Kayu Jati Belanda

Dapatkan BioCide Surface Film Preservative dan BioCide Wood Fungicide sekarang juga. Apabila Anda tertarik membeli produk ini, silahkan berkunjung ke Bio Service Point yang beralamat di Yogyakarta, Jepara, dan Cirebon. Atau, Anda juga bisa bertemu dengan agen kami yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Sedangkan untuk Anda yang tak ingin repot, silahkan beli saja secara daring. Anda tinggal menghubungi Customer Service kami dan nanti kami akan memproses pesanan Anda dengan cepat. Konsultasi juga slelau terbuka untuk Anda. Silahkan hubungi Customer Service kami untuk advice dan informasi lanjutan mengenai produk ini.

Simpulan

Penggunaan kayu untuk memenuhi berbagai keperluan manusia sudah dilakukan sejak dulu kala. Namun pada mulanya, hanya beberapa jenis kayu yang digunakan orang. Misalnya jati dan ulin yang merupakan kayu berkualitas tinggi.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kayu yang digunakan oleh manusia. Kayu yang dulu hanya digunakan sebagai kayu peti kemas dan wadah benda-benda pun bisa naik kelas bila ditreatment dengan cara yang tepat. Misalnya saja kayu jati belanda.

Hingga hari ini, jati belanda sudah sering digunakan untuk membuat berbagai produk. Misalnya saja furniture.
Namun demikian, pengolahan jati belanda harus dilakukan dengan hati-hati, sebab kayu ini tidak awet.

Untuk meningkatkan ketahanan kayu ini dari jamur, Anda bisa memanfaatkan produk kami, BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative. Kurang lebih itulah informasi yang bisa kami bagikan mengenai cara pengawetan kayu jati belanda.

Semoga bermanfaat, ya!

Artikel "Anti Jamur Kayu"

About Us

Antijamur.net merupakan akan obat anti jamur ramah lingkungan untuk merawat kayu baik kayu basah maupun kering atau sudah menjadi perabot. Produk Antijamur.net sangat efektif untuk merawat perabot/bangunan.

©2015 - 2019 AntiJamur.net - All Right Reserved.