Dari berbagai produk kerajinan, salah satu yang prospektif karena memiliki nilai tradisional adalah kerajinan tenun. Tak hanya bisa digunakan untuk membuat pakaian, ada banyak produk tenunan yang menarik.

Kekayaan Indonesia tak terbatas hanya pada beragamnya sumber daya alam saja. Selain memiliki ragam flora dan fauna dengan jumlah fantastis, negara kita juga merupakan rumah atas berbagai masyarakat etnis dengan varian budayanya. Kita mengenal ukiran khas Bali, pola khusus dari Dayak, mumi dari Papua, dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan satu per satu.

CS Anti Jamur

Berbagai budaya tersebut telah menghasilkan aneka produk yang sangat beragam. Di era modern seperti ini, sebetulnya berbagai produk budaya tersebut bisa diolah kembali untuk hadir dalam bentuk baru. Contohnya saja adalah aneka produk kerajinan tenun.

Pengertian

Menenun dalam Bahasa Inggris disebut dengan weaving. Metode ini adalah salah satu cara pembuatan kain woven. Dari asalnya sendiri, menenun sebetulnya bukanlah suatu teknik yang murni berasal dari Indonesia. Tercatat, Mesir adalah wilayah yang pertama-tama dikenal dengan inovasi cara pembuatan kain ini.

Dari Mesir, teknik menenun mulai dikenal di berbagai penjuru dunia. Sampainya teknik ini di Indonesia sendiri terjadi berkat introduksi dari para pedagang Tiongkok. Namun cara-cara menenun ini tak diadopsi begitu saja oleh masyarakat. Masyarakat lokal menambahkan elemen-elemen yang sangat khas untuk alat menenun sampai kain tenunan yang mereka buat.

Di negara kita, teknik menenun paling banyak dilakukan oleh masyarakat Sumatera. Beberapa kain khas Sumatera dibuat menggunakan teknik ini. Misalnya saja kain songket Sumatera Barat dan Sumatera Selatan yang sangat terkenal itu. Di Jawa Barat, teknik menenun juga sering dilakukan.

songket

Berdasarkan prinsip kerjanya sendiri, menenun dilakukan dengan memadukan benang secara vertical dan horizontal. Benang dengan kata lain diposisikan bersilangan satu sama lain secara bergantian. Jenis benang yang dipakai sangat variatif. Misalnya saja benang dari serat kayu, kapas, sutera, benang mas, dan masih banyak lagi lainnya.

Aneka Produk Tradisional Tenun Indonesia

Seperti disebutkan di atas, salah satu contoh produk tenunan adalah kain songket. Tak ada orang Indonesia yang tak mengenal kain songket. Keindahan songket telah tersohor ke berbagai penjuru negeri. Nah, selain kain songket, ada juga beberapa contoh produk kerajinan tenun lain yang tergolong tradisional.

  1. Kain Lurik. Kain lurik adalah kain khas yang diproduksi oleh masyartakat Purbolinggo. Kain ini sering dipakai untuk kebutuhan upacara adat seperti untuk tingkeban.
  2. Kain Jumputan. Kain ini adalah kain hasil tenunan yang populer di Yogyakarta dan Surakarta. Nama Jumputan terkait dengan teknik dekorasi pada kain ini. Biasanya kain dihias dengan cairan pewarna. Beberapa bagian kain akan dilipat atau ‘dijumput’ sehingga tak terkena cairan pewarna. Hasilnya kain akan memiliki pola warna-warna yang menarik.

Tentu selain contoh di atas masih banyak lagi ragam produk tenun nusantara lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Produk Modern Kerajinan Tenun

Berbagai produk kerajinan menenun bisa diolah lebih inovatif di era modern ini. Eits, jangan salah, dari kain tenun yang memiliki ciri khas lokal, kita bisa mendapatkan untung besar dengan membuat beberapa contoh produk di bawah ini.

  1. Tas sekolah
  2. Dompet
  3. Hijab
  4. Bros
  5. Tas jalan-jalan
  6. Sepatu
  7. Blazer
  8. Ikat pinggang
  9. Mukena
  10. Bando
  11. Jaket
  12. Dan masih banyak lagi
dompet tenun

Kombinasikan saja elemen yang sifatnya tradisional dengan elemen modern untuk membuat berbagai produk tersebut. Selain bisa digunakan oleh masyarakat awam, aneka produk itu juga bisa digunakan untuk dijual sebagai cinderamata khas tiap daerah.

Perlu Sistem Pengendalian Antijamur

Secara umum, bisa dikatakan bahwa pembuatan berbagai produk kerajinan tenun memiliki prospek yang positif. Akan tetapi, kita tetap harus bisa menjaga kualitas produk tersebut. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan treatment pengendalian anti jamur.

Treatment antijamur bisa dilakukan secara sistemik untuk mencegah serangan jamur yang terjadi. Jamur sebagaimana yang kita ketahui adalah hama yang bisa tumbuh pada berbagai jenis produk, termasuk pada kain tenun. Jamur bisa menyebabkan beberapa jenis kerusakan.

  1. Pertama kerusakan dari segi estetika, biasanya akibat jamur noda atau stain
  2. Kedua kerusakan dari segi structural. Terjadi ketika jamur memakan komponen produk Anda

Untuk melakukan antisipasi serangan jamur yang sistemik, Anda bisa mencegah hama tersebut sejak dini. Pada tahapan awal produksi misalnya, Anda perlu menggunakan produk antijamur seperti BioCide Fungicide. Khususnya, untuk substrat dari bahan alam atau organik.

Kedua, tempat penyimpanan dan area produksi harus selalu dalam kondisi bersih dari spora jamur. Pembersihan harus dilakukan secara berkala. Kelembaban dan suhu ruangan juga harus terjaga dalam kondisi ideal di mana jamur sulit tumbuh.

Selanjutnya, penggunaan penyerap kelembaban juga bisa digunakan. Terdapat dua jenis penyerap kelembaban.

container desiccant pole
  1. Container Desiccant Pole, yakni penyerap kelembaban untuk ukuran ruang container. Produk ini baiknya dipakai untuk antisipasi serangan jamur di gudang dan saat produk Anda didistribusikan dalam perjalanan yang panjang.
  2. Silica gel. Silica gel bisa digunakan dalam produk Anda yang kecil dan berbentuk kemasan, misalnya tas dan dompet. Silica gel akan menjaga bagian dalam tas hingga dompet selalu dalam kondisi kering dan mencegah serangan jamur
Manfaat Silica Natural Untuk tas Kulit
silica gel di letakkan didalam tas agar terhindar dari jamur

Kesimpulan

Kerajinan tenun adalah salah satu kerajinan yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia, produk kerajinan ini menampakkan variasi lokal yang sangat kaya dan menarik. Salah satunya adalah kain songket yang banyak dihasilkan masyarakat Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Selain songket, teknik tenunan juga menghasilkan produk kain lurik dan kain jumputan di Jawa.

Di era modern ini sendiri, sebetulnya produk tenunan dengan karakter lokal bisa diolah lebih lanjut. Aneka produk yang bisa dibuat mulai dari jaket, tas sekolah, dompet, hijab, dan masih banyak lagi. Bahan yang dipakai untuk menenun pun bisa diperluas agar hasilnya menjadi lebih unik. Bila Anda mampu mengeksekusi ide ini dengan baik, bukan tak mungkin keuntungan besar siap Anda nikmati. Namun jangan lupa! Aplikasikan treatment anti jamur untuk usaha Anda tersebut. Treatment antijamur sangat diperlukan karena serangan jamur memang intens terjadi dan bisa berdampak sangat merugikan.

Treatment tersebut ada baiknya dilakukan secara sistemik. Anda harus mulai mencegah jamur sejak produk tenun masih berupa benang, selanjutnya pastikan kondisi tempat produksi tidak mudah memicu pertumbuhan jamur. Anda bisa menggunakan container dessicant pole dan silica gel. Kedua produk itu juga bisa dilakukan untuk pengendalian anti jamur selama produk dikirim dalam perjalanan jarak jauh.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan mengenai kerajinan tenun. Semoga informasi ini mendatangkan manfaat untuk Anda ya.

CS Anti Jamur