Jamur Stain, Penyebab Cacat Warna yang Bikin Pengusaha Mebel Pusing

Jamur stain sama berbahayanya sebagaimana jamur decay. Meski tidak menimbulkan kerusakan struktural pada kayu, namun ia bisa menyebabkan cacat warna pada material tersebut.

Organisme itu memiliki bentuk yang amat beragam. Ada yang seperti payung, berbentuk hati, hingga berbentuk seperti jarum!

Ya, dia adalah jamur.

Pada masa lalu, orang mengira jamur sebagai salah satu jenis tumbuhan. Sainslah yang kemudian mengungkap bahwa organisme ini adalah suatu organisme yang berdiri sendiri. Salah satu perbedaannya dengan tumbuhan adalah kemampuannya membuat makanan sendiri. Dalam banyak kasus, seperti hewan, jamur harus mencari sumber energi pada bahan lain. Ia berbeda dengan tumbuhan yang bisa membuat makanan lewat proses fotosintetis.

Perbedaan kemampuan membuat makanan itu berimbas pada berbagai aspek. Salah satunya sifat jamur yang kadang merugikan karena membusukkan bahan lain dalam proses pencarian makanannya.Jamur stain

Jamur sebagai Hama Kayu

Dalam bidang pengolahan kayu, jamur blue stain, salah satu contoh jamur stain atau noda.

Jamur adalah salah satu organisme yang patut diwaspadai karena bisa merusak kayu. Pada perusahaan-perusahaan produsen kayu, keberadaan organisme ini bisa menyebabkan kerugian yang tidak main-main. Jenis jamur hama kayu sendiri bisa dibedakan menjadi dua. Salah satunya adalah jamur stain.

Berbeda dengan jamur yang biasa kita kenal, jamur ini tidak akan membusukkan kayu. Jamur ini “hanya” akan menyebabkan cacat warna pada material tersebut. Keberadaan organisme ini akan membuat material kayu tampak bernoda. Warna-warna seperti hitam, coklat, biru, dan abu-abu adalah warna-warna umum yang ditunjukkan organisme ini.

Meskipun demikian, nilai kerugian yang ditimbulkan organisme ini tidak main-main. Mengapa demikian?

Cacat Warna, Penyebab Nilai Jual Kayu Turun Drastis

Kualitas kayu bukan hanya ditentukan oleh kekokohannya. Pada kepentingan tertentu, estetika kayu juga harus unggul. Misalnya pada keperluan pembuatan furniture dan mainan anak. Pengolahan kayu yang ditujukan untuk memenuhi keperluan tersebut harus didukung dengan kualitas estetika kayu yang baik. Adanya cacat warna seperti yang terjadi akibat jamur stain sangat sulit ditoleransi.

Iklan Biothane utama

Namun kenyataannya memang tidak semudah itu. Bila kita langsung mengaplikasikan cat, ada masalah lanjutan yang biasanya muncul. Pertama, jamur yang terus tumbuh di bawah permukaan cat. Dan lama kelamaan, noda jamur yang samar setelah didempul justru akan semakin tajam. Lapisan cat pun tidak bisa menutupi noda itu lagi.

Kedua, kalaupun jamur bisa ditutupi dengan dempul dan cat, Anda akan boros pada kedua produk tersebut. Anda harus menghabiskan lebih banyak dempul serta lebih banyak cat warna. Budget pun membengkak.

Lagipula, banyak di antara kita yang ingin mengecat kayunya dengan hasil yang natural look. Tampilan natural tersebut tidak bisa dicapai dengan penggunaan dempul sebab dempul bisa menutup pola dan warna asli kayu. Dus, untuk kebutuhan seperti ini, serangan stain fungus sangatlah merugikan.

Menyamarkan Noda Jamur Stain

Wa-250

Apabila kayu-kayu Anda sudah terinfeksi oleh jamur ini, cara paling efektif yang bisa dilakukan adalah melakukan penyamaran noda jamur. Beberapa produk di pasaran sudah bisa Anda gunakan untuk menyamarkan noda organisme ini. Misalnya wood bleaching atau pemutih kayu.

Kami merekomendasikan Anda menggunakan pemutih kayu WA-250 untuk menyamarkan noda jamur ini. White Agent WA-250 ialah larutan pemutih dengan bahan aktif sodium hypochlorite NaClO yang diformulasikan secara khusus sebagai bahan wood bleaching sehingga warna kayu menjadi lebih cerah dan tampak lebih natural. Produk ini juga secara khusus diformulasikan untuk menghilangkan noda hitam bekas stain fungus, menyamarkan warna kayu doreng, dan membersihkan warna permukaan kayu.

Untuk Mencegah Jamur Stain Gunakan BioCide Wood Fungicide

Di atas telah dijelaskan cara mengatasi noda jamur blue stain. Cara di atas memang efektif meski akan membuat warna kayu berubah. Namun setidaknya, pola kayu masih bisa dipertahankan sehingga bisa difinish dengan finishing natural look.

Tapi sebetulnya daripada repot-repot memutihkan kayu, ada baiknya kita melakukan pencegahan. Sebagaimana prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, demikian juga bila kita bicara mengenai stain fungus.

Jamur ini pun sejatinya mudah dicegah asalkan produk yang Anda gunakan tepat. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan produk kami yang lain, BioCide Wood Fungicide.

BioCide Wood Fungicide adalah antijamur sekaligus antibakteri. Produk ini secara khusus didesain dengan salah satu manfaat untuk mencegah jamur blue stain. Penggunaannya juga begitu fleksibel. Anda bisa menerapkannya di area pemotongan kayu setelah ditebang. Selanjutnya, awetkan kayu dengan lebih baik pasca proses gergajian dan pengeringan.

Kontak dan Pemesanan

Untuk kontak dan pemesanan, silahkan hubungi Customer Care kami di +62.274.388.301 dan email di [email protected] Nanti, Customer Service kami akan mencatat dan memproses pesanan Anda.

Supaya semakin cepat, Anda bisa langsung memberikan data yang diperlukan seperti alamat pengiriman, jumlah produk yang dipesan, dan juga kurir yang Anda kehendaki. Dengan data ini, CS akan memberikan gambaran biaya yang harus Anda bayar. Setelah semua dirasa sesuai, kami pun akan segera memroses pesanan Anda.

Namun bila Anda ingin membeli secara langsung, Anda bisa berkunjung ke Bio Service Point. Bio Service Point merupakan tempat di mana Anda bisa membeli berbagai produk Bio Industries, termasuk BioCide untuk mencegah jamur stain.

Di Bio Service Point, Anda dapat bertatap muka serta konsultasi dengan CS kami. Berbagai produk BioIndustries lainnya juga bisa Anda tengok mulai dari cat hingga lem kayu berkualitas tinggi.

Kiranya, semoga informasi ini bermanfaat ya. Ikuti terus berbagai update unggahan menarik yang lain di antijamur.net. Kami masih memiliki berbagai tips krusial untuk mencegah jamur stain dan berbagai jenis hama jamur yang lain.

Iklan Biothane utama alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn