Ini yang Dimaksud Keawetan Kayu dan Cara Mengujinya

keawetan kayu

Meskipun secara umum sama-sama terdiri dari untaian senyawa organik, kayu bisa dibedakan berdasarkan keawetannya. Yang dimaksud keawetan kayu sendiri mengacu pada ketahanan material tersebut ketika dihadapkan pada hama yang terdiri dari serangga, jamur, alga, lumut, dan berbagai organisme perusak lainnya. Faktor yang berpengaruh bermacam-macam, salah satunya adalah produksi zat ekstraktif yang beracun bagi hama. Sebagai contoh, sengon yang hanya memproduksi sedikit zat ekstraktif sehingga rentan diserang rayap dan jamur. Dibanding jati yang banyak menghasilkan zat ekstraktif, bisa kita katakan, sengon adalah jenis kayu yang jauh dari kata awet.

Variasi Keawetan Kayu

Variasi keawetan kayu dapat ditemukan pada beberapa tingkat. Pada tingkat inter spesies, kita bisa menunjuk perbandingan keawetan antara jati dan sengon, atau jati dan mahoni. Sedangkan pada tingkat intra-spesies, kita bisa menemukannya pada perbedaan tingkat keawetan antara kayu jati perhutani dan kayu jati yang ditanam sembarangan secara perorangan. Selanjutnya pada tingkat jaringan, perbedaan keawetan kayu ditunjukkan oleh perbedaan ketahanan kayu gubal dan kayu teras.

Kayu gubal yang terdiri dari banyak sel muda secara umum lebih rentan diserang hama dibanding kayu teras. Selain karena sedikitnya produksi zat ekstraktif, kayu gubal juga lebih lunak dan banyak mengandung air sehingga jauh lebih disukai dan lebih mudah dirusak hama.

Menguji Keawetan Kayu

Pengetahuan akan tingkat keawetan material kayu dapat memberikan manfaat besar. Setidaknya, dengan pengetahuan tersebut, Anda bisa melakukan langkah antisipatif apabila sedang mengolah kayu yang tidak awet. Adapun, untuk menguji tingkat keawetan kayu, bisa dilakukan beberapa cara atau metode, dengan dua di antaranya adalah:

Cara Penguburan

Adalah metode menentukan awet tidaknya kayu dengan menguburnya dalam tanah. Secara berkala kondisi kayu diperiksa dan dicatat sebagai data mentah. Kelemahan metode ini antara lain adalah kesulitan pengontrolan tanah, jangka waktu yang terlalu lama, dan kesulitan memastikan organisme penyebab kayu rusak.

Metode di Laboratorium

Pengujian di laboratorium dilakukan untuk mengatasi metode penguburan yang dinilai memiliki banyak kelemahan. Metode ini memakan waktu lebih pendek dan secara umum kontrol terhadap kondisi pengujian jauh lebih baik. Meski demikian, metode ini juga memiliki beberapa kelemahan antara lain kesulitan memastikan bahwa kondisi pengujian merepresentasikan kondisi lapangan.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn