3 Jenis Silica Gel Sesuai dengan Fungsinya

Secara umum, ada 3 jenis silica gel yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyerap kelembaban. Tiga jenis bahan penyerap kelembaban tersebut memiliki beberapa perbedaan dari mulai tampilan secara fisik, sampai dengan fungsinya secara spesifik.

Proses penyimpanan, erat kaitannya dengan kondisi kelembaban tempat penyimpanan. Jika salah dalam menyimpan suatu benda baik makanan, alat elektronik, furniture atau apapun itu, kemunculan jamur akan menghantui.

Anda harus menjaga agar benda yang disimpan terhindar dari kelembaban agar jamur tidak muncul. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan silica gel.

Apa Saja 3 Jenis Silica Gel yang Bisa Digunakan?

silica gel

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada tiga jenis penyerap kelembaban yang dapat Anda gunakan. Bahan penyerap kelembaban udara atau biasa dikenal dengan sebutan silica gel adalah bahan yang mampu digunakan untuk bekerja sebagai penyerap kelembaban dengan cara kerja secara adsorbsi.

Bahan ini mampu untuk mengikat molekul air yang berada pada kelembaban untuk masuk lalu terjerat kuat dalam pori-porinya. Setelah molekul air terperangkap di dalam pori silica gel, diharapkan tidak ada masalah serius yang dapat muncul karena kelembaban udara yang terjadi.

Bahan penyerap kelembaban ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Baik digunakan pada kebutuhan penyimpanan barang dalam skala industri maupun untuk kebutuhan perorangan. Intinya, penggunaan bahan ini adalah untuk menjaga kondisi produk agar lebih tahan lama  serta tidak berjamur akibat suhu.

Anda dapat mencari 3 jenis silica gel di pasaran, lalu gunakan sesuai dengan kebutuhan. Ketiga jenis bahan penyerap kelembaban tersebut telah dilengkapi dengan fungsi terentu dan agar kinerjanya optimal.

Tiga jenis silica gel yang dimaksud yaitu silica gel natural, silica gel putih, serta silica gel biru. Kenali ketiga jenis silica ini dengan lebih spesifik melalui pembahasan di bawah ini:

Silica Natural

silica gel natural dari bahan yang alami sehingga aman untuk kesehatan

Jenis pertama ada silica gel natural atau yang sering dikenal juga sebagai silica gel alami. Mendapat julukan sebagai jenis yang “alami” karena bahan utamanya berasal dari mineral alami. Seperti namanya, bahan ini tidak mengandung campuran bahan lainnya pada saat formulasinya, sehingga hasilnya benar-benar berasal dari mineral silica alami tanpa campuran bahan lain sedikitpun.  Warna dari jenis silica ini juga tampak paling natural di antara jenis silica lainnya. Tanpa ada penggunaan bahan pewarna atau sejenisnya.

Silica alami sebenarnya merupakan bahan yang tidak memiliki warna dan juga tidak berbau. Tampilan dari silica natural juga demikian. Di tambah lagi, silica jenis alami ini merupakan bahan yang bebas toksisitas termasuk bebas dari potensi adanya zat karsinogenik yang terkandung di dalamnya.

Silica gel alami juga lengkap dengan sifat hydrophilic yang aktif, tidak memiliki rasa dan juga tidak diberi perasa pada proses formulasinya, serta aman jika digunakan untuk menjadi bahan pengawet untuk makanan.

Silica natural adalah jenis pengawet ataupun penyerap kelembaban yang bersifat foodgrade, yaitu bahan yang aman saat digunakan untuk digunakan saat bersentuhan langsung dengan makanan.

Wajar jika pada berbagai jenis industri, silica gel natural imanfaatkan sebagai bahan pengawet atau penyerap kelembaban termasuk untuk makanan, seperti digunakan pada kemasan makanan, tas, sepatu, untuk industri farmasi ataupun lainnya.

Silica Gel Warna Putih

Silica gel warna putih berbeda dengan jenis silica natural yang terbuat dari 100% bahan alami. Jenis silica yang satu ini mengandung silika (Si) kurang lebih 98%.

Bahan ini mampu bekerja dengan lebih optimal dalam menyerap kelembaban dalam kondisi humidity yang cenderung rendah. Daya serap yang dimiliki oleh bahan ini dapat mencapai kapasitas maksimum 40%.

Bahan utama dari formulasi silica putih adalah Sodium silicat. Penyerapan kelembaban menggunakan bahan ini lebih optimal untuk digunakan pada berbagai kepentingan karena bahan ini tidak menyebabkan terjadinya korosi.

Semakin tinggi kandungan silicanya akan semakin banyak pula jumlah pori yang terbentuk dalam silica putih ini.  Hal tersebut tentu saja menjadikan proses adsorpsi atau penyerapan terjadi dengan lebih optimal.

Jika dilihat dari keseimbangan penyerapannya, penyerapan kelembaban dengan mengandalkan silica putih dapat terjadi dengan lebih stabil polanya. Berbeda dengan jenis silica lainnya.

Seperti halnya jenis natural, silica white juga tidak mengandung senyawa karsinogen sehingga tidak beracun. Pada proses aktivasinya, silica white tidak akan berubah bentuk sehingga sudah terbukti pula stabilitasnya.

 Silica Gel Biru, Jenis yang Sudah Dilarang

silica gel biru yang dianggap beracun dan tidak aman untuk kesehatan

Terakhir, ada silica gel warna biru. Berbeda dengan kedua jenis lainnya, bahan utama dari pembuatan jenis silica ini adalah cobalt cloride.

Oleh karena kandungan bahan aktifnya inilah, penggunaan jenis silica biru telah dibatasi. Bahkan di beberapa negara sudah dilarang penggunaannya. Kandungan cobalt cloride yang digunakan untuk pembuatannya mampu menyebabkan permasalahan serius pada kesehatan manusia.

Cobalt cloride adalah bahan yang mengandung zat karsinogenik sehingga dapat memicu terjadinya kanker. Ancaman kesehatan yang serius sebagai efek dari penggunaannya membuat bahan penyerap kelembaban ini semakin dikurangi penggunaannya.

Larangan paling utama tentu saja penggunaan silica biru sebagai bahan penyerap kelembaban untuk kemasan makanan. Karena kandungan beracun di dalamnya akan sangat mudah menyebar pada makanan dan membuat yang memakannya akan keracunan.

Penggunaannya juga dilarang untuk pengemasan obat maupun untuk kebutuhan di industri farmasi lainnya. Sehingga pemakaian silica gel biru hanya digunakan untuk kebutuhan industri pada bidang permesinan atau untuk industri elektrik termasuk listrik.

Seperti sebagai bahan penyerap kelembaban yang digunakan pada blower di pembangkit listrik. Ataupun untuk digunakan pada panel listrik maupun untuk mesin kompresor yang juga memiliki resiko kelembaban yang tinggi saat sedang tidak beroperasi.

Rekomendasi Untuk Anda

    Pilihan Menarik Lainnya