Penyerap Kelembaban Aceh

Meja merupakan furniture yang selalu diminati oleh banyak konsumen, pasalnya meja merupakan salah satu bagian penting untuk melengkapi suatu ruang. Fungsi meja sendiri beragam macam misalkan untuk menaruh makanan, sebagai meja tamu dan masih banyak lagi. Bahan baku yang banyak diminati oleh konsumen untuk menjadi meja adalah kayu.

Meja kayu daerah Aceh pada umumnya banyak terbuat dari kayu jati atau kayu mahoni yang dikenal dengan kualitas dan tampilannya yang indah. Furniture dengan bahan baku ini biasanya cukup mahal karena bahan bakunya yang mulai terbatas untuk didapat. Furniture kayu ini pada umumnya didatangkan dari daerah Jawa yang notabene pertumbuhan bahan baku tersebut cukup banyak sehingga lebih mudah. Nah, untuk pengiriman ke Aceh tentu harus melalui beberapa prosedur terutama masalah cuaca. Untuk mengatasi perubahan cuaca dan kelembaban udara, sebaiknya untuk mengaplikasikan penyerap kelembaban Aceh.

Kayu Yang Banyak Untuk Furniture Meja

Meja dengan bahan baku kayu pada umumnya sudah menjadi satu set dengan kursi seperti set ruang tamu, set meja makan dan khusus untuk kayu jati tidak hanya digunakan untuk furniture indoor saja melainkan juga outdoor seperti garden furniture. Nah, kayu yang digunakan baik untuk indoor maupun outdoor akan lebih baik memiliki ketahanan yang lama seperti kayu jati dan kayu mahoni.

Penyerap Kelembaban Aceh

Kayu jati dikenal sebagai kayu yang kuat dan ketahanan terhadap perubahan cuaca sehingga wajar saja jika jenis kayu ini banyak digunakan untuk garden furniture yang notabene selalu terpapar sinar matahari dan air hujan.  Saat ini kayu jati sangat sedikit untuk bahan baku furniture karena kapasitasnya yang terbatas. Hal ini dikarenakan umur ideal kayu tersebut bisa mencapai puluhan tahun agar baik digunakan untuk furniture. Tentu hal ini menjadi kendala jika menginginkan furniture dengan bahan baku kayu jati. Sehingga furniture dengan kayu jati memiliki harga yang cukup melambung tinggi. Umur ideal kayu jati untuk dijadikan furniture sebaiknya lebih dari 40 tahun sehingga kekuatan dari kayu tersebut lebih matang dan lebih tahan lama.

Keunggulan dari kayu jati selain kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca adalah kayu tersebut tidak mudah terserang jamur dan serangga perusak kayu. Sedangkan untuk bagian struktur kayu ini juga berbeda dengan kayu lain dan menjadi ciri khas dari kayu jati yakni memiliki lingkar tahun yang rapi Sehingga wajar saja jika kayu jati menjadi salah satu jenis kayu papan atas yang masih banyak diminati oleh konsumen. Untuk bagian teras kayu jati memiliki warna kecoklatan atau keemasan sedangkan untuk bagian gubal berwarna kekungingan atau putih. Kayu jati yang banyak digunakan untuk restaurant atau kafe akhir-akhir ini biasanya mengambil kayu jati bagian gubal tersebut. Namun karena kayu jati mahal, banyak yang memanfaatkan jenis kayu jati Belanda yang notabene jauh lebih murah meskipun tampilannya hampir sama.

Setelah membahas kayu jati, bahan baku selanjutnya yang banyak digunakan untuk furniture meja adalah kayu mahoni. Jika dilihat dari struktur, kayu mahoni memang memiliki serat yang hampir sama dengan kayu jati namun kayu ini memiliki tampilan warna yang khas yakni kemerah-merahan. Maka dari itu, furniture yang menggunakan bahan baku kayu mahoni banyak mengaplikasikan tampilan warna natural sehingga warna kayu mahoni tetap menonjol atau mengaplikasikan warna walnut brown namun serat dari kayu mahoni tetap tampak sehingga terkesan natural. Kayu ini memiliki tingkat dibawah kayu jati baik dari kualitas maupun harganya. Selain itu, kayu mahoni juga lebih cepat pertumbuhannya sehingga mebel lebih terpenuhi kebutuhan bahan bakunya daripada kayu jati.

Kedua kayu tersebut menjadi bahan baku favorit konsumen yang banyak digunakan untuk bahan baku furniture. Aceh menjadi salah satu daerah yang memiliki peminat yang cukup tinggi untuk furniture dengan bahan baku tersebut. Meskipun kayu jati adalah jenis kayu yang tahan terhadap cuaca, jamur maupun serangga namun tidak untuk kayu mahoni, kedua jenis kayu tersebut juga memerlukan pengawet agar bisa bertahan lebih lama. Salah satu cara agar furniture kayu tersebut bisa terjaga dengan baik karena cuaca adalah penyerap kelembaban Aceh.

Penyerap Kelembaban Aceh Yang Baik Untuk Furniture Kayu

Furniture yang disimpan dalam gudang sangat rawan terhadap kelembaban udara, jamur, serangga maupun mikroorganisme. Semua penyebab tersebut biasanya diakibatkan oleh cuaca ekstrim yang biasa terjadi di Indonesia. Maka dari itu, gudang harus diatur dengan baik agar furniture bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah terserang oleh jamur maupun serangga. Sebab, kedua penyebab tersebut menjadi musuh bagi pengrajin kayu maupun pengusaha mebeling.

alterntif text

Penyerap Kelembaban Yang Tidak Mudah Bocor di Kontainer

Gudang yang baik alangkah baiknya menggunakan lamp-lampu penerangan yang cukup, udara yang baik dan penyerap kelembaban. Lampu dan udara yang cukup ini bertujuan agar keadaan ruang tidak lembab dan sedangkan penyerap kelembaban Aceh bertujuan agar kelembaban udara dalam ruangan tersebut tidak tinggi maupun rendah yang bisa menyebabkan kondensasi.

Penyerap kelembaban yang memiliki daya serap yang tinggi dan efektif untuk menyerap kelembaban adalah dessicant pole. Bahkan penyerap kelembaban ini sangat aman digunakan untuk menyerap kelembaban makanan maupun obat-obatan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Sebab, dessicant pole ini merupakan penyerap kelembaban yang terbuat dari kombinasi bahan chemical obserbant dan bebas dari DMF.

Tidak hanya baik digunakan untuk menyerap kelembaban dalam ruangan saja melainkan juga baik digunakan untuk pengiriman barang. Dessicant pole ini sudah disesuaikan dengan standarisasi SGS International yang artinya bisa digunakan untuk semua negara. Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak negara di dunia yang menerapkan standar regulasi keamanan tersendiri sehingga ketika akan pengiriman barang ke negara tersebut dipastikan barang tersebut telah sesuai dengan standar regulasi keamanan suatu negara tersebut. Regulasi keamanan yang banyak dijadikan acuan pada umumnya adalah regulasi dari Amerika dan Eropa.

Penyerap kelembaban ini tidak sama dengan silica gel ketika sudah menyerap molekul air secara maksimal. Silica gel pada umumnya bentuknya akan sama yakni butiran namun ada beberapa silica gel yang akan berubah warna namun tidak untuk dessicant pole. Penyerap kelembaban dessicant pole ini akan berubah gel ketika sudah maksimal menyerap molekul air sehingga tidak akan mudah bocor dan mudah mengecek apabila masa aktif penyerap kelembaban tersebut sudah tidak aktif.

Dessicant pole ini memang memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak didapatkan di produk-produk lain. Maka dari itu, dessicant pole ini sangat cocok digunakan untuk pengiriman barang apapun dan ke tujuan negara manapun karena kandungan bahannya yang aman. Untuk pengiriman Anda bisa menggantungkan dessicant pole sekisar 6 hingga 10 unit untuk kontainer berukuran 20 feet sedangkan untuk ukuran 40 feet gunakan dessicant pole sekisar 10 hingga 15 unit.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn