Inilah Beda Cara Memutihkan Bambu Dengan H2O2 Dan WA 250
WA 250 lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan menggunakan H202

Bambu merupakan jenis tanaman yang hidup merumpun dan tumbuh subur dengan cepat. Tanaman ini berasal dari negara kita Indonesia. Pertumbuhan bambu ini termasuk cepat. Dalam waktu satu hari tanaman ini mampu tumbuh sekitar 60 cm tergantung dari cuaca dan tanah tempat ditanamnya. Bambu ini tidak memerlukan perawatan seperti saat penanaman pohon. Bahkan jika bambu dibiarkan tanpa diberi air ataupun pupuk tanaman ini tetap akan tumbuh dengan baik. Dan apabila bambu ini sudah ditebang, maka ia akan tumbuh kembali dengan sendirinya.

Inilah Beda Cara Memutihkan Bambu Dengan H2O2 Dan WA 250
kayu yang warnanya tidak seragam dapat diseragamkan dengan menggunakan WA 250

Bambu ini banyak dimanfaatkan keberadaannya di negara kita Indonesia bahkan sampai di mancanegara sekalipun. Bambu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dan sebagai bahan baku utama mebel. Atau juga digunakan sebagai kerajinan seperti tirai, tusuk sate atau tusuk gigi, dan akhir-akhir ini yang populer adalah talenan yang dibuat dari bambu.

Bambu merupakan tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Penggunaan bambu bisa digunakan sebagai pengganti kayu yang saat ini semakin sulit untk dibudidayakan. Karena kayu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan kayu yang berkualitas. Sedangkan bambu hanya membutuhkan waktu sebentar untuk dapat ditebang dan dipergunakan batangnya.

Bambu mempunyai ciri khas yang berbeda dari kayu. Serat dari bambu terlihat lebih tidak beraturan dan kasar dibanding dengan kayu.  Walaupun biasanya bambu ini memiliki bau yang khas, namun tidak mengganggu fungsinya sebagai mebel atau kerajinan.

Kadang bambu juga dimanfaatkan menjadi serat kain yang memiliki banyak peluang untuk berkembang. Karena penanaman bambu yang cepat dapat menghemat sepertiga air dibandingkan dengan kapas. Dan juga bambu bukan termasuk tanaman yang mudah diserang hama sehingga pengolahannya tidak menggunakan banyak bahan kimia.

Pada saat diolah, serat bambu juga tidak membutuhkan banyak pewarna seperti menggunakan kapas. Kini pemanfaatan bambu tidak hanya meliputi kerajinan tangan yang meliputi produk interior, namun sudah mulai memasuki produk-produk fesyen yang beragam.

Pemanfaatan tumbuhan bambu pada produk fesyen diantaranya sudah meliputi serat bambu untuk pembuatan bahan tekstil pada busana serta aksesoris busana seperti kaos kaki, handuk, dan sarung tangan. Di sisi lain juga sudah mulai merambah pada produk tas, jam tangan, kacamata, sepatu, sandal, gelang, dan kalung.

Limbah bambu yang diolah melalui proses scouring dan bleaching menghasilkan serat bambu yang cukup potensial. Selain dapat dijadikan bahan kerajinan, serat bambu dapat diolah menjadi bahan tekstil. Pada umumnya serat bambu hanya diolah berdasarkan desain dan produknya saja, namun seiring dengan adanya perkembangan jaman yang dimana warna, tekstur, dan desain permukaannya dapat diolah kembali menjadi lebih variatif.

Bambu yang akan digunakan sebagai tekstil atau kerajinan apapun, akan lebih baik jika di bleaching untuk mendapatkan hasil yang baik. Bleaching untuk bambu biasanya menggunakan pemutih H2O2. Pemutih H2O2 merupakan bahan Hidrogen Peroksida yang biasa digunakan sebagai pemutih untuk tekstil, industri kertas atau pulp, antiseptik, dan juga bleaaching untuk rambut.

Penggunaan H2O2 sebagai bleaching sebenarnya sudah cukup populer. Karena penggunaannya cukup instan dibanding pemutih lainnya dikarenakan bahan pemutih H2O2 ini cukup keras. Cara memutihkan bambu dengan H2O2 ini akan lebih efektif jika larutannya direbus. Karena dengan direbus bahan kimia tersebut akan mudah meresap ke dalam pori-pori bambu.

H2O2 biasanya dicampur menggunakan solvent atau thinner untuk melarutkan bahan kimi tersebut. Penggunaan solvent ini sebenarnya cukup berbahay. Namun banyak konsumen lebih tertarik menggunakan pemutih jenis ini dikarenakan dapat menghasilkan warna putih secara instant.

Sayangnya, akan ada dampak dari penggunaan pemutih H2O2 ini. seperti:

  • H2O2 dapat menyebabkan polusi air
  • Dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan organ tubuh lainnya
  • Uap yang menguap pada saat perebusan dapat menyebabkan ganggun pernafasan dan paru-paru
  • Mudah menyebabkan kebakaran dan ledakan
  • Bahan kimianya dapat merusak struktur bambu
  • Menyebabkan karat atau korosi pada logam yang terkena cairan
  • Penggunaannya membutuhkan sinar matahari

Menggunakan H2O2 sebagai pemutih bambu bisa dikatakan cukup murah. Akan tetapi karena begitu banyak dampak yang ditimbulkan, alangkah lebih baik jika beralih menggunakan pemutih lain yang tidak memiliki dampak begitu besar. Seperti pemutih khusus kayu White Agent 250. White Agent 250 atau WA 250 ini merupakan bahan pemutih khusus kayu dan jenis serat alam. Berbeda dengan H2O2 yang berbahan keras, White Agent 250 ini lebih aman dan ramah lingkungan.

Beda Cara Memutihkan Bambu Dengan H2O2 Dan WA 250
white agent 250 atau WA 250 lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan H202

Keunggulan menggunakan white agent 250 dibanding menggunakan H2O2 adalah:

  • Tidak menyebabkan iritasi pada kulit yang normal
  • Tidak menyebabkan karat / korosi pada logam
  • Efektif memutihkan atau mencerahkan warna kayu
  • Hasil warna kayu lebih cerah dan tampak natural
  • Tidak perlu dijemur di bawah sinar matahari
  • Mudah di aplikasikan pada semua jenis kayu, kayu olahan maupun jenis serat alam lainnya
  • Harga cukup terjangkau untuk mendapatkan hasil yang maksimal

Bleaching WA 250 ini lebih aman digunakan karena menggunakan air sebagai pelarutnya. Berbeda dengan pemutih lain yang kebanyakan menggunkan solvent dan minyak sebgai pelarutnya. Penggunaan WA 250 ini sebaiknya menggunakan metode kuas. Karena menggunakan metode kuas cukup efektif dibanding menggunakan metode rendam yang harus menggunakan kolam besar untuk merendam bambu tersebut. Maka dari itu rekomendasi penggunaan pemutih WA 250 ini dengan cara dikuaskan ke seluruh permukaan bambu. Sebaiknya WA 250 ini dicampur menggunakan air dan bukan menggunakan solvent.

Pada proses pemutihan bambu, jika sudah diaplikasikan ke seluruh permukaan bambu, maka bambu akan mengalamai proses aging time. Yaitu proses larutan WA 250 bereaksi mengangkat warna ke permukaan bambu selama kurang lebih 2 jam. Selama proses aging time, warna bambu akan berubah menjadi terlihat lebih tua dan gelap.

Jika anda menginginkan hasil yang lebih terang, Anda bisa mengapliksikan kembali cairan ini. Selama proses aging time sebaiknya bambu jangan dijemur karena akan merusak prose bleaching pada bambu. Proses bleaching ini akan berlangsung selama 4 sampai 6 jam dari proses aplikasi. Setelah proses bleaching selesai, bambu bisa dijemur atau dikeringkan. Pengeringan bisa menggunakan mesin pengering atau cukup diangin-anginkan saja.

Menggunakan bahan yang aman dan ramah lingkungan tentu akan menjaga kesehatan dan lingkungan Anda. Banyak keuntungan yang didapatkan ketika menggunakan produk yang aman dan ramah lingkungan. Bukan hanya pemutih yang harus menggunakan bahan aman dan ramah lingkungan.

Jika bambu yang Anda bleaching menggunakan WA 250 sudah selesai dan warnanya sesuai, maka Anda bisa langsung memulai finishing pada bambu. Setelah selesai proses bleaching, maka bambu terlihat cerah alami dan Anda bisa memulai melakukan proses finishing pada bambu.