karakter kayu ulin

Mengenal Kayu Ulin Kebanggaan Suku Dayak dan Kalimantan

Pernahkah Anda mendengar mengenai kayu besi kebanggaan suku Dayak? Ya, yang dimaksud adalah pohon ulin. Tanaman penghasil kayu dengan kualitas kekuatan terbaik.

Salah satu pohon penghasil kayu kualitas unggulan yang masuk dalam jajaran kayu kelas atas. Harga, kualitas, maupun tampilan kayu ini merupakan salah satu jenis kayu unggulan yang sangat diminati.

Ulin, Kayu Besi Khas Kalimantan

pohon ulin yang berasal dari hutan kalimantan

Pohon Ulin yang memiliki nama latin eusideroxylon zwageri merupakan salah satu tanaman penghasil kayu unggulan kebanggaan suku Dayak. Tanaman ini banyak tumbuh di hutan Kalimantan Timur dan sekitarnya.

Kayu ulin memiliki karakter sebagai kayu kuat dan keras yang termasuk dalam kelas I. Kayu ini berwarna gelap dengan ketahanan pada berbagai aspek. Di antaranya:

  • Tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim
  • Tahan terhadap serangan hama
  • Memiliki ketahanan yang bagus terhadap kelembaban
  • Tidak terpengaruh dengan air laut

Dengan karakter tersebut, tidak heran jika kayu ini dijuluki sebagai kayu besi. Dengan ketahanannya, wajar jika kayu ulin menjadi primadona untuk berbagai kebutuhan terutama pada bidang konstruksi. Ulin merupakan kayu yang sulit untuk digergaji tapi mudah dibelah.

Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian maksimal sekitar 50 meter, dengan diameter setinggi dada yaitu 60 cm – 120 cm.

Bentuk batangnya lurus berbanir dengan tajuk berbentuk bulat dan rapat. Pohon ini juga memiliki percabangan yang mendatar. Pertumbuhan tanaman ini banyak ditemukan pada daerah dataran rendah.

Ulin dapat tumbuh secara alami di beberapa wilayah Indonesia. Yaitu di Pulau Kalimantan, Sumatra bagian timur dan selatan, serta di Pulau Bangka dan Belitung. Kayu ini merupakan kamu primadona dengan harga jual yang tinggi.

Manfaat Kayu Ulin

kayu ulin khas kalimantan

Sebagai kayu yang memiliki kualitas unggulan, ulin juga memiliki beragam manfaat.

·  Sebagai bahan baku kebutuhan konstruksi

Pemanfaatan yang umum dilakukan dengan menggunakan bahan kayu ulin adalah untuk dibuat menjadi berbagai kebutuhan konstruksi.

Di antaranya yaitu untuk pembuatan: jembatan, bantalan rel kereta api, papan lantai, tiang listrik, saluran air, pancang dermaga, parquet lantai kayu, hingga lambung kapal.

·  Untuk material bangunan rumah adat

Di Kalimantan, ulin sering dimanfaatkan untuk diolah menjadi rumah untuk warga yang tinggal di daerah sekitar rawa dan perairan. Hampir seluruh warga yang tinggal di daerah tersebut juga menggunakan kayu ulin untuk bahan bangunan tempat tinggalnya.

Misalnya pada atap sirap yang dibuat dengan menggunakan potongan tipis dari bahan kayu ini.

·  Sebagai ikon wisata alam

Ulin yang merupakan pohon asli dari Kalimantan Timur ini juga menjadi ikon bagi Wisata Alam Sangkima. Diperkirakan, usia beberapa pohon ulin yang berada di Taman Nasional Kutai, hutan hujan tropis dataran rendah di Kabupaten Kutai Timur telah mencapai 1.000 tahun lebih.

Pohon ulin dapat hidup cukup lama, mencapai ratusan hingga ribuan tahun. Bahkan, pohon ulin yang terpendam di tanah usianya dapat lebih panjang dibandingkan pada saat berada di udara yang terbuka.

·  Digunakan untuk wadah penyimpanan

Bagi masyarakat Dayak, menggunakan kayu besi ulin sebagai tempat penyimpanan bukanlah hal baru. Warga Dayak kerap menggunakan kendi berbahan dasar ulin yang dibuat untuk tempat penyimpan bahan makanan.

Seperti untuk penyimpanan santan maupun bahan makanan lainnya yang cukup rentan basi.

·  Biji ulin untuk perawatan rambut

Di tengah maraknya penggunaan shampoo serta beragam produk perawatan rambut lainnya, masyarakat Suku Dayak masih menggunakan biji ulin. Untuk mengolahnya, biji ulin harus direndam dalam rendaman minyak kelapa hingga beberapa hari.

Setelahnya, baru dioleskan pada kepala seperti menggunakan shampoo. Cara ini dipercaya cukup ampuh oleh masyarakat Dayak untuk menjadi obat alami sebagai pencegah tumbuhnya uban.

·  Pohon kayu besi penjaga kelestarian alam

Selain memiliki berbagai manfaat untuk manusia, pohon ini juga memiliki manfaat untuk menjaga kelestarian alam. Terutama pada bagian akarnya yang mampu menjaga serta menahan tanah agar tidak kehilangan unsur hara.

Hal tersebut dapat memberikan efek pada lingkungan dengan baik. Seperti mampu membuat tanah menjadi tetap subur, kokoh dan mampu mencegah terjadinya longsor.

Kayu Ulin yang Dihormati Suku Dayak

Rumah betang suku dayak di Kalimantan dibuat dari kayu ulin

Masyarakat Kalimantan sangat mengandalkan ulin sebagai tanaman yang multifungsi. Pemakaian kayu dari pohon ini sudah memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat jauh sebelum masuknya teknologi.

Kayu ulin sendiri sudah sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari suku Dayak hingga saat ini. Sementara bagi masyarakat Paser, ulin bukan hanya tanaman yang memiliki manfaat secara ekonomi tapi juga secara magis.

Patung yang sering digunakan dalam upacara adat kerap dibuat dengan menggunakan kayu ulin. Bukan hanya patung, kayu ulin juga sering digunakan untuk menjadi bahan dasar pembuatan mandau, yaitu senjata khas Suku Dayak.

Kayu besi ini masih dipercaya memiliki daya magis jika dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Bahkan karena dianggap masih memiliki daya magis yang tinggi, ada aturan di kalangan suku Dayak untuk wajib menanam 1-2 pohon ulin di tiap keluarga.

Bukan hanya dari sisi magis, ulin juga sering dipilih untuk digunakan karena memiliki berbagai manfaat. Kekuatan kayu ini yang tidak tertandingi membuatnya memiliki tingkat kekuatan seperti batu sehingga lebih awet saat digunakan.

Dibalik segala keunggulan dan popularitasnya, ulin merupakan salah satu pohon asal Indonesia yang terancam punah, karena keunggulannya, banyak pihak yang masih sangat berminat menggunakan kayu ulin untuk berbagai kebutuhan.

Namun ketersediaan di lapangan tidak sebanding dengan permintaan pasar. Sedikitnya masyarakat yang membudidayakan ulin hingga proses pertumbuhannya yang lambat membuat kayu ini semakin terancam punah.

Perlindungan agar si pohon kayu besi ini tetap ada dan mampu dibudidayakan lebih banyak dan lebih baik harus terus dilakukan. Sebagai upaya pelestarian lingkungan, terutama untuk meningkatkan jumlah ketersediaan kayu ulin agar tidak terjadi kelangkaan.

Rekomendasi Untuk Anda

    Pilihan Menarik Lainnya