Yuk Kenali Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Jamur

Jamur kayu bisa datang kapan saja menghinggapi furniture kita di rumah, ataupun gudang kayu bagi yang memiliki usaha perkayuan, yuk kenali faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur agar kita bisa merawat furniture dengan baik.

Tahukah Anda bahwa setidaknya terdapat 1,5 juta spesies jamur di dunia? Jamur atau fungi merupakan organisme yang sangat beragam dengan cara hidup dan struktur tubuh yang berbeda-beda. Ada jamur yang hidup sebagai saprofit, autotroph, dan masih banyak lagi. Dari ukurannya, ada jamur yang sangat kecil, berbentuk benang halus, hingga yang berbentuk besar dengan tubuh menyerupai payung.

Sayangnya, jamur bukanlah organisme yang dikenal dengan baik oleh kita. Kebanyakan manusia menyamakan jamur dengan tanaman. Padahal, dalam sistem klasifikasi terbaru, yakni sistem klasifikasi 7 kingdom, jamur berada dalam kelompok yang berbeda dengan tanaman.

Namun, meski studinya jarang dipahami publik, organisme ini telah memberikan manfaat-manfaat serta dampak tersendiri. Sayangnya, di antara segudang manfaat jamur, kadang kala organisme ini menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Jamur bisa merusak berbagai produk mulai dari mebel sampai tiang bangunan yang terbuat dari kayu.

Kerusakan Akibat Jamur di Daerah Tropis

Di daerah tropis seperti di Indonesia ini, serangan jamur tidak bisa dipungkiri karena kelembaban udara sangat tinggi. Di Amerika saja, milyaran dollar per tahun bisa raib akibat hama ini! Apalagi di daerah seperti Indonesia.

Furniture seperti lemari kita di rumah sangat rentan terserang jamur. Sebelum membasminya, perlu diketahui terlebih dahulu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur agar bisa antisipasi. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan jamur antara lain:

  1. Temperatur

Temperatur menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur yang pasti. Jamur perusak kayu dapat berkembang pada interval suhu yang cukup lebar, tetapi pada kondisi-kondisi alami perkembangan yang paling cepat terjadi selama periode-periode yang lebih panas dan lebih lembab dalam setiap tahun. Suhu optimum berbeda-beda untuk setiap jenis, tetapi pada umumnya berkisar antara 220C sampai 350C. Suhu maksimumnya berkisar antara 270C sampai 390C, dengan suhu minimum kurang lebih 50C.

faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur

Dengan kata lain, merujuk pada data tersebut, Indonesia adalah negara yang tingkat aktivitas jamurnya tinggi. Sebab, suhu udara di negara kita berentang dari 23 hingg 31 derajat celcius. Sebetulnya, rentang suhu ini pun juga ideal untuk dekompositor atau pelapuk yang lain seperti bakteri pembusuk dan juga lumut. Oleh sebab itulah, pada umumnya, tingkat degradasi material organic di daerah kita terbilang tinggi.

  1. Oksigen

Oksigen sangat dibutuhkan oleh jamur untuk melakukan respirasi yang menghasilkan CO2 dan H2O. Sebaliknya untuk pertumbuhan yang optimum, oksigen harus diambil secara bebas dari udara. Tanpa adanya oksigen, pada umumnya tidak ada jamur yang dapat hidup.

alterntif text

Meski sejatinya di lapangan, ada juga jamur anaerob. Contohnya saja jamur tempe. Ketika bungkus tempe dibuka, aktivitas jamur akan menurun dan pada akhirnya berhenti. Nah, untuk jamur anaerob seperti ini, kehadiran oksigen justru bisa bersifat letal. Makanya, untuk mengatasi jamur anaerob (apalagi anaerob obligat), eksposi terhadap oksigen adalah salah satu solusi yang bisa diambil.

  1. Kelembaban

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur selanjutnya ialah kelembaban udara. Kebutuhan jamur akan kelembaban berbeda-beda, namun hampir semua jenis jamur dapat hidup pada substrat yang belum jenuh air. Kadar air substrat yang rendah sering menjadi fakyor pembatas bagi pertumbuhan jamur. Hal ini terutama berlaku bagi jenis jamur yang hidup pada kayu atau tanah. Kayu dengan kadar air kurang dari 20% umumnya tidak terserang jamur perusak, sebaliknya kayu dengan kadar air 35-50% sangat disukai oleh jamur perusak.

Jamur pelapuk akan menyerang kayu yang berbeda pada lingkungan yang lembab dalam waktu yang relatif lama. Kayu yang dipasang sebagai komponen bangunan disekitar kamar mandi atau sumur, kayu yang terkena tempias air hujan atau kayu yang terendam air akibat banjir akan mudah sekali terserang jamur pembusuk.

Penyerap Kelembaban Bandung

Bisa juga menyerang furniture anda seperti meja, lemari, kursi, dipan dan cabinet jika ruangannya lembab dan tidak banyak mendapat sinar. Garden furniture sebagai mebel yang didesain untuk kebutuhan outdoor pun sangat rentan terhadap serangan jamur ini. Apalagi bila garden furniture diletakkan di taman yang terlalu teduh dengan alas rerumputan yang selalu basah di pagi hari.

  1. Konsentrasi Hidrogen (pH)

Pada umumnya jamur akan tumbuh dengan baik pada pH kurang dari 7 (dalam suasana asam sampai netral). Pertumbuhan yang optimum akan dicapai pada pH 4,5 sampai 5,5. Angka pH ini akan memengaruhi metabolisme jamur. Semakin jauh dari ideal pH suatu lingkungan, maka metabolisme jamur juga akan makin melambat. Bahkan akan terdistraksi sehingga jamur tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

  1. Bahan Makanan (Nutrisi)
Inilah Beda Cara Memutihkan Bambu Dengan H2O2 Dan WA 250

kayu yang warnanya tidak seragam dapat diseragamkan dengan menggunakan WA 250

Jamur memerlukan makanan dari zat-zat yang terkandung dalam kayu seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan zat isi sel lainnya. selulosa, hemiselulosa dan lignin yang menyusun kayu terdapat sebagai makromolekul yang terlalu besar dan tidak larut dalam air untuk diasimilasi langsung oleh cendawan.

Kadang, yang kita anggap sebagai kotoran pun bisa menjadi sumber makanan jamur lho. Sebab, dalam kotoran tersebut tak jarang terdapat zat-zat karbon hingga asam amino yang dibutuhkan oleh organisme ini. Makanya, seringkali, kita mendapati benda yang lama tak dipakai ditumbuhi jamur. Serangan jamur juga akan makin meningkat, ketika debu bercampur dengan kelembaban ruangan yang tinggi.

3 Solusi Mencegah dan Mengatasi Jamur

Kita telah membahas mengenai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur. Lantas, apa solusi yang sebaiknya diambil?

Karena jamur juga menyerang furniture anda seperti meja, lemari, kursi, dipan dan cabinet jika ruangannya lembab dan memenuhi faktor seperti yang disebutkan di atas, maka butuh solusi yang ampuh menghilangkan jamur pengganggu ini. Solusi ini berdasarkan Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur, langkahnya ialah dengan membatasi faktor tersebut terjadi.

serangan jamur pada kayu parah

Jamur pembusuk

Selain memastikan ruangan mendapat udara kering yang cukup, seperti membuka jendela secara rutin, tidak membiarkan air tergenang disekitar furniture serta memastikan saluran air tidak bocor, kita juga butuh solusi yang lebih konkret untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Ya, solusi yang umum seperti membuka ventilasi dan membersihkan ruangan secara berkala memang membantu. Namun, untuk kebutuhan industri, usaha yang harus dilakukan jelas perlu lebih dari itu.

Bayangkanlah apabila Anda memiliki usaha pembuatan kerajinan dan furniture. Kerugian akan Anda rasakan apabila Anda mengabaikan masalah jamur ini. Karenanya, perlu diterapkan solusi yang lebih profesional. Di antijamur.net ini, kami menyediakan 3 produk yang bisa Anda gunakan.

Solusi Cegah Jamur #1: BioCide

Pencegahan jamur yang efektif adalah menggunakan obat anti jamur kayu BioCide. Apabila furniture Anda sudah terlanjur terserang jamur permukaan ini, cara yang paling efektif adalah kuaskan cairan obat anti jamur kayu BioCide Surface Film Preservative.

Obat tersebut ampuh membunuh jamur untuk furniture interior maupun eksterior. Lihat detail produk di sini sekarang (BioCide Surface Film Preservative).


Biocide SFP (surface film preserfative)

Yang menarik, BioCide SFP juga bisa dicampurkan ke dalam bahan finishing tertentu, utamanya yang bergolongan water based. Bagi Anda yang ingin membuat furniture atau konstruksi tahan jamur, beli saja cat water based yang terjangkau lalu campuri dengan BioCide SFP. Hasilnya akan memberikan proteksi sangat baik terhadap serangan hama fungus.

Bagaimana bila yang menyerang adalah jamur noda? Jamur noda atau stain merupakan masalah umum yang sering ditemui para petani kayu hingga pengolah kayu. Untuk jamur stain sendiri, produk yang tepat dipakai adalah BioCide Wood Fungicide. Cara aplikasinya dengan dioleskan atau dijadikan rendaman untuk kayu-kayu yang hendak diawetkan.

Solusi Kedua: Gunakan Penyerap Kelembaban

Tidak semua produk bisa diawetkan menggunakan BioCide SFP dan juga BioCide Wood Fungicide. Kerajinan kertas yang rapuh seperti lukisan jelas tak bisa diawetkan menggunakan kedua fungisida yang lebih cocok untuk kayu, bambu, dan serat alam seperti rotan ini.

Nah, untuk kebutuhan itu, terdapat dua produk yang kami sarankan. Keduanya adalah:

container desiccant pole

  1. Silica. Silica adalah butiran yang bisa menyerap kelembaban. Silica bisa dimasukkan pada kemasan kecil sehingga udara dalam kemasan tersebut terjaga kekeringannya. Anda bisa menggunakan silica untuk mengemas makanan, hiasan dalam kemasan kecil, sepatu, dompet, tas, hingga alat-alat elektronik. Di antijamur.net, silica yang kami sediakan adalah silica natural yang sangat aman sehingga Anda bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan.
  2. Be Dry. Be Dry adalah penyerap kelembaban yang berukuran besar. Produk ini bisa digunakan di kontainer atau dalam sebuah ruangan. Anda bisa menggunakan Be Dry ketika menyimpan produk seperti pakaian, bahan makanan, dan lainnya di gudang.

Kedua penyerap kelembaban ini pada dasarnya bekerja dengan menghambat salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur, yakni humiditas. Baik silica ataupun Be Dry bisa mengalami titik jenuh, yakni ketika zatnya sudah terlalu banyak mengikat air.

Silica sebenarnya bisa ditreatment agar tidak jenuh. Namun prosesnya memakan waktu agak lama. Akan lebih hemat bila Anda membeli silica dan Be Dry yang baru saja. Toh, harganya pun terjangkau sehingga tidak membebani budget produksi.

Beli Silica, Be Dry, dan BioCide Begini Caranya

Ayo, beli silica, Be Dry, dan BioCide di antijamur.net! Anda bisa melakukan pembelian dengan beberapa pilihan pemesanan. Anda bisa membeli secara langsung ataupun tidak langsung.

Untuk membeli secara langsung, Anda bisa langsung bertandang ke Bio Service Point yang bertempat di Yogyakarta, Jepara, dan Cirebon. Di sana, selain membeli ketiga produk antijamur itu, Anda juga bisa membeli cat, lem, hingga stone coating berkualitas tinggi.

Bagaimana dengan pembelian tak langsung? Ada dua pilihan pembelian secara tak langsung atau via online. Anda bisa langsung memesan ke antijamur.net (hubungi CS via kontak yang disediakan) atau membeli di toko daring langganan Anda.

Ringkasan

  1. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur. Dan faktor-faktor tersebut perlu diantisipasi sejak dini.
  2. Beberapa faktor yang dimaksud adalah suhu, pH, sumber makanan, hingga sumber air atau kelembaban.
  3. Karena mencakup kelembaban dan suhu, area tropis seperti Indonesia memiliki tingkat destruksi akibat jamur yang tinggi.
  4. Untuk mencegah tumbuhnya jamur, gunakanlah pengawet BioCide SFP. Produk ini sangat kami sarankan untuk Anda yang bekerja dalam industri mebel, kerajinan, hingga konstruksi bangunan.
  5. Untuk mencegah tumbuhnya jamur pada makanan, kerajinan kecil, hingga alat elektronik, Anda bisa mengandalkan penyerap kelembaban silica natural. Sedangkan untuk pencegahan jamur pada ruangan dan kontainer, Anda bisa menggunakan Be Dry.

Demikian ulasan Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur semoga dapat membantu masalah Anda. Nantikan terus berbagai informasi berguna lainnya di antijamur.net. Kami masih akan terus hadir dengan berbagai artikel menarik lainnya.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!