Fungisida dalam Proses Pengawetan Kayu, Kunci Besar Kesuksesan

Fungisida dalam proses pengawetan kayu memegang peran vital kesuksesan sebuah perusahaan. Apalagi mengingat serangan jamur yang sangat masif sehingga ancaman organisme tersebut terbilang sangat mengerikan.

Fungisida atau anti jamur adalah bahan yang gunanya membasmi beragam jenis fungi parasit. Orang awam mengenal fungisida sebagai bahan yang banyak dimanfaatkan di bidang pertanian dan kesehatan. Namun bahan ini juga memegang kunci suksesnya perusahaan-perusahaan kayu maupun produk kayu. Begitu vitalnya fungsi fungisida, menyebabkan aplikasi yang tidak tepat dapat menjadi penyebab bangkrutnya sebuah perusahaan beromset tinggi.

Sekilas Mengenai Jamur, Hama Destruktif terhadap Kayu

Karakter jamur yang merusak adalah salah satu alasan masifnya penggunaan fungisida dalam proses pengawetan kayu.

Karakter jamur yang merusak adalah salah satu alasan masifnya penggunaan fungisida dalam proses pengawetan kayu.

Jamur sebagai parasit pada kayu hampir diketahui semua orang. Sebagai material organik, kayu menyediakan 50% lebih yang dibutuhkan jamur untuk hidup. Kayu menyediakan bahan makanan, kelembaban, hingga media untuk hidup. Ini merupakan sesuatu yang alamiah, namun bila dibiarkan begitu saja jelas merugikan. Pada skala domestik, kerugian akibat jamur tak memberikan nilai fantastis. Namun tak demikian pada skala industri.

Kayu-kayu yang baru ditebang sudah terancam rusak terserang jamur dalam rentang satu hari saja. Sebut saja serangan jamur blue stain yang dapat merusak kayu dalam waktu satu malam. Istilahnya, sore ditebang, esok harinya sudah harus menebang lagi karena kayu sebelumnya dirusak jamur ini. Total kerugian yang diderita jelas sangat mengerikan.

Serangan blue stain hanya satu contoh kecil ancaman jamur pada kayu dan berbagai produk kayu. Kasus lain yang sering terjadi, adalah munculnya jamur saat proses pengiriman. Pengemasan yang tidak tepat hingga penggunaan lapisan coating tanpa disertai fungisida, mengakibatkan serangan jamur tak bisa dikendalikan. Pengiriman lintas pulau atau benua bisa berakhir sia-sia karena produk yang sampai kualitasnya sangat jauh di bawah standar. Bahkan bila sedang apes, bisa saja perusahaan terkait dituntut ganti rugi akibat mengirim barang tidak layak seperti itu.

Solusi Penggunaan Fungisida dalam Proses Pengawetan Kayu

Karena mengerikannya ancaman jamur, penggunaan fungisida dalam proses phttp://www.antijamur.net/wp-admin/post-new.phpengawetan kayu tergolong sangat vital. Anda mungkin belum merasakan rugi akibat organisme ini. Namun belum tentu ke depannya terus demikian.

Penerapan fungsida dalam proses pengawetan kayu sendiri harus diusahakan semaksimal mungkin. Artinya, kualitas fungisida yang dipilih harus bagus dan aplikasi treatmentnya harus tepat. Produk tersebut harus benar-benar bisa terpenetrasi ke dalam substrat kayu pada saat treatment wood preservation. Dengan demikian kayu akan relatif tahan terhadap serangan jamur yang dapat menjadi penyebab kebangkrutan.

alterntif text

Microcide 100/100 EC, solusi fungisida dalam proses pengawetan kayu.

Microcide 100/100 EC, solusi fungisida dalam proses pengawetan kayu.

Kami merekomendasikan Anda menggunakan Microcide 100/100 EC dalam proses pengawetan kayu. Microcide 100/100 EC adalah fungisida sekaligus bakterisida berbahan aktifmethylene-bis-thiocyanate (MBT). Produk ini akan melindungi kayu, bambu, rotan, dan berbagai jenis serat alam lain dari pertumbuhan jamur bluestain dan jenis jamur kayu lain. Produk ini pun sangat fleksibel diaplikasikan pada kayu gelondong (log) atau kayu olahan (sawn timber).

Selain aplikasi fungisida dalam proses pengawetan kayu, jangan lupa selalu menjaga kelembaban dan berbagai faktor lain agar jamur tidak tumbuh. Pada saat finishing, gunakan film preservative sehingga lapisan finishing tersebut tidak akan ditumbuhi jamur parasit.

Salam sukses selalu! (*)

Kontak dan Pemesanan

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, silakan hubungi Customer Care kami di +62.274.388.301 dan email di [email protected]

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn