Mengapa Pengawetan Kayu Cendana Perlu Dilakukan?

Untuk apa pengawetan kayu cendana dilakukan padahal material tersebut terkenal awet?

Pertanyaan di atas, wajar saja ditanyakan. Tapi sebelumnya, harus kita ketahui dulu bahwa cendana tidak seawet yang selama ini orang kira. Cendana atau sandalwood sebagaimana kayu lain pada umumnya, pada akhirnya dapat dirusak berbagai organisme. Kayu pohon ini juga tidak termasuk kayu kelas I dalam hal keawetan. Cendana tergolong sebagai kayu kelas II. Padahal kayu kelas I seperti jati saja tetap berpotensi diserang hama. Misalnya saja jati di bawah ini yang terinfeksi jamur noda blue stain.

mengapa pengawetan kayu jati penting dilakukan

Blue stain fungus pada jati

Oleh karena itulah sekalipun dianggap “tidak signifikan” treatment pengawetan kayu cendana sebenarnya sangat direkomendasikan. Treatment dilakukan dengan cara meresapkan bahan pengawet ke dalam kayu. Bahan pengawet yang digunakan bisa berupa insektisida, fungisida, atau dua-duanya. Yang jelas, bahan-bahan tersebut diresapkan agar kayu cendana tidak lagi menjadi media dan sumber makanan hama dari golongan serangga maupun jamur.

Pengawetan Kayu Cendana pada Kayu Gubal

kayu teras dan gubal cendana

Selain khusus treatment preservation juga sangat diperlukan pada bagian muda kayu cendana (atau kayu gubal). Keawetan kayu cendana yang begitu populer, sebenarnya lebih spesifik pada kayu terasnya. Sebab pada bagian tersebut diproduksi minyak alami yang bukan hanya mampu mengeluarkan bau khas cendana, tapi juga bisa menghalangi serangga dan jamur untuk tumbuh. Sedangkan pada kayu gubalnya, hal demikian tidak terjadi sehingga bagian ini sangat rentan diserang berbagai jenis hama.

Sayangnya, treatment kayu cendana seringkali mendapat tentangan karena kekhawatiran obat pengawet merusak aroma kayu. Apalagi bila treatment  dilakukan pada kayu teras. Aroma wangi yang menjadi keunggulan utama cendana bisa rusak sehingga harga jualnya menurun drastis. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini terletak pada kemampuan kita memilih obat pengawet kayu yang memiliki bau minimal. Di luar opsi tersebut, kita juga bisa memberikan proteksi dengan aplikasi finishing yang baik.

Finishing atau pengecatan memang jarang dianggap sebagai proses pengawetan. Pengecatan lebih sering dianggap sebagai usaha untuk memperindah kayu. Padahal, fungsi finishing sebenarnya lebih dari itu. Dari sisi proteksi, finishing bermanfaat memberikan perlindungan pada kayu dari berbagai jenis hama. Fungsi ini akan makin meningkat dengan penggunaan antihama pada bahan finishing.

Hanya saja, agar aroma cendana tidak tereduksi, gunakanlah finishing water based yang tak menimbulkan bau sama sekali. Finishing water based adalah finishing menggunakan cat berpelarut air.

Film Preservative FPR36

obat antijamur untuk pengawetan kayu jabon

Iklan Biothane utama
Film Preservative FPR 36

Antihama atau lebih tepatnya antijamur dapat digunakan untuk memberikan perlindungan ekstra pada kayu cendana. Kayu yang biasa digunakan sebagai bahan mebel, ukiran, hingga kerajinan tangan ini bisa dicat dalam proses produksinya. Cat tersebut bisa berupa cat dengan warna-warni solid ataupun clear varnish seperti plitur. Pencampuran antijamur seperti antijamur FPR36 di dalam produk-produk tersebut tentu akan membuat perlindungan makin kuat. Sehingga usia pakai produk-produk kayu cendana bisa benar-benar ditingkatkan secara signifikan.

Informasi Produk Pengawetan Kayu Cendana

Dapatkan informasi produk-produk pengawetan kayu cendana dengan cara menghubungi customer service kami via kontak yang disediakan. Anda juga bisa langsung berkunjung ke Jalan Sidikan no 94 Sorosutan Yogyakarta.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn