Mengenal Oxygen Absorber: Dari Cara Kerja sampai Manfaatnya

Apa itu oxygen absorber? Apakah produk ini aman untuk digunakan dan efektif mencegah pembusukan? Simak penjelasannya berikut ini.

Dalam alur produksi, tahapan akhir sebelum dilakukan distribusi adalah proses pengemasan. Pada tahap tersebut, produk dimasukkan dalam suatu wadah dan dipastikan tidak rusak hingga sampai di tangan konsumen.

Ada yang menganggap proses pengemasan hanya sekedar proses pembuntalan sebuah produk. Ada pula yang mengira bahwa tak ada ancaman yang berarti pada proses tersebut.

Kenyatannya tidak begitu. Bayangkan bila Anda membuka usaha kue gluten free kecil-kecilan. Suatu waktu, seseorang memesan produk Anda dari Aceh. Padahal, Anda tinggal di Pulau Jawa.

Bila Anda melakukan pengemasan secara asal, hampir dipastikan produk Anda rusak di tengah jalan. Bisa jadi kue Anda penyok, habis dimakan jamur, atau lapuk karena terkena cipratan air terus-menerus.

Kalau sudah begitu, tentu Anda sendiri yang rugi. Oleh karena itu, dalam sebuah kegiatan distribusi, proses pengemasan tidak boleh dilakukan secara asal.

Selain memastikan wadah yang awet, kita pun perlu menggunakan bahan-bahan untuk menjaga kondisi barang tetap prima. Misalnya saja penyerap oksigen.

mengenal oxygen absorber

Mengenal Oxygen Absorber dan Cara Kerjanya

Absorber oksigen, sebagaimana namanya merupakan sebuah bahan yang mudah mengikat molekul oksigen di lingkungan sekitarnya. Kadang-kadang produk ini juga disebut sebagai oxygen scavenger.

Dulu, oxygen scavenger memanfaatkan cairan basa dari asam pyrogallic. Namun saat ini, produk tersebut umumnya menggunakan campuran bubuk besi dan natrium klorida.

Pemakaian penyerap oksigen dalam sebuah kemasan dimaksudkan untuk memastikan produk tidak rusak. Sebabnya, seringkali kerusakan produk terutama yang berbahan organik diakibatkan pembusukan oleh bakteri atau jamur.

Misalnya, pembusukan roti oleh jamur hitam atau pelapukan kerajinan oleh jamur putih. Saat oksigen ditiadakan atau diminimalisir jumlahnya, jamur dan bakteri akan kesulitan mendapatkan suplai oksigen untuk bernapas. Ini akan menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri terhambat dan mati.

Singkatnya, produk ini berfungsi untuk:

  1. Mencegahjenis bakteri aerobik (bakteri yang memanfaatkan oksigen untuk bernafas)
  2. Mencegah jamur dan lumut
  3. Membantu menjaga kualitas rasa makanan seperti kacang
  4. Menekan reaksi oksidasi pada rempah dan makanan
  5. Mencegah oksidasi pada vitamin yang menyebabkan kerusakan pada mikro nutrisi tersebut
  6. Membuat produk obat-obatan lebih awet
  7. Mencegah reaksi nonenzimatik yang menyebabkan buah terlalu matang

Cara pakai oxygen absorber cukup sederhana. Anda hanya perlu lebih teliti dalam pemakaiannya. Sebab, sekalinya produk dikeluarkan dari kemasan, ia akan langsung bekerja menyerap molekul oksigen.

Bila Anda membiarkannya di udara terbuka terus-menerus, produk ini akan menjadi jenuh akibat terlalu banyak mengikat oksigen. Sehingga, produk tidak bisa dipakai lagi untuk perlindungan pada kemasan produk.

Aturan menggunakan produk Oksigen Absorber, yaitu:

  1. Buka kemasan besar. Produk ini biasanya dibungkus kecil-kecil dengan semacam kertas kotak lalu dibungkus lagi dalam wadah plastic atau toples besar.
  2. Ambil Oksigen Absorber sesuai denga kebutuhan lalu tutup kemasan besar tersebut.
  3. Masukkan Oksigen Absorber itu pada kemasan yang sudah Anda siapkan.
  4. Segera tutup dengan rapat
  5. Selesai

Peruntukkan Oksigen Absorber

Telah dijual berbagai produk oxygen absorber di masyarakat. Harganya cukup kompetitif. Pemakaian produk juga cukup luas, namun lebih sering diterapkan untuk pengemasan dalam industri pengolahan makanan, baik yang levelnya UMKM atau skala besar.

Produk yang ingin diawetkan dengan absorber ini tak boleh memiliki kelembaban yang terlalu tinggi. Pemakaiannya pada tas dan item fashion yang lain juga harus melewati tahapan trial dulu. Sebab, bisa jadi oxygen scavanger menyebabkan efek yang kurang baik seperti terjadinya pengerutan pada bahan tas tertentu.

Jenis-jenis Penyerap Oksigen

Secara umum terdapat 2 jenis oxygen absorver menurut produk yang direkomendasikan diawetkan dengan bahan ini. Yang pertama biasa disebut B absorber dan yang kedua biasa disebut D absorber.

B absorber memerlukan kelembaban dari produk yang diawetkannya. Sebab hanya dengan kelembaban itulah, bubuk besi menjadi aktif dan mau mengikat molekul oksigen.

Berbeda dengan hal itu, D absorber biasanya didesain untuk produk yang kering. Absorber ini sendiri tidak bergantung pada kelembaban untuk mengaktivasi bubuk besinya.

Apakah Oxygen Absorber Aman untuk Digunakan?

Karena menggunakan bubuk besi, tak sedikit orang yang meragukan keamanan produk ini. Pemikiran seperti itu, bagaimana pun juga merupakan sesuatu yang wajar.

Kenyataannya, intake atau asupan besi yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan, sehingga produk ini dicemaskan bisa menyebabkan makanan menjadi tidak aman ketika kemasannya bocor.

Selain itu, oxygen scavenger pun terbukti berpotensi menyebabkan keracunan botulism. Botulism disebabkan karena bakteri Clostridium botulinum.

Bakteri tersebut merupakan bakteri anaerobic (suka dengan oksigen rendah). Alhasil, meski oxygen absorber berhasil menurunkan pertumbuhan bakteri aerobik, pada beberapa kasus, ia justru memicu tumbuhnya C. botulinum. Padahal bakteri ini bisa menyebabkan keracunan.