Cara Menggunakan Kayu Karet Sebagai Bahan Baku Mebel

Penyediaan kayu komersial (jati dan mahoni ) untuk produk furniture (mebel) semakin sulit dipereoleh, andaikan terseida harganya sudah relatif mahal. Kayu karet dapat sebagai pengganti kayu komersil melalui treatment pengawet kayu karet yang berkualitas.

Kayu karet yang diperoleh dari perkebunan karet yang sudah tidak produkstif diambil getahnya merupakan sumber bahan kayu yang potensial, yang selama ini masih dimanfaatkan sebagai bahan kayu bakar. Penyediaan bahan baku kayu karet yang sudah tidak produktif hampir tersebar diperkebunan karet di Jawa dan Sumatera yang cukup potensial.

Tanaman karet (H.Brasilliensis) merupakan tanaman asli di darah Amazone Amerika Selatan yang terpencar di seluruh hutan alam. Secara umum tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis yang mencakup luasan antara 15° LU- 10° LS. Tanaman karet tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan per tahun diatas 2.000 mm optimal antara 2.500 – 4000 mm, temperatur 26 – 28 o C dan sangat cocok ditempat yang mempunyai ketinggian tidak lebih dari 700 m dpl. Pada akhir abad ke 19 tanaman ini telah terintroduksikan ke wilayah Asia Tenggara dan Afrika Barat, dapat tumbuh dengan baik sebagai karet alam. Kedua kawasan tersebut ternyata saat ini merupakan daerah penyebaran yang sangat penting. Di Indonesia kayu karet banyak ditemukan pada perkebunan besar dan perkebunan rakyat di Sumatera, Jawa dan Kalimantan untuk diambil getahnya.

Tanaman karet termasuk famili Euphorbiaceae dan sering disebut para rubber (Belanda).Tanaman karet merupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa mencapai 15-25 meter.Batang tanaman ini mengandung getah yang dikenal dengan lateks.Termasuk tanaman beumahsatu, yaitu pada satu tangkai bunga majemuk terdapat bunga betina maupun bunga jantan dengan penyerbukannya dapat terjadi secara sendiri juga penyerbukan silang.

Kayu karet dapat sebagai pengganti kayu komersil melalui treatment dengan pengawet kayu karet yang berkualitas dan memiliki stabilitas tinggi..

Untuk meningkatkan nilai tambah kayu karet, kayu karet harus melalui tahapan pengolahan awal yaitu pengolahan penghilangan getah karet, pengeringan dan pengawetan terhadap serangga bubuk sehingga menjadi bahan baku siap untuk pembuatan furniture (mebel). Pengawetan sangat penting mengingat tujuan utama ialah meningkatkan mutu kayu karet sebagai bahan baku mebel.

alterntif text

Pengawet Kayu Karet Anti Jamur

Biasanya kayu karet setelah ditebang dan dalam masa pengeringan ditumbuhi jamur substrat. Jamur jenis ini merusak permukaan kayu dan memberi warna kebiru-biruan yang akhirnya menyamarkan warna asli kayu karet. BioCide Wood Fungicide dapat menjadi rekomendasi para pelaku usaha kayu ataupun perorangan yang ingin membebaskan kayunya dari jamur. Kenapa demikian? Kita tidak dapat mengendalikan kelembaban udara di sekitar penyimpanan atau mengakali tingkat kekuatan kayu. Dan kenapa bahan pengawet ini cocok sebab diformulasikan dengan tingkat kelarutan dan  kepadatan yang presisi, dan nantinya berpengaruh pada kayu terlindungi dalam jangka waktu yang lama. Berikut data teknisnya:

  1. Kepadatan pada 25°C: 1.02 – 1.10 g/cm³
  2. Kekentalan pada 25°C: 18 – 20 cps
  3. Kelarutan dalam air pada 25°C: larut
  4. pH (1 % aq.soln) 25°C: 5 – 4.0

Hal-Hal Lain Yang Perlu Diketahui Dari Biocide Wood Fungicide

Untuk mengetahui produk ini, perlu mengenal lebih jauh pengawet kayu karet melalui website ini. Jika Anda dibuat resah dengan jamur-jamur yang mengubah estetika kayu, dan semakin lama semakin tumbuh subur jamur-jamur tersebut, untuk bantuan lebih lanjut hubungi kontak kami di website ini. Setelah BioCide Wood Fungicide tersedia dalam kemasan 130 gr, sehingga lebih ekonomis jika membutuhkan pengawet kayu skala kecil.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!