Ini Dia Beragam Metode Pengawetan Kayu Kelapa

Proses pengawetan kayu kelapa dapat dilakukan dengan beberapa cara. Di antara berbagai cara tersebut, aplikasi dengan obat pengawet masihlah menjadi cara yang terbaik.

Mengapa Kayu Kelapa Perlu Diawetkan?

pengawetan kayu kelapa

Kayu kelapa merupakan kayu dengan pola serat sangat khas. Sebagai kayu dari golongan monokotil, kelapa atau glugu memiliki karakter yang berbeda dibanding kayu pada umumnya yang berasal dari kelompok dikotil. Lantaran keindahannya inilah, kelapa banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Apalagi dari aspek kekuatan, kayu kelapa tergolong sebagai kayu yang kuat.

Sayangnya, material tersebut sangat rentan terserang hama. Beberapa serangga seperti kumbang bubuk, kumbang teter, dan rayap, sering ditemukan menginfeksi kayu ini. Sedangkan dari golongan jamur, glugu rentan terserang blue stain dan jamur permukaan.

Pengawetan Kayu Kelapa secara Tradisional

 Secara tradisional, cara pengawetan kayu kelapa bisa dilakukan dengan:

  1. Merendamnya di sungai.

Tujuannya agar nutrisi kayu kelapa hilang sehingga tidak ada serangga atau jamur yang menyerang.

  1. Merendamnya di air kotor atau lumpur (jangka waktu: bulanan)

Tujuannya agar nutrisi kayu terfermentasi sehingga tidak lagi disukai serangga hama dan jamur perusak.

  1. Mengolesinya dengan solar atau oli bekas

Mengambil manfaat oli bekas untuk pengawetan kayu ini, diharapkan akan terjadi perubahan kimia kayu kelapa sehingga tak lagi disukai hama.

Metode Pengawetan Kayu Kelapa secara Modern

Meski pengawetan kayu secara tradisional dalam beberapa kasus terbukti bisa diandalkan, namun cara-cara tersebut sama sekali tidak efisien dan efektif. Beberapa kelemahan pengawetan kayu secara tradisional:

alterntif text
  1. Sangat lama
  2. Menimbulkan bau sangat menyengat
  3. Efektivitas kurang baik
  4. Pada metode dengan oli dan solar, kayu kelapa akan sulit difinish dengan cat water based.

Dibanding cara-cara tradisional tersebut, metode pengawetan kayu modern menawarkan efisiensi dan efektivitas lebih baik dari segi waktu maupun cara kerja. Aplikasinya sendiri dilakukan dengan meresapkan obat pengawet (baik antiserangga atau antijamur) ke dalam substrat kayu. Sehingga penggunaan obat pengawet sangat mempengaruhi keberhasilan treatment. Berikut ini 3 produk obat pengawet yang kami rekomendasikan:

  1. Insecticide 100 EC

Adalah obat pengawet antiserangga spektrum luas yang memanfaatkan bahan aktif permethrin. Produk ini diformulasikan khusus untuk mencegah teter kayu, kumbang bubuk, rayap kering, dan berbagai hama lainnya. Insecticide bekerja sangat efektif karena mampu menyerang neuron organisme tetapi relatif tidak membahayakan pekerja.

  1. Microcide 100/100 EC

Adalahfungisida yang didesain untuk mencegah kerusakan akibat jamur mikroskopis seperti jamur noda seperti blue stain dan bakteri pembusuk. Microcide didesain dari kombinasi fungisida dan bakterisida sehingga memiliki target organisme luas.

  1. Film Preservative FPR36

Adalah obat pengawet dari golongan fungisida yang diaplikasikan dengan cara dicampurkan pada bahan finsihing. Tujuannya adalah untuk melindungi lapisan cat dari kerusakan akibat jamur permukaan. Jamur permukaan sendiri biasanya tumbuh akibat kelembaban tinggi dan lingkungan tidak higienis pada masa penyimpanan, pengiriman, dan pemakaian produk kayu.

Ketiga obat di atas dapat diaplikasikan dengan cara perendaman, pengkuasan, vakum tekan, hingga penyemprotan.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn