Mengenal Kayu Walnut dan Potensi Pemanfaatannya di Indonesia

Anda yang suka dunia perkayuan pasti mengenal kayu walnut. Kayu ini populer di negeri Paman Sam dan karenanya sering dibahas di majalan woodworking internasional.

Kayu adalah salah satu material yang paling banyak digunakan oleh manusia. Sebelum masyarakat kita menemukan cara menggunakan logam, kayu adalah segalanya. Kayu dipakai untuk membuat senjata, rumah, hingga furniture.

Hingga hari ini pun, pemanfaatan kayu tak pernah berhenti. Sampai-sampai, illegal logging (penebangan liar) menjadi masalah serius sebab manusia masih saja sangat tergantung pada kayu.

Tentu dengan regulasi yang baik, sebenarnya pemanfaatan kayu adalah hal yang juga baik. Sebab dibanding bahan lain, material inilah yang paling eco friendly.

Nah, di kesempatan ini, antijamur.net akan membahas salah satu jenis kayu yang populer di daerah sub tropis. Kayu tersebut adalah kayu walnut. Yuk kita mulai pembahasannya dengan sekilas mempelajari tentang pohonnya dulu.

Baca juga: 6 Jenis Kayu Warna Hitam yang Memesona

Pohon Walnut

Yang disebut sebagai pohon walnut adalah semua jenis tanaman yang berada dalam genus Juglans dan family Juglandaceae. Tanaman ini dikenal dengan bijinya serta kayunya yang sangat banyak digunakan.

Tanaman walnut sendiri adalah tanaman deciduous dan biasanya memiliki tinggi dari 10 hingga 40 meter. Daunnya berbentuk menyirip dengan bunga yang muncul di musim semi. Bunga bisa dibedakan menjadi 2, dengan letak pertumbuhan yang berlainan.

Sampai saat ini, dikenal 21 spesies Juglans dan semuanya tersebar di belahan bumi utara, mulai dari Eropa, Jepang, Kanada, hingga Argentina. Namun sekarang budidaya tanaman ini didominasi China dengan lebih dari setengah supply biji walnut di dunia berasal dari negeri Panda tersebut.

Karakteristik Kayu Walnut

kayu walnut

Yang dimaksud walnut wood atau common walnut secara umum adalah black walnut dan kayu yang terkait dengannya. Kayu ini memiliki ciri yang sangat jelas, yakni kepadatannya yang cukup tinggi, keras, dan warna gelap kecoklatan di bagian tengah serta keputihan di bagian pinggir.

Ketika dikeringkan dengan metode kiln, warna kayu akan berubah menjadi coklat saja. Namun ketika dikeringkan di udara terbuka, warnanya akan berubah menjadi coklat dengan aksen ungu yang unik. Dan setelah beberapa terekspos matahari, warna kayu akan berubah lagi menjadi lebih terang.

Karena warnanya yang indah itulah, pada masa lalu, kayu ini secara ekslusif digunakan untuk membuat mebel mewah dan ukiran-ukiran yang cantik. Burl walnut pun menjadi material yang sangat dicari dan umumnya dipakai untuk membuat mangkuk yang mahal.

Apabila dilihat dari aspek kekerasannya, kayu ini mendapatkan nilai 1010 pada tes Janka Hardness. Sebagai perbandingan, kayu populer di Amerika yang lain mendapatkan nilai 995 untuk cherry, 1450 untuk maple, dan oak 1300.

Durabilitas kayu ini sendiri cukup baik. Demikian pula dengan kembang susutnya dan juga ketahanannya terhadap beberapa jenis hama.

Aplikasi Penggunaan Kayu Walnut

kayu walnut

Kayu ini paling banyak digunakan untuk membuat kerajinan ukiran, pegangan senjata, dan furniture. Selain itu, walnut juga sering digunakan untuk membuat lantai dan juga veneer.

Penggunaannya sendiri secara umum direkomendasikan untuk indoor. Sebab meski material ini cukup baik durabilitasnya, namun kerusakan bisa saja terjadi. Bilapun hendak digunakan untuk outdoor, sangat disarankan untuk menerapkan pengawetan, perawatan yang baik, serta pengecatan secara rutin.

Impor Veneer Kayu Walnut, Jual Kembali ke Luar Negeri

Walnut adalah pohon yang berasal dari wilayah sub tropis. Tumbuhan tersebut sangat sulit dibudidayakan di sini. Oleh sebab itu, sekiranya ada pelaku usaha mebel Indonesia yang tertarik, akan lebih feasible untuk mengimpor veneer kayu tersebut.

Veneer-veneer ini kemudian bisa dipakai untuk melapisi mebel yang sudah dibuat. Nantinya, produk tersebut bisa dijual di Indonesia maupun luar negeri. Ketika dijual di Indonesia, Anda bisa melakukan branding ke target pasar yang menyukai produk Amerika dan Eropa. Karena itulah, sebaiknya veneer yang Anda beli adalah veneer yang kualitasnya bagus.

Sedangkan untuk target pasar luar negeri, Anda bisa menjualnya dengan harga lebih murah. Sebab, ongkos produksi di Indonesia memang lebih murah dibandingkan dengan ongkos produksi di Amerika. Sehingga, Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan dengan skema seperti ini.

Cegah Jamur Permukaan dengan BioCide Surface Film Preservative

biocide

Penggunaan veneer kayu walnut memang sangat menarik. Dan sekali lagi, sudah ada lumayan banyak pelaku usaha Indonesia yang menerapkan strategi bisnis di atas. Hasilnya pun menggiurkan.

Namun sebagaimana yang kita tahu, bahan veneer merupakan bahan yang rentan terkena jamur, khususnya jamur permukaan. Jamur permukaan tumbuh karena kelembaban yang tinggi. Ketika veneer dibawa dari Amerika yang tidak lembab ke Indonesia yang lembab, produk tersebut pasti membutuhkan aklimatisasi dan perlindungan anti jamur yang spesial.

Dan untuk kebutuhan tersebut, selain memastikan ruang gudang tidak lembab, sediakanlah juga antijamur BioCide Surface Film Preservative. Antijamur ini bisa diusapkan ke veneer yang terlanjur berjamur atau dicampurkan ke bahan finishing water based yang diterapkan.

Selain memiliki feature antijamur yang sangat efektif, produk ini juga memiliki sifat anti lumut juga lho. Menarik sekali bukan? Karena itulah, penggunaan BioCide SFP sangat direkomendasikan.

Hubungi CS, Pesan Segera BioCide Surface Film Preservative

Dapatkdan dan beli BioCide Surface Film Preservative sekarang juga. Anda ingin membelinya secara online? Tentu saja bisa. Caranya dengan menghubungi CS kami via WA, email, hingga telepon. Selain itu, Anda juga bisa membeli secara langsung. Caranya pun mudah, yakni dengan bertandang ke Bio Servcie Point yang tersebar di Yogya, Cirebon, dan Jepara. Agen-agen kami juga telah tersebar di berbagai kota (termasuk Kalimantan) dan bisa Anda kunjungi untuk mendapatkan fungisida terbaik ini.

Simpulan

Terdapat beberapa poin yang bisa kita simpulkan berdasarkan penjelasan di atas. Di antaranya adalah:

  1. Kayu telah dimanfaatkan sejak sebelum manusia mengenal perunggu dan berbagai logam lainnya. Kayu adalah material yang bisa digunakan untuk membuat patung-patung sakral hingga membuat jembatan.
  2. Tiap daerah memiliki tumbuhan endemic sendiri-sendiri. Di belahan bumi utara, khususnya di Eropa dan Amerika, kayu yang populer bukanlah jati, ulin, atau cendana. Kayu yang dikenal di sana adalah hickory, walnut, cherry, hingga oak.
  3. Walnut sebagai salah satu kayu populer di Amerika memiliki karakteristik yang memang menarik. Secara umum kualitas kayu ini indah, kuat, dan tahan lama.
  4. Kayu walnut pun bisa diekspor oleh pelaku usaha Indonesia dalam bentuk veneer. Veneer itu dapat digunakan sebagai pelapis kayu non walnut, dan produknya bisa dijual di dalam negeri atau bahkan ke luar negeri.
  5. Tapi bagaimana bila veneer terserang jamur? Cegah tumbuhnya jamur permukaan dengan menggunakan BioCide Surface Film Preservative.

Semoga informasi ini bermanfaat ya. Ikuti terus artikel tentang perkayuan yang lain seperti mengenai kayu walnut ini di antijamur.net.