Inilah Fakta Tentang Jamur Pelapuk Kayu Yang Harus Anda Tahu

Indonesia yang terletak di daerah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi sehingga dikenal juga dengan megabiodiversity. Termasuk di dalamnya adalah jumlah dan keragaman jamur pelapuk kayu.

Hal ini didukung oleh kondisi lingkungan yang pada umumnya sangat mendukung bagi kehidupan jamur, yaitu tanah yang kaya hara / bahan organik serta udara yang hangat dan lembab. Dulu jamur dikalsifikasikan ke dalam dunia (kingdom) tumbuhan, sekarang memiliki dunia sendiri. Jamur memiliki keragaman jenis yang sangat tinggi dan memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat.

Jamur pelapuk kayu tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa menghasilkan gula dan pati sendiri, melainkan memperolehnya dengan cara mendekomposisi berbagai macam bahan organik. Reproduksinya terjadi dengan pembentukan spora dalam jumlah yang banyak. Ketika spora mendapatkan media tubuh yang sesuai, maka berkecambah, membentuk hifa yang bercabang-cabang dan menembus media (kayu).

Hifa menyebar di dalam kayu menguraikan dinding sel sehingga terjadi penurunan kekuatan kayu. Hifa yang banyak membentuk jaringan yang dinamakan miselium. Pada tingkat serangan yang lebih lanjut dibentuk pula tubuh buah dalam berbagi bentuk (seperti payung, berdaging, lembaran-lembaran, dsb.) pada media. Dalam tubuh buah inilah dihasilkan spora.

Ada dua kelompok utama jamur pelapuk kayu, yaitu jamur pelapuk putih (JPP) dan jamur pelapuk coklat (JPC). Tingkat serangan dan daya adaptasi organisma-organisme tersebut juga sangat bervariasi. Disamping itu ada juga jamur pelapuk lunak (JPL) yang tingkat degradasinya relatif lebih kecil dari kedua jenis jamur sebelumnya. Salah satu contohnya adalah Chaetomium sp.

JPL secara taksonomi termasuk ke dalam subdivisi Ascomycota dan Deuteromycota (Blachette, 2004). Beberapa contoh JPP adalah Panus stipticus (Bull) Fr.; Trametes (Fomes) pini (Thore ex Fr.) Fr pada spruce dan birch; Ganoderma (Polyporus) curtisii (Berk.) Murr. dalam oak dan Polyporus versicolor L. ex Fr. (Wilcox, 1973), Armillaria mellea, Heterobasidion annosum, Coriolus versicolor (Basidiomycota), Xylaria hypoxylon, dan X. polymorpha (Ascomycota), Phellinus megaloporus dan Poria contigua.

Adapun jamur pelapuk coklat hanya mencakup 6% dari seluruh jamur pelapuk kayu. Semuanya tergolong ke dalam Basidiomycota, seperti Serpula lacrymans (dry-rot fungus), Piptoporus betulinus, Poria monticola dan Serpula lacrymans.

JPC adalah jamur terpenting dalam pelapukan kayu softwood yang digunakan pada konstruksi di atas tanah di US. Beberapa JPC memiliki struktur seperti akar dinamakan rhizomorphs yang berfungsi sebagai pipa penyalur air sehingga bisa menyerang kayu yang relatif kering. Maka jamur ini dinamakan juga jamur pelapuk kering (dry rot fungi).

alterntif text

Baca juga:

Jual Obat Anti Jamur Untuk Kusen

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Jamur Kayu Blue Stain

Seorang peneliti, Deacon (2004) melaporkan bahwa jamur pelapuk  kayu harus memeiliki kemampuan khusus untuk mengatasi tiga hambatan utama pada kayu, yaitu:

  1. Kayu merupakan substrat organik yang kompleks. Hanya sedikit bahan yang dapat mudah digunakan jamur (seperti: gula sederhana dan pati) yang terutama berada terutama pada sel-sel parenkim jari-jari.
  2. Kadar nitrogen (< 0.1 %) dan fosfor dalam kayu rendah. Kedua elemen mineral tersebut diperlukan jamur dalam jumlah yang banyak untuk pertumbuhannya.
  3. Keberadaan senyawa-senyawa (ekstraktif) yang bersifat racun bagi jamur, terutama pada bagian kayu teras, seperti tanin dalam kayu daun lebar, dan berbagai senyawa fenolik (terpene, stilbene, flavanoid, dan tropolone) dalam kayu daun jarum.

Dampak Pelapukan Kayu

Masalah pelapukan kayu telah dirasakan sejak manusia belajar membangun dengan kayu. Kini pelapukan kayu pada bangunan mendapat perhatian yang semakin besar karena dapat menimbulkan kerusakan bangunan hanya dalam beberapa tahun saja.

Kerusakan tersebut sering sulit atau bahkan tidak bisa diperbaiki, kecuali dengan mengganti komponen yang mengalami kerusakan tersebut. Di antara mikroorganisme yang menyerang kayu, jamurlah yang paling merusak karena dapat mengakibatkan kerusakan struktur. Baca juga artikel terkait dampak jamur: Inilah Bahaya Serangan Jamur Kayu Terhadap Sifat-Sifat Kayu.

Walaupun pelapukan kayu oleh jamur pelapuk kayu tidak seluas dan secepat perusakan oleh rayap, kerugian yang diakibatkan serangan jamur pada kayu dan produk kayu harus mendapat perhatian yang serius karena menimbulkan kerugian ekonomi yang nyata. Selain itu dalam rangka efisiensi pemanfaatan kayu dan menekan konsumsi kayu dari hutan, maka pelapukan kayu/ produk kayu oleh jamur harus dicegah atau diatasi.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn