Ciri, Harga, dan Manfaat Kayu Nyatoh

Berkerabat dekat dengan kayu meranti, kayu nyatoh merupakan salah satu jenis kayu tropis yang tersebar luas di berbagai area di Indonesia. Namun demikian, kayu ini lebih mudah ditemukan di wilayah Sulawesi dibanding wilayah lainnya di negara ini. Bahkan hampir semua suplai nyatoh di Jawa berasal dari kayu Sulawesi. Contohnya saja di Surabaya yang pasar nyatohnya didominasi oleh produk asal pulau Celebes tersebut.

Namun demikian, kayu ini sebenarnya menjadi identitas untuk provinsi Banga Belitung. Hal ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negri Nomor 48 Tahun 1989 tanggal 1 September 1989

Kayu nyatoh berasal dari pohon nyatoh atau sering juga disebut sebagai pohon Nagasari. Tumbuhan itu memiliki karakter tinggi dengan diameter yang bisa mencapai 120 cm. Batang pohon lurus, bulat torak dengan banir tipis, dan lebar. Kayu pohon ini tampak coklat kemerahan, berurat indah, dan ringan.

pohon-nyatoh

Tumbuhan ini bisa mencapai tinggi 40 meter. Selain itu, panjang batang bebasnya berentang dari 10 hingga 30 meter.

Pada umumnya, tanaman nyatoh tumbuh di daerah dengan banyak rawa. Namun tak sedikit pula tumbuhan yang ditemukan di daerah yang liat, berpasir, dan jenis tanah kering lainnya. Namun secara umum, spesies ini sering ditemukan di daerah yang sering hujan dan pada ketinggian 20 hingga 500 meter dari permukaan laut.

Karakter Kayu Nyatoh

Warna Kayu

 

alterntif text

Umumnya, warna kayu ini lebih muda dari warna kayu jati. Kayu bagian terasnya tampak merah muda hingga merah kecoklatan, sedangkan warna bagian gubalnya lebih muda. Karakter yang mirip ini membuatnya banyak dijuluki sebagai jati muda.

Tekstur Kayu

Tekstur kayu secara umum halus, namun pada beberapa bagian teraba kasar.

Pola Serat Kayu

Pola serat pada umumnya lurus. Kayu nyatoh dikenal karena pola seratnya yang indah, bahkan sering dianggap lebih menawan dari Meranti.

Kelicinan Permukaan

Permukaan terasa agak licin ketika diraba.

Kelas Keawetan

Termasuk kayu dalam kelas keawetan III-IV atau tidak begitu awet.

Dengan keawetannya ini, pengolahan nyatoh harus memperhatikan ancaman hama seperti rayap, teter, jamur stain, jamur permukaan, dst sejak dini. Treatment pengawetan kami anjurkan dan menjadi wajib pada kayu dengan kelas keawetan rendah.

Dari golongan jamur sendiri, beberapa jenis hama yang harus diantisipasi adalah:

  1. Jamur noda atau sap stain. Jamur noda biasanya berasal dari golongan ascomycetes atau deteuromycetes. Jamur ini menyebabkan fenomena discoloration atau perubahan warna kayu. Akan muncul semacam bercak atau area yang berubah warna menjadi kebiruan, kehitaman, atau malah kecoklatan akibat jamur ini. Memang, kayu tidak langsung membusuk. Namun estetika kayu akan turun sehingga nilai jualnya di pasaran pun ikut menjadi turun.
  2. Jamur pembusuk. Jenis jamur pembusuk sangatlah banyak. Namun yang paling sering menyebabkan masalah dalam industri woodworking adalah jamur permukaan. Seringkali, jamur permukaan tumbuh di kayu atau produk kayu yang diletakkan dalam kondisi lembab. Jamur bisa berwujud cendawan besar atau malah menyerupai jamur tempe yang berhifa.

Daya Retak Kayu Nyatoh

Daya retak kayu ini tergolong tinggi sehingga dalam pemanfaatannya harus dilakukan hati-hati.

Pengeringan

Kayu ini bukan termasuk kayu yang mudah dikeringkan. Tak jarang kayu menggeleding dan pecah di bagian ujungnya ketika pengeringan tidak dilakukan dengan hati-hati.

Nama lain

Nyatoh merupakan pohon yang tidak hanya tumbuh di Indonesia. Tanaman ini juga dapat ditemukan di wilayah Asia Tenggara lainnya. Di daerah-daerah tersebut Nyatoh disebut dengan nama yang berbeda-beda. Antara lain:

  1. Kayu Nato di Filipina
  2. Riam di Serawak
  3. Balam Teroeng di Belanda
  4. Di negara-negara yang lain seperti Amerika, Inggris, Spanyol, hingga Jerman, tanaman ini diberi nama dengan istilah Nyatoh sebagaimana di Indonesia.

Harga dan Manfaat Kayu Nyatoh

Seringkali kayu ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan kusen dan jendela. Pada banyak kasus, sering juga dimanfaatkan untuk mebel atau furniture secara umum. Pembuatan plywood (multipleks), parket, dst juga kerap memanfaatkan nyatoh. Bahkan kayu ini tak jarang dimanfaatkan sebagai material bahan bangunan. Fungsi kayu nyatoh bagaimanapun juga tak lepas dari keindahan pola seratnya.

Harga kayu berkisar antara tiga setengah juta hingga empat setengah juta rupiah (Rp. 3.500.000 – Rp. 4.500.000). Sementara harga ekspornya untuk ukuran papan berkisar 800 sampai dengan 1000 USD. Bisa dibilang, kayu nyatoh masih tergolong menjanjikan untuk prospek bisnis di masa depan. Sebab harganya masih tergolong murah. Apalagi dibandingkan kayu premium seperti jati.

Pengawetan Kayu Nyatoh dengan BioCide

Sebagai kayu yang tidak awet, pengolahan nyatoh sangat kami rekomendasikan untuk disertai dengan treatment pengawetan. Treatment ini perlu diperhatikan sejak kayu ditebang oleh para petani hingga kayu diolah oleh para pengrajin.

Perlakuan atau treatment pengawetan sendiri dilakukan dengan prinsip yang sederhana, yakni meresapkan obat pengawet. Obat pengawet yang dimaksud sendiri disesuaikan dengan hama yang hendak dicegah. Bila yang hendak dicegah adalah jamur, tentu obat pengawetnya berasal dari golongan antijamur alias fungisida.

Eits, tapi jangan sembarangan membeli fungisida ya. Sebab, tak semua jenis fungisida dapat digunakan sebagai pengawet kayu. Fungisida pertanian, misalnya, jelas tak bisa dipakai dalam treatment preservasi. Sebab fungisida pertanian menarget jenis jamur pertanian dan diformulasikan dengan cara kerja yang spesifik, misalnya sistemik (dengan memanfaatkan pembuluh xylem tanaman).

biocide sfp

Untuk kayu yang telah ditebang, bambu, dan serat alam, fungisida yang tepat dipakai adalah BioCide. Ada dua varian BioCide antijamur yang bisa digunakan untuk pengawetan kayu nyatoh. Keduanya adalah:

Varian BioCide Fungsi Cara Pakai
BioCide Wood Fungicide Produk ini bisa digunakan untuk mencegah jamur stain. Kami sangat merekomendasikan produk ini digunakan oleh petani kayu hingga pelaku usaha woodworking. Dilarutkan dalam air kemudian dioleskan pada kayu yang baru ditebang (di bagian tebangan saja). Untuk metode yang lebih efektif, gunakan BioCide Wood Fungicide dengan cara dilarutkan ke dalam air. Larutan itu selanjutnya digunakan untuk merendam kayu baik dengan sistem vakum tekan atau tanpa sistem vakum tekan.
BioCide Surface Film Preservative Produk ini memiliki 3 fungsi sekaligus. Yang pertama untuk mencegah jamur pembusuk atau jamur permukaan. Yang kedua untuk mengatasi jamur pembusuk. Dan yang ketiga untuk mengatasi lumut.

Produk ini kami sarankan digunakan untuk pelaku usaha woodworking seperti furniture dan kerajinan, pelaku usaha konstruksi bangunan, pengelola gedung, hingga untuk kebutuhan rumah tangga.

Untuk mencegah jamur permukaan dan lumut pada kayu nyatoh, BioCide SFP tinggal dicampurkan saja ke bahan finishing water based yang cocok.

Sedangkan untuk mengatasi jamur dan lumut yang terlanjur tumbuh, Anda bisa mengoleskannya di area yang sudah ditumbuhi hama tersebut.

WA-250 untuk Kayu Nyatoh yang Lebih Seragam

Apakah Anda ingin menyeragamkan warna kayu nyatoh? Atau, Anda ingin mencerahkannya?

Bila Anda ingin melakukan kedua hal itu, kami juga menyediakan produk yang bisa Anda gunakan, yakni Wood Bleaching WA-250. WA-250 juga bisa digunakan ketika jamur sap stain seperti blue stain terlanjur menyerang.

Menggunakan bahan yang tidak terbuat dari hidrogen peroksida, WA-250 menawarkan banyak keunggulan, antara lain:

1. Lebih aman
2. Warna cerah lebih natural
3. Pengeringan tak tergantung matahari
4. Tidak menyebabkan karat
5. Lebih hemat dengan tawaran kualitas yang sangat baik

Pesan BioCide dan WA-250 Sekarang juga!

Ayo pesan BioCide Surface Film Preservative, BioCide Wood Fungicide, dan WA-250 sekarang juga! Pembelian bisa dilakukan dengan cara yang sangat mudah. Anda bisa membeli secara daring atau secara langsung.

Untuk membeli secara daring atau online, Anda tinggal memesan ke CS kami via email atau WA dan telepon. Sedangkan untuk membeli secara langsung, Anda bisa mengunjungi kami di Bio Service Point.

Simpulan

  1. Nyatoh adalah kayu yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Pohon dari kayu ini bahkan menjadi identitas untuk provinsi Bangka Beliting. Di jawa sendiri, kebanyakan spesies kayu ini disuplai dari Sulawesi.
  2. Kayu ini memiliki banyak karakter yang membuatnya diunggulkan. Meski bukan termasuk kayu premium, namun kayu ini cukup mudah dikerjakan.
  3. Untuk pengolahan yang lebih baik, direkomendasikan treatment pengawetan mengingat kelas awet kayu ini berada di grade III ke bawah.
  4. Untuk pengawetan antijamur, kami sarankan menggunakan BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.
  5. Ingin mencerahkan kayu nyatoh atau menyeragamkannya? Bila iya, Anda juga bisa menggunakan produk kami, Wood Bleaching WA-250.
alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!