Ini Dia Perbedaan Jamur Stain dan Decay

Kelompok jamur hama kayu bisa dibedakan menjadi jamur stain dan decay. Perbedaan jamur stain dan decay meliputi jenis kerusakan yang ditimbulkan hingga penampakan.

Di antijamur.net, kami sudah banyak sekali membahas mengenai jamur. Kamipun sudah mengangkat tema mengenai dampak organisme ini bagi kesehatan hingga bagi perusahaan furniture.

Namun, kami belum memberikan penjelasan tentang perbedaan jenis jamur-jamur tersebut. Oleh sebab itulah di kesempatan ini, kami akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan dua jenis jamur yang paling banyak dibicarakan. Apalagi kalau bukan jamur decay dengan jamur stain. Namun sebelumnya, mari kita mulai dari mengenal sekilas kedua hama tersebut.

Perbedaan Jamur Stain dan Decay

Jamur Decay

Jamur decay adalah jenis jamur yang bisa membusukkan material kayu. Kelompok ini bisa menyebabkan kayu rusak secara struktural maupun estetika. Jamur ini menyerang kayu log hingga kayu yang sudah difinish. Umumnya, kelompok organisme ini berbentuk multiseluler.

Bentuk jamur decay alias jamur pembusuk sangatlah ber

agam. Ada yang berbentuk seperti telinga manusia, paku payung, hingga yang berbentuk seperti jamur tempe. Semuanya tergolong sama sebab memakan substrat kayu sehingga menyebabkan pembusukkan.

Hanya saja, jamur-jamur besar yang berbentuk seperti telinga atau paku payung tersebut umumnya hanya tumbuh pada kayu yang teramat lembab. Misalnya kayu yang dibiarkan berhari-hari di luar rumah dan kehujanan. Sebaliknya, jamur yang menyerupai jamur tempe lebih sering menyerang kayu indoor, baik itu kayu mebel, dinding kayu, hingga tiang-tiang kayu.

Jamur Stain

perbedaan jamur stain dan decay

Jamur stain adalah jamur yang hanya menimbulkan cacat warna pada kayu. Kelompok ini biasanya menyerang kayu log. Ukuran tubuhnya yang bersifat mikroskopis membuat cacat warna yang muncul tak bisa dihilangkan. Noda harus disamarkan dengan bahan khusus.

Bahkan ketika Anda mendempul kayu pun, noda kadangkala masih membayang dan terus tumbuh. Karena itulah, jamur ini harus dibersihkan dulu sebelum diterapkan bahan finishing apapun.

Iklan Biothane utama

Berbeda dengan jamur pembusuk alias decay, jamur stain bisa menyerang sangat cepat. Katakanlah hari ini Anda menebang pohon. Log yang Anda biarkan bisa saja sudah terlihat membiru atau menghitam esok harinya. Warna itupun kemudian menyebar kemana-mana.

Dus, pencegahan jamur ini harus dilakukan sedini mungkin. Kita tak bisa menunggu kayu dipotong dan dikeringkan dulu. Pasca penebangan, area yang terbuka dan tidak terlindungi kulit kayu seyogyanya diolesi oleh antijamur yang bagus untuk menangkal hama ini.

Ringkasan Perbedaan Jamur Stain dan Decay

Bagaimana? Dari penjelasan mengenai kedua jamur di atas, apakah Anda paham dengan perbedaan antara keduanya?

kayu berjamur butuh fungisida kayu

Secara ringkas, kita bisa menyimpulkan perbedaan antara kedua jenis jamur itu terletak pada:

  1. Wujud: jamur pembusuk memiliki wujud beragam, sedangkan jamur noda kesemuanya memiliki wujud sel-sel mikroskopis yang hidup di antara substrat kayu.
  2. Efek: jamur decay sebagaimana namanya menyebabkan pelapukan kayu. Kayu bukan hanya terlihat jelek, namun juga rapuh dan berbau apek. Sedangkan jamur noda secara umum hanya menyebabkan kerusakan estetika. Meski demikian kerusakan estetika tersebut tetap sangat merugikan.
  3. Kecepatan kerusakan: secara umum, serangan jamur blue stain terjadi lebih cepat dibandingkan dengan jamur decay.

Kira-kira, itulah kunci perbedaan jamur stain dan decay. Sebenarnya masih ada beberapa poin perbedaan yang lain yang merupakan implikasi perbedaan-perbedaan di atas. Salah satunya adalah dalam hal penanganan hama tersebut.

Pencegahan dan Penanganan Juga Berbeda

Perbedaan jamur stain dan decay meliputi fisik hingga kerusakan yang ditimbulkan, membuat pencegahan dan penanganan keduanya  jenis jamur juga berbeda. Berikut ini sedikit tips dan produk yang kami rekomendasikan untuk mengatasi kedua jenis jamur.

Jamur Stain

 

Untuk mencegah jamur stain, pastikan kayu-kayu sudah kering dan ditreatment dengan anti jamur yang bagus. Aplikasi pengeringan dan treatment ini sangat penting terutama pada kayu yang baru dipotong. Kami merekomendasikan Anda menggunakan BioCide Wood Fungicide untuk mencegah serangan jamur stain.

biocide sfp untuk atasi plafon rumah berjamur

Fungisida tersebut kami sarankan karena unggul dalam mengantasipasi serangan jamur stain seperti blue stain, relatif aman kontak dengan manusia, dan bisa dilarutkan dengan air maupun solvent. Sedangkan bila kayu sudah terserang jamur stain, lakukan penyamaran noda dengan pemutih kayu atau wood bleaching WA-250. Seabagaimana Microcide 100 EC, wood bleaching tersebut relatif aman kontak dengan manusia dan bisa dilarutkan dengan air maupun solvent.

Jamur Decay

Sebagaimana jamur stain, untuk mencegah kelompok decay, pastikan kayu sudah kering dan ditreatment dengan Microcide 100 EC. Hanya saja, agar kayu tidak terserang jamur decay setelah difinish, tambahka film preservativ BioCide SFP. Bahan tersebut bisa ditambahkan saat finishingw water based maupun solvent based. Dengan demikian, lapisan finishing bisa lebih tahan terhadap serangan jamur permukaan yang biasanya termasuk kelompok decay.

Pesan BioCide Begini Caranya

Di balik perbedaan jamur stain dan decay, keduanya perlu diantisipasi. Sebab hama ini bisa merusak produk rumah tangga Anda hingga komoditas usaha Anda. Penggunaan BioCide sangat kami sarankan terutama untuk kebutuhan usaha.

Anda pun bisa membeli BioCide dengan sangat mudah lho. Anda bisa membeli secara langsung atau melakukan pesan secara daring. Untuk pesan daring, Anda dapat menghubungi layanan Customer Care kami yang juga admin online store kami. Silahkan saja hubungi kami via kontak yang Anda kehendaki.

Secara langsung, Anda bisa membeli produk kami di Bio Service Point. Atau, Anda juga bisa membeli kea gen kami yang alamatnya bisa Anda dapatkan lewat CS kami.

Demikian informasi perbedaan jamur stain dan decay serta penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat (*)

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn