Beberapa Jenis Rotan yang Ada di Indonesia

Sering dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku berbagai produk unggulan, ada aneka jenis rotan yang tumbuh subur di Indonesia. Dengan pertumbuhannya yang subur, produksi rotan Indonesia berada dalam kategori tinggi.

Sehingga mampu memasok 70% kebutuhan rotan bagi seluruh dunia. Kurang lebih, ada 306 jenis rotan yang tumbuh di Indonesia dan semuanya tersebar merata di beberapa wilayah Indonesia. Di antaranya Kalimantan, Dulawesi, Sumatera, Jawa, Maluku, Timor, Sumbawa dan Irian.

Beberapa Jenis Rotan di Indonesia

Di antara 306 jenis rotan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, ada beberapa jenis yang banyak tumbuh dan di budidayakan. Di antaranya yaitu:

1.  Rotan Inun

Rotan inun (calamus scabridulus becc) adalah salah satu jenis rotan yang banyak tumbuh di Indonesia. Daerah persebarannya ada di wilayah Sumatera, Kalimantan serta Sulawesi. Rotan ini mampu tumbuh dengan optimal pada ketinggian 50 sampai 200 mdpl dan tidak mudah terpengaruh dengan kondisi pasang surut.

Rotan inun tumbuh berkelompok dengan merambat. Panjang ruasnya berkisar antara 28 hingga 40 cm berwarna kekuningan dan agak cokelat. Tentunya batangnya kuat dan dapat dimanfaatkan untuk tali pengikat maupun sebagai bahan pembuatan anyaman.

2.  Rotan Taman

Dikenal dengan beberapa nama atau sebutan yang berbeda di beberapa daerah, rotan taman (calamus caesius blume) adalah jenis rotan yang dapat tumbuh dengan baik di Kalimantan dan Sumatera. Di Kalimantan, rotan ini memiliki sebutan rotan taman. Di Aceh, dikenal dengan nama Sego.

Sementara itu, di Gayo dikenal dengan sebutan segeu dan di daerah Sumatera lainnya, ada yang menyebutnya dengan sego. Rotan ini dapat tumbuh di daerah dengan dataran rendah yang kering dan berbukit. Batangnya berumpun hingga 100 batang dengan diameter 4 sampai 11 mm. Panjang ruasnya 15 sampai 30 cm dengan warna hijau tua.

Bagian buah atau bunga dari rotan taman biasanya memiliki panjang sampai 1,5 cm dengan bentuk lonjong. Rotan ini dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan anyaman, tirai, lampit, hingga untuk pembuatan kursi antik.

3.  Rotan Mantang

calamus ornatus blume

Rotan mantang (Jambi) dikenal dengan nama berbeda. Di Jawa Barat, misalnya disebut dengan rotan howe kasur atau seuti. Sementara di Kalimantan dikenal dengan sebutan salian. Rotan ini menyebar dan dapat tumbuh dengan optimal di Sumatera, Jawa dan juga Kalimantan.

Habitat tumbuh rotan mantang berada di daerah pinggiran sungai dengan ketinggian 100 hingga 300 mdpl. Dengan kondisi tanah berate, pasiran, maupun daerah punggung gunung. Batang dari rotan ini soliter dengan diameter 15 sampai 40 mm.

Rotan mantang memiliki panjang ruas 16 hingga 20 cm berwarna hijau gelap yang saat kering akan berwarna kuning mengkilat. Rotan mantang sering dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan furniture.

4.  Rotan Batang

Selanjutnya ada Daemonorops robustus Warb, jenis rotan yang hanya dapat tumbuh di daerah Sulawesi. Dikenal dengan nama daerah rotan batang, pertumbuhan optimal rotan ini ada pada daerah dengan ketinggian 10 hingga 900 meter dari permukaan laut.

Pertumbuhan batang rotan batang ini dengan model rumpun hingga dapat mencapai 90 batang dengan warna hijau tua. Saat kondisi kering akan tampak seperti berwarna abu-abu cenderung kemerahan. Dengan diameternya 25 hingga 60 mm, panjang ruasnya 25 hingga 60 cm. Pemanfaatan rotan ini biasanya digunakan untuk pembuatan rangka mebel.

5.  Rotan Manau

rotan manau calamus manan

Rotan manau (calamus manan miq) adalah jenis rotan yang tumbuh di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Rotan ini dapat tumbuh optimal pada daerah dengan ketinggian sekitar 50 hingga 600 meter dari permukaan laut.

Daerah yang cocok untuk tempat tumbuh rotan manau adalah yang beriklim basah, berpasir. Pertumbuhan dari rotan ini juga tidak terpengaruh oleh pasang surut yang ada. Bentuk batang yang soliter berdiameter 25 sampai 60 mm dengan panjang ruas hingga mencapai 35 cm.

Rotan manau memiliki buah yang berbentuk lonjong dengan panjang mencapai 3 cm. pemanfaatan rotan ini yang paling utama adalah untuk bahan baku kerangka mebel.

6.  Rotan Irit

rotan irit yang masih berbentuk tanaman hijau

Dikenal dengan sebutan rotan irit, pertumbuhan jenis rotan ini optimal di wilayah Kalimantan. Tanaman ini termasuk tanaman endemik di wilayah sungai Barito dan Kahayan. Pertumbuhan rotan ini dapat optimal pada daerah rawa tergenang dengan ketinggian 0 sampai 15 mdpl dan daerah yang beriklim basah.

Batang dari rotan irit tumbuh berumpun, bahkan dapat mencpaai 100 batang. Diameternya sekitar 4 sampai 11 mm dengan panjang ruas 10 hingga 15 cm berwarna hijau tua. Panjang batang dari jenis rotan irit ini dapat mencapai 50 m.

Pada pengplahannya, rotan irit kerap diolah menjadi bahan pembuatan tirai, anyaman, lantik, maupun kursi antik.

7.  Rotan Pelah

rotan pelah, yang banyak tumbuh di wilayah Jawa dan Sumatra

Selanjutnya ada rotan pelah (daemonorops rubra blume) yang tumbuh dan tersebar di wilayah Jawa serta Sumatera. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada wilayah dataran rendah hingga pegunungan dengan iklim basah dengan kisaran ketinggian 100 hingga 800 meter dari permukaan laut.

Batang dari rotan pelah tumbuh berumpun sekitar 2 sampai 5 batang per rumpun. Memiliki diameter batang 2 hingga 6 mm, panjang ruas dari rotan pelah dapat mencapai 15 hingga 35 cm. warnanya kekuningan saat muda dan akan berubah cokelat kekuningan saat sudah tua. Panjang batangnya dapat mencapai 40 meter.

8.  Rotan Lilin

rotan lilin

Selanjutnya ada rotan lilin (calamus javensis blume) yang tumbuh dan tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Rotan ini dapat tumbuh optimal pada daerah dataran rendah hingga pegunungan yang beriklim basah pada ketinggian mencapai 1200 mdpl.

Panjang batang rotan lilin dapat mencapai 50 meter dengan warna kekuningan saat muda dan berubah cokelat kekuningan saat sudah tua atau kering. Pemanfaatan batang rotan ini biasanya untuk pembuatan keranjang, anyaman, serta sebagai tali pengikat.

Rekomendasi Untuk Anda

    Pilihan Menarik Lainnya

      Leave a Comment

      Your email address will not be published. Required fields are marked *