Penyerap Kelembaban Denpasar

Udara yang lembab dalam ruangan tentu sangat mengganggu untuk melakukan berbagai aktivitas. Selain suasananya yang lembab, kadangkala disertai dengan bau yang pengap sehingga pernafasan pun juga terganggu. Biasanya ruangan menjadi lembab sering terjadi ketika musim hujan yang notabene molekul air di udara sedang meningkat.

Agar ruangan tidak menjadi pengap akibat udara yang lembab maka Anda perlu menjaga ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang cukup. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa menggantungkan penyerap kelembaban Denpasar yang mana sangat efektif untuk menyerap kelembaban pada ruangan sehingga berbagai barang disekitar lingkungan Anda tidak rusak karena udara yang sangat lembab.

Akibat Jika Ruangan Menjadi Lembab

Ruang pada bangunan yang baik pada umumnya disertai dengan ventilasi yang bertujuan untuk pertukaran udara. Dengan demikian udara dalam ruangan selalu berganti sehingga mengurangi molekul air dalam ruangan. Selain ventilasi, hal yang tidak kalah penting ketika ruangan menjadi lembab adalah pencahayaan. Ya, ruang yang ideal untuk bangunan adalah terpenuhinya pertukaran udara dan pencahayaan yang cukup. Dengan demikian hunian tersebut sudah layak untuk melakukan berbagai aktivitas, namun banyak pula hunian yang belum menerapkan hal ini sehingga masih mengalami kendala ketika musim hujan. Terutama hunian rumah yang semi permanen atau terbuat dari kayu atau bahan-bahan alam lainnya.

Penyerap Kelembaban Denpasar

Jamur mendominasi pada ruangan menggunakan kayu

Hunian rumah yang didominasi dengan bahan baku kayu biasanya sangat mudah menyerap lembab sehingga menyebabkan kayu tersebut menjadi riskan terserang jamur. Bahkan tidak hanya ditumbuhi jamur namun juga sangat memungkinkan memicu hadirnya rayap. Jamur dan rayap menjadi musuh bagi penghuni rumah karena untuk menghilangkan kedua pengganggu tersebut cukup sulit. Tidak menutup kemungkinan pula obat-obatan yang ada di pasaran tidak mampu membasmi keberadaan jamur. Bahkan terdapat pula jamur yang menimbulkan bau yang sangat menyengat dan membuat furniture tersebut tidak layak digunakan.

Sedangkan rayap adalah musuh terberat baik untuk pengrajin kayu, mebeling atau penghuni rumah. Sebab, semua rayap menyerang bagian subtrat kayu sehingga menimbulkan rongga pada kayu dan membuat furniture kayu tersebut mudah roboh. Furniture yang terserang rayap pada umumnya sulit diprediksi karena menyerang dari dalam kayu sehingga tidak sedikit orang yang mengetahui keberadaan kayu ketika sudah rusak parah.

Anda bisa menghindari keberadaan dari jamur maupun serangga seperti rayap dengan menjaga ruangan agar tidak mudah lembab. Faktor lembab biasanya tidak hanya diakibatkan oleh cuaca saja melainkan juga beberapa hal berikut yakni tampungan air yang terbuka di dalam air. Mungkin Anda memiliki akuarium dan membiarkannya terbuka, hal ini ternyata cukup buruk untuk kondisi ruangan pada hunian rumah Anda. Karena molekul air di udara akan semakin meningkat dan memicu udara menjadi lebih lembab. Begitu halnya juga yang terjadi dengan tampungan-tampungan air lainnya apabila terbuka. Maka dari itu, apabila memiliki kolam dalam hunian rumah Anda sebaiknya juga cahaya masuk ke dalam hunian rumah agar meminimalisir molekul air di udara.

Denpasar pada umumnya menerapkan hunian dengan teras dari bahan baku kayu atau bahkan huniannya didominasi dengan tampilan kayu. Hunian dengan material kayu sangat mudah terserang jamur maupun serangga jadi perlu perawatan yang tepat salah satunya dengan menerapkan penyerap kelembaban Denpasar.

Penyerap Kelembaban Material Untuk Hunian Bermaterial Kayu

Denpasar, Bali merupakan daerah yang penghuninya menerapkan material kayu untuk hunian rumahnya. Sehingga hunian tersebut lebih terkesan asri karena memberikan tampilan yang natural dan alami. Dalam hunian rumah yang didominasi kayu harus diperhatikan dan dirawat dengan rutin apabila tidak dirawat dengan rutin maka tampilannya akan terlihat lebih kusam. Jika tampilan saja yang terlihat kusam, mungkin bisa disiasati dengan melapisi cat namun bagaimana jadinya jika material kayu tersebut terserang jamur atau bakteri. Dilapisi cat saja tetap tidak berpengaruh bahkan kayu akan semakin parah karena jamur maupun serangga masih bisa menyerang substrat kayu.

Penyerap Kelembaban Yang Tidak Mudah Bocor di Kontainer

alterntif text

Untuk mengatasinya memang harus diaplikasikan obat anti jamur dan obat anti serangga. Namun, mengatasi material kayu dengan obat anti jamur dan anti serangga tersebut tidak akan menghilangkan dengan sempurna, namun masih memungkinkan meninggalkan bekas kerusakan yang tidak bisa ditambal dengan apapun. Adapun istilah lebih baik mencegah dari mengobati, benar saja bahwa alangkah baiknya mencegah sedini mungkin akan terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh rayap maupun jamur dengan menaruh penyerap udara lembab.

Penyerap kelembaban tersebut sangat efektif untuk menyerap kelembaban dalam ruangan yang luas sekalipun yakni dessicant pole. Dessicannt pole juga aman digunakan untuk menyerap kelembaban seperti dapur karena tidak akan mengkontaminasi makanan yang terdapat di dapur atau sekitarnya. Dessicant pole ini tidak menimbulkan bau sehingga penghuni rumah akan lebih nyaman dalam melakukan aktivitasnya.

Dessicant pole merupakan penyerap kelembaban yang terbuat dari campuran bahan chemical absorbent yang efektif untuk menyerap kelembaban di sekitar lingkungan. Kandungan bahan tersebut sangat aman sehingga dipastikan aman pula untuk menyerap kelembaban pada gudang makanan. Ya, dessicant pole ini pada umumnya banyak digunakan pada gudang maupun kontainer ketika akan pengiriman ke suatu daerah atau negara.

Jika membahas mengenai pengiriman barang ke suatu negara maka kita akan lebih membahas mengenai keamanan dari bahan dan penyerap kelembaban yang digunakan. Sebab, terdapat beberapa negara yang menerapkan standar regulasi keamanan sendiri sehingga ketika pengiriman ke negara yang bersangkutan maka barang harus dipastikan aman sesuai dengan standar regulasi yang ada. Nah, maka dari itu dessicant pole ini bisa digunakan untuk pengiriman ke berbagai negara karena telah diformulasikan sesuai dengan regulasi SGS International.

Dessicant pole sifatnya sama dengan penyerap kelembaban yang lain yakni tidak bisa digunakan sebagai penyerap kelembaban permanen. Karena dessicant pole memiliki masa aktif yang terbatas namun  lebih lama daripada silica gel. Untuk mengenali dessicant pole ini sudah tidak aktif juga sangat mudah karena penyerap kelembaban tersebut akan berubah menjadi gel sedangkan silica gel tidak namun ada beberapa silica gel yang akan berubah warna.

Dessicant pole sudah dijamin aman sehingga tidak hanya baik digunakan untuk pengiriman furniture saja melainkan juga berbagai bahan yang bisa dikonsumsi. Untuk penggunaan dessicant pole sendiri juga sangat sederhana yakni cukup digantungkan saja di dinding gudang atau kontainer. Khusus untuk kontainer apabila ukuran kontainer sekisar 20 feet maka sebaiknya gunakan 6 hingga 10 unit sedangkan untuk ukuran 40 feet maka gunakan 10 hingga 15 unit.

Alanngkah baiknya sebelum menggantungkan dessicant pole, kontainer diatur suhu dan kelembaban udaranya. Untuk menghindari terjadinya kondensasi ketika kelembaban udara menurun maka alangkah baiknya atur kelembaban dalam kontainer lebih dari 80%. Kemudian gantungkan dessicant pole yang sudah dirobek sesuai dengan petunjuk yang ada dalam kemasan dan sebaiknya berikan jarak yang sama antar dessicant pole agar bisa menyerap molekul air di udara dengan maksimal. Langkah terakhir adalah tutup kontainer dengan rapat untuk menghindari udara dari luar yang memungkinkan masuk.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn