Panduan Memilih Kayu Jati yang Bagus untuk Industri Woodworking

Bagaimana cara memilih kayu jati yang bagus? Mari simak hal-hal yang harus dihindari di bawah ini!

Tectona grandis ialah salah satu spesies kayu premium di seluruh dunia. Di Indonesia, jati secara khusus dibudidayakan oleh perhutani untuk mendukung industri mebel nasional. Meski jati Indonesia bukan nomor satu di dunia, namun kualitasnya tak perlu diragukan lagi.

Di dalam negeri pun, popularitas jati begitu tinggi, khususnya di Jawa. Jati merupakan kayu idaman untuk membuat furniture, konstruksi bangunan, hingga benda kerajinan. Namun meski secara umum merupakan salah satu kayu terbaik di negeri ini, pemilihan jati tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Apa pasal? Dewasa ini, berbagai jenis jati telah dijual bahkan saat usianya begitu muda.

Akibatnya, banyak jati-jati dengan kualitas yang tak sesuai harapan. Kondisi tersebut disebabkan karena permintaan yang sangat tinggi. Sayangnya, kadang ada juga penjual yang melakukan penipuan.

Mereka membuat kayu lain agar mirip jati sehingga mendapatkan keuntungan besar. Hal seperti ini jelas perlu dihindari. Dan di kesempatan ini, kami akan membagikan tips memilih jati yang kualitasnya baik.

Yuk, agar tak salah pilih, ikuti panduan memilih jati berikut ini.

7 Tips Memilih Kayu Jati yang Bagus

Kayu jati yang baik adalah kayu jati yang tidak memiliki karakter-karakter di bawah ini.

Usia Muda

Sebagaimana disebut di atas, salah satu penyebab turunnya kualitas jati di pasaran adalah penjualan material yang usianya begitu muda. Padahal kayu jati muda memiliki jaringan terdiri dari sel yang kurang kuat dan banyak mengandung air. Oleh sebab itulah, salah satu cara paling mudah untuk memilih jati yang baik adalah memilih berdasarkan usianya.

Dari segi ketahanannya, jati muda juga tak mengandung resin yang cukup banyak untuk memberikan perlindungan antihama. Sehingga, ketika jati tua bisa tahan dari serangan rayap, bubuk, dan jamur, namun tidak demikian dengan jati muda.

Bagaimana dengan segi tampilan? Warna jati muda tidak sepekat jati tua. Pola kayunya juga belum berkembang sempurna dan baik. Ketika disandingkan, akan terlihat perbedaan cukup signifikan antara jati yang sudah tua dengan yang masih muda.

Iklan Biothane utama

Berlubang

Adanya lubang-lubang pada kayu akan membuat tampilan produk yang dihasilkan kurang menawan. Selain itu, kayu berlubang juga indikasi serangan totor atau kumbang bubuk kayu.

Jati yang terserang bubuk jelas bukan jati yang baik. Ini mengindikasikan resin antihama yang biasanya terdapat secara natural tidak ada. Kayu tersebut bisa saja masih sangat muda, tumbuh dengan perawatan yang buruk, atau malah jati palsu.

Pori Kayu

Selain usia, kepadatan pori juga bisa disebabkan cara penanaman pohon terkait. Kualitas kayu jati yang bagus adalah kayu jati yang kepadatan porinya tinggi.

Estetika

kayu jati yang bagus

Pilih jati dengan tampilan yang menawan. Ciri-ciri kayu jati yang bagus sendiri salah satunya ditandai dengan warna lebih gelap sekaligus lebih kuat sebagaimana disebutkan di atas.

Mata Mati

Adanya mata mati mengindikasikan kayu terkait memiliki potensi pecah atau retak yang tinggi. Pengolahan kayu yang memiliki kondisi ini harus dilakukan dengan hati-hati. Maka itulah, hindari kayu (bukan hanya jati) yang memiliki tingkat retak tinggi karena hal ini.

Jaringan Gabus

Bagian dalam kayu bisa dibedakan menjadi beberapa jaringan. Salah satunya adalah jaringan gabus. Sayangnya, sebagai bahan baku mebel jaringan ini tak begitu baik. Justru disarankan untuk tidak memilih kayu yang memiliki jaringan gabus pada potongannya.

Teras vs Gubal

Bagaimanapun juga, kayu teras memiliki performa lebih baik dibanding kayu gubal. Kayu teras yang berusia lebih tua secara umum juga lebih kokoh dan menarik. Namun untuk3% keberadaan kayu gubal, jati masih dianggap sebagai kayu jati yang bagus.

Intinya, semakin banyak terasnya, kualitas kayu semakin tinggi. Maka bila Anda sedang mencari jati yang grade-nya baik, pilih juga yang persentase terasnya lebih banyak.

Bagaimana Bila Hanya Tersedia Jati Kualitas Rendah?

Memilih kayu jati yang bagus adalah cara yang bisa kita lakukan untuk menghasilkan produk jati yang juga bagus. Namun perlu dipahami, bahwa dalam beberapa kesempatan, banyak orang yang justru mencari jati dengan grade rendah. Ini biasanya dilakukan untuk membuat produk yang lebih murah dan dijual untuk pasar lokal. Jati yang dipilih pun adalah jati muda atau jati dengan persentase gubal yang tinggi.

Apakah hal tersebut salah? Jelas tidak, sebab memang ada tujuan tertentu yang ingin dituju. Apalagi di pasaran, masyarakat kadang tidak mau membeli produk kayu non jati. Biasanya, masyarakat hanya mau membeli jati sehingga banyak pelaku usaha perkayuan, terutama mebel yang kebingungan. Mereka sulit meyakinkan masyarakat (terutama masyarakat Jawa) untuk menggunakan kayu lainnya.

kayu jati yang bagus

Penggunaan jati muda atau jati dengan persentase gubal tinggi pun menjadi solusi. Namun tentu dengan catatan bahwa pelaku usaha harus jujur kepada konsumennya.

Treatment Pengawetan untuk Kayu Jati yang Bagus

Pada akhirnya, kita memang tak selalu harus menerapkan panduan untuk memilih kayu jati yang bagus di atas. Namun demikian, kita tetap harus memerhatikan kualitasnya. Apalagi era ini adalah era globalisasi dengan market yang semakin terbuka dengan produk luar.

Bayangkan, Anda menjual produk jati murah di pasaran lokal, namun kualitasnya tak bagus, sedangkan ada produk luar yang lebih murah namun juga lebih baik! Sudah pasti, produk Anda akan kurang laku. Dan bila kondisi ini diteruskan, industri mebel nasional yang bisa terkena imbas buruknya.

Kualitas produk jati baik itu kursi, alat musik, tiang, lantai, dan lainnya tetap harus ditingkatkan. Dan untuk kebutuhan ini, kita bisa melakukannya dengan aplikasi pengawetan. Treatment pengawetan dilakukan dengan memanfaatkan bahan kimia untuk diresapkan pada jati. Dengan treatmen ini, kayu akan tahan terhadap hama sehingga masa pakainya bisa meningkat hingga beberapa kali lipat. Sengon saja bisa bertahan puluhan tahun lho bila diawetkan dengan baik.

Gunakan BioCide untuk Wujudkan Kayu Jati yang Bagus

Pengawetan akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan dengan baik. Dalam hal ini, kami menyediakan produk pengawet andalan untuk Anda. Khusus di antijamur, yang kami sediakan ialah BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

Apakah Anda pernah mendapati kayu yang penampangnya berwarna biru atau kehitaman? Bau kayu kadang apek, dan tampak jelek dibanding yang lain. Bila iya, yang Anda lihat itu adalah hasil serangan jamur stain atau noda. Dan BioCide Wod Fungicide merupakan anti stain terbaik yang bisa Anda gunakan.

Di sisi lain, BioCide Surface Film Preservative adalah anti jamur permukaan. Jamur permukaan merupakan jamur berhifa yang bisa dengan cepat membusukkan kayu. Mula-mula, jamur ini muncul di permukaan saja. Pada mebel, biasanya jamur ini hanya menempel di lapisan cat saat baru tumbuh. Tapi bila dibiarkan, lama-lama akar jamur akan masuk hingga ke dalam kayu dan melakukan proses pembusukkan dengan cepat.

Baik BioCide Wood Fungicide ataupun BioCide SFP sama-sama bisa memberikan perlindungan pada kayu jati. Anda pun tak perlu menerapkan tips memilih kayu jati yang bagus di atas. Anda bisa menggunakan jati muda atau jati gubal yang lebih murah sambil tetap mempertahankan kualitasnya.

biocide sfp

Cara Beli BioCide untuk Tingkatkan Kualitas Kayu Jati yang Bagus

Dapatkan BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative dengan pembelian online ataupun secara konvensional. Ya, sekarang produk fungisida ini sudah tersedia untuk pemesanan secara daring lho. Anda tinggal memesan ke hotline kami saja. Nanti, CS kami yang akan memandu dan mengurus pesanan Anda.

Bagi Anda yang ingin melakukan kerja sama lebih lanjut, CS kami juga bisa memberikan tawaran menarik. Kami bisa mengirimkan tim untuk mendemonstrasikan penggunaan BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

Adapun untuk pembelian secara langsung, Anda bisa ke Bio Service Point saja. Saat ini, Bio Service Point sudah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Simpulan

Dari pembahasan di atas, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan sebagai berikut.

  1. Pertama, meski merupakan kayu dengan kualitas baik, namun kita tak bisa menggeneralisasi bahwa semua material jati sama bagusnya.
  2. Kedua, agar bisa mendapatkan material yang tepat, maka sebaiknya menghindari beberapa kriteria seperti persentase gubal yang tinggi, usia yang terlampau muda, sampai adanya cacat pada kayu.
  3. Namun demikian, kadang kala, tidak ada salahnya menggunakan jati murah yang kualitasnya di bawah standar. Misalnya, saat Anda ingin membuat mebel jati yang lebih murah.
  4. Hanya saja, pastikan tetap mempertahankan kualitas produk tersebut. Caranya adalah dengan menerapkan treatment pengawetan.
  5. Agar treatment berhasil menghasilkan kayu jati yang bagus, gunakan obat BioCide Wood Fungicide dan BioCide Surface Film Preservative.

Kurang lebih itulah informasi yang bisa kami bagikan mengenai cara memilih kayu jati yang bagus sekaligus tips pengawetannya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk pembaca antijamur.net sekalian.

Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn