Kayu Akasia untuk Bahan Baku Mebel yang Berkualitas

Popularitas kayu akasia sebagai bahan pembuatan mebel cukup bagus. Pilihan bentuk furniture dari kayu akasia ini sangat beragam. Peminat mebel dari kayu akasia juga terus meningkat seiring dengan kebutuhan akan mebel kayu yang masih tinggi.

Bukan hanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan furniture, jenis kayu akasia juga digunakan untuk pembuatan decking atau wood flooring. Kayu akasia yang dulu menjadi salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam industri pembuatan kertas muia berubah peran dan pemanfaatannya.

Baca juga: Mengenal Kayu Akasia dan Manfaatnya

Mengenal Karakteristik Kayu Akasia

kayu log akasia yang siap dipotong dengan sawmill

Tanaman akasia dikenal dengan nama latin Acacia Mangium, termasuk salah satu anggota family Leguminosae. Secara fisik, pohon akasia dapat mencapai tinggi hingga 30 meter dengan diameternya mencapai 1 meter. Pada umumnya, diameter kayu yang bisa digunakan untuk pembuatan mebel minimum 25 cm agar mendapatkan rendemen yang baik.

Waktu tumbuh Acacia Mangium membutuhkan 5 sampai 7 tahun untuk dapat mencapai diameter 30cm. Kayu pada bagian teras akasia memiliki warna beragam, bisa berwarna coklat muda atau coklat tua dengan corak kehijauan. Bagian kayu gubalnya (sapwood) terdapat warna krem keputihan.

Perbedaan warna yang sangat jelas ini memudahkan pembedaan antara bagian kayu teras dengan gubal akasia. Akasia berada pada level MC 12% dengan densitas berkisar antara 450 – 600 kg/m3. Untuk jenis akasia tertentu ada yang densitasnya mencapai 800 kg/m3.

Akasia juga termasuk dalam daftar kayu yang memiliki kelas awet 3, sehingga memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap cuaca dan kondisi normal. Namun, serangan organisme pengganggu seperti jamur maupun hama akan lebih rentan.

Apalgi jika Anda menyimpan dan menggunakan mebel dari Acacia Mangium ini pada area luar ruangan yang lembab dan basah. Tidak disarankan menggunakan mebel dari bahan kayu akasia ini langsung bersentuhan dengan tanah. Kelembaban tanah biasanya akan mempengaruhi kualitas kayu.

Baca Juga :  Beberapa Saran yang Dilakukan Sebelum Mengecat Furniture Berjamur

Pemanfaatan Sesuai Kebutuhan

Kayu akasia dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan setelah dikeringkan dan siap digunakan. Proses pengeringan yang dilakukan dapat memakan waktu cukup lama, sekitar 45-60 hari. Apalagi jika ketebalan kayu di atas 2,5 cm.

Jika kayu akasia lebih tipis, dapat lebih cepat dikeringkan, hanya perlu memakan waktu sekitar 30 hari.
Akasia memiliki sifat penyusutan yang cukup besar sehingga lebih mudah melengkung dibanding jenis kayu lainnya. Terutama jika diletakkan di dalam Kiln Dry (konvensional).

Pemanfaatan kayu akasia sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Yang paling besar digunakan adalah untuk bahan baku pembuatan kertas. Beberapa perusahaan yang memproduksi kertas bahkan memiliki lahan khusus untuk penanaman akasia.

Saat pohon ini berumur 3 atau bahkan 5 tahun, sudah dapat dipanen dan digunakan sebagai bahan pembuatan kertas. Pada usia tersebut, biasanya diameter dari pohon akasia tersebut mencapai 15-20 cm.

Berbeda dengan akasia yang ditanam lebih dari 5 tahun baru dapat dipanen. Kayu hasil panen akasia yang lebih lama masa penanamannya bukan digunakan untuk bahan pembuatan kertas tapi untuk bahan baku mebel karena kayunya lebih kuat dan lebih awet dibandingkan dengan kayu hasil penanaman 3 hingga 5 tahun.

Pengolahan kayu akasia dapat dilakukan dengan menggunakan mesin agar lebih cepat. Kebutuhannya yang semakin tinggi termasuk untuk kebutuhan konstruksi membuat pengolahan akasia juga harus dilakukan dengan cepat.

Namun, tetap harus berhati-hati terutama terhadap ketebalan lapisan kayu akasia yang sangat mudah pecah. Pemanfaatan lain yang bisa diandalkan dari pengolahan Acacia Mangium adalah untuk menjadi bahan produk flooring, decking, mebel teras (semi outdoor) dan bisa juga untuk bahan dekorasi interior.

Perlindungan dan Perawatan Kayu Akasia

kayu akasia yang sudah dipotong dan siap digunakan untuk furniture

Mengingat kualitas kayunya yang rentan terhadap hama pengganggu, perlu dilakukan perawatan rutin terhadap kayu akasia ini. Anda perlu menggunakan fungisida berkualitas untuk merawat sekaligus meningkatkan kualitas kayu akasia.

Baca Juga :  Jual Bahan Kimia Pengawet Kayu Terbaik!

Baca juga: Ketahanan Kayu Sengon, Akasia, Karet Dan Tusam Terhadap Jamur

Dengan beragamnya merek pengawet kayu di pasaran saat ini, jangan sampai Anda melakukan kesalahan dengan memilih produk fungisida yang tidak bermutu. Pastikan kualitas antijamur yang dipilih dan gunakan aman terhadapa kesehatan dan lingkungan.

Sebagai rekomendasi, Anda dapat menggunakan produk Biocide Surface Film Preservative (SFP) dan juga Biocide Wood Fungicide. Kedua produk tersebut adalah fungisida berkualitas dengan kandungan bahan aktif terbaik yang efektif mengatasi permasalahan munculnya jamur di kayu, termasuk akasia.

1.      Biocide Surface Film Preservative (SFP)

Biocide Surface FIlm Preservative untuk perlindungan dan perawatan kayu akasia dari jamur dan lumut

Anda dapat menggunakan Biocide Surface Film Preservative untuk pembasmi jamur pada permukaan kayu akasia yang siap diolah. Jamur yang muncul pada permukaan kayu akasia biasanya berwarna putih, agak coklat, atau berwarna agak gelap.

Jamur ini dapat tumbuh akibat kelembaban yang tinggi serta lingkungan yang kotor. Anda dapat mengatasinya dengan menggunakan produk Biocide SFP melalui metode penguasan agar lebih mudah. Jangan lupa untuk selalu gunakan sarung tangan dan masker pelindung agar lebih aman.

Anda dapat menggunakan produk Biocide SFP bersamaan dengan cat kayu saat akan melakukan finishing. Agar hasil kayu setelah finishing bukan hanya cantik tapi juga terlindungi dengan baik.

2.      Biocide Wood Fungicide

Biocide Wood Fungicide untuk perlindungan dan perawatan kayu akasia dari serangan jamur dan lumut

Sementara produk Biocide Wood Fungicide adalah produk yang dapat Anda gunakan untuk mencegah maupun mengatasi serangan jamur noda pada kayu akasia milik Anda. Jamur ini umumnya menyerang substrat kayu dan menyebabkan perubahan warna terjadi dengan merusak warna alami substrat kayu.

Jamur noda memang tidak bersifat membusukkan kayu dan terkesan tidak berbahaya, namun kerusakan terjadi pada tampilan kayu nantinya. Saat Anda melapisinya dengan bahan finishing, kerusakan akibat serangan jamur noda juga akan tetap terlihat meski tidak sejelas saat tidak dilapisi cat.

Baca Juga :  Merawat Bufet Buku Bebas Jamur dan Lumut dengan Biocide SFP

Agar lebih optimal untuk menghilangkan jamur ini, Anda dapat mengkombinasikan penggunaan pengawet kayu ini dengan wood bleaching dari WA-250.

Di Manakah Anda Bisa Mendapat Bahan Pengawet untuk Merawat Kayu Akasia?

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau pemesanan mengenai produk ini, Anda dapat menghubungi kami melaui e-mail di [email protected]

Anda juga dapat membeli seluruh varian produk dari Bio Industri Omnipresen secara online melalui beberapa kanal marketplace kami berikut ini:

Anda juga bisa membeli seluruh produk dari Bio Industri Omnipresen secara langsung di beberapa service point kami berikut ini:

Bio Center Yogyakarta

Phone / fax: 0274 388301
Hp / WhatsApp: Klik di Sini
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Jepara

Phone: 0291 598992
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Cirebon

Phone: 0231 320759
e-mail: [email protected]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *