Kayu jati berjamur, apakah ini hal yang normal atau tanda masalah serius?
Meskipun kayu jati dikenal kuat dan awet, pada kondisi tertentu kayu ini tetap bisa berjamur. Hal ini terutama sering terjadi pada kayu jati dari pohon yang masih muda. Jati muda lebih mudah terserang jamur karena bagian dalam kayu atau terasnya masih dalam proses pertumbuhan. Selain itu, zat ekstraktif alami yang berfungsi menghambat pertumbuhan jamur belum terbentuk secara optimal.
Karena itu, kayu jati berjamur bisa dikatakan cukup normal. Namun, kondisi ini tetap tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan terlalu lama, jamur dapat membuat kayu menjadi rusak dan lapuk, terlebih bila berada di lingkungan yang lembap. Mengingat kayu jati adalah material yang bernilai tinggi, tentu sayang jika furnitur atau perabot jati rusak hanya karena jamur.
Baca Juga : Teknik Bleaching Kayu untuk Noda Jamur
Tidak hanya berdampak pada kondisi kayu, jamur juga bisa memengaruhi kesehatan penghuni rumah. Oleh sebab itu, jamur pada kayu jati sebaiknya segera dibersihkan dengan cara yang tepat dan aman.
Sering kali pemilik furnitur merasa sudah membersihkan jamur, tetapi beberapa hari kemudian jamur muncul kembali. Di artikel ini, kita akan membahas cara membersihkan kayu jati yang berjamur dengan mudah, efektif, dan tetap aman bagi kayu.
Ciri-ciri Jamur pada Kayu Jati
Jamur pada kayu jati umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu jamur noda dan jamur permukaan.
Jamur noda (blue stain dan black stain)

Jenis jamur noda, seperti blue stain atau black stain, meninggalkan bekas warna pada serat kayu. Noda ini berasal dari dalam serat, sehingga ketika kayu dibelah, bekas jamurnya masih terlihat di bagian dalam kayu.
Jamur permukaan pada furnitur

Sementara itu, jamur permukaan biasanya muncul pada furnitur yang sudah jadi, seperti lemari atau meja yang berada di area lembap. Warnanya bisa putih, abu-abu, atau hitam, dengan ciri khas berupa serabut-serabut halus di permukaan kayu. Jamur jenis ini sering kali hilang saat dilap, tetapi akan muncul kembali dalam beberapa hari.
Perbedaan jamur dan kotoran biasa
Perbedaan jamur dengan noda lembap atau kotoran biasa cukup mudah dikenali. Kotoran biasa umumnya akan hilang setelah dibersihkan sekali. Jamur, sebaliknya, cenderung muncul kembali meskipun sudah dibersihkan.
Penyebab Kayu Jati Mudah Berjamur
Pengaruh kelembapan dan sirkulasi udara
Salah satu penyebab utama kayu jati berjamur adalah kelembapan udara yang tinggi. Lingkungan yang lembap, ditambah sirkulasi udara yang kurang baik, menciptakan kondisi ideal bagi jamur untuk tumbuh. Kayu yang tidak mendapatkan cukup aliran udara dan sinar matahari akan lebih lama menyimpan kelembapan, sehingga jamur mudah berkembang.
Lokasi yang paling berisiko
Lokasi penempatan kayu jati juga sangat berpengaruh. Ruangan yang tertutup, pengap, minim pencahayaan, dan memiliki kelembapan tinggi merupakan area yang paling berisiko. Kondisi ini sering ditemukan di kamar tidur tertentu, ruang penyimpanan, atau area yang dekat dengan kamar mandi.
Kesalahan perawatan yang sering tidak disadari
Selain itu, kesalahan perawatan yang sering tidak disadari juga bisa memicu pertumbuhan jamur. Misalnya jarang membersihkan furnitur, tidak segera mengelap air atau cairan yang tumpah, serta kurang memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kayu. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat jamur tumbuh perlahan.
Apakah Jamur pada Kayu Jati Berbahaya?
Dampak pada tampilan
Dari segi tampilan, jamur jelas merusak keindahan kayu jati. Kayu yang semula terlihat indah dan menawan akan kehilangan pesonanya ketika ditumbuhi jamur. Rumah pun bisa terlihat kurang terawat dan terasa tidak sehat.
Dampak pada kekuatan kayu
Dari sisi kekuatan, kayu yang terus-menerus terpapar kelembapan dan jamur berisiko mengalami pelapukan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kayu melemah dan akhirnya rusak.
Risiko jika jamur dibiarkan terlalu lama
Jika jamur dibiarkan terlalu lama, risikonya bisa semakin besar. Serabut jamur permukaan merupakan benang hifa yang menghasilkan spora. Spora ini mudah beterbangan di udara dan menempel pada kayu maupun benda lain di sekitarnya, sehingga jamur dapat menyebar lebih luas di dalam ruangan.
Bahaya khusus jamur hitam (black mold)

Kondisi ini menjadi lebih serius jika jamur berwarna hitam atau dikenal sebagai black mold. Jenis jamur ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. Spora jamur bisa masuk ke saluran pernapasan dan memicu gangguan pernapasan, alergi, hingga masalah kesehatan lainnya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan black mold dapat memengaruhi mood dan produktivitas.
Kesalahan Umum Saat Membersihkan Kayu Jati Berjamur
– Menggosok kayu terlalu keras sehingga merusak serat
– Menggunakan cairan pembersih yang merusak lapisan kayu
– Membersihkan tanpa memastikan area benar-benar kering
Cara Membersihkan Kayu Jati yang Berjamur Secara Aman
Untuk cara membersihkan kayu jati yang berjamur perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar jamur hilang tanpa merusak serat dan tampilan kayu.
Membersihkan jamur permukaan
Langkah pertama adalah membersihkan jamur menggunakan kain bersih atau kain yang sedikit lembap. Jamur permukaan umumnya cukup mudah dihilangkan dengan cara ini. Lap perlahan hingga kayu benar-benar bersih dan tidak ada jamur yang tersisa.
Menggunakan antijamur agar tidak muncul kembali
Namun, membersihkan saja sering kali belum cukup. Jamur bisa kembali tumbuh karena akarnya masih tertinggal. Untuk mencegah hal ini, gunakan produk antijamur khusus permukaan kayu setelah proses pembersihan.
Cara penggunaan Biocide Surface Film Preservative (SFP)
Salah satu produk yang bisa digunakan adalah Biocide Surface Film Preservative (SFP), yang memang diformulasikan untuk mengatasi jamur permukaan. Biocide SFP dicampurkan ke dalam bahan coating seperti pernis atau plitur dengan takaran sekitar 2 persen dari jumlah clear coat. Untuk clear coat water based, campurkan terlebih dahulu dengan air menggunakan perbandingan 1:1, kemudian aplikasikan secara merata. Dengan cara ini, jamur dapat dicegah agar tidak muncul kembali.
Bahan Pembersih yang Aman untuk Kayu Jati
Bahan alami yang bisa digunakan
Beberapa bahan alami yang mudah ditemukan di rumah bisa digunakan untuk membersihkan jamur ringan. Air hangat yang dicampur sedikit sabun lembut dapat membantu mengangkat jamur permukaan tanpa merusak kayu. Cuka juga bisa digunakan dalam jumlah kecil dan diencerkan, terutama untuk jamur tipis, asalkan tidak digunakan berlebihan. Namun kurang disarankan karena bisa berisiko merusak kayu jika berlebihan.
Bahan yang sebaiknya dihindari
Sementara itu, bahan yang sebaiknya dihindari adalah cairan pembersih keras, pemutih, atau bahan kimia dengan kandungan asam dan klorin tinggi. Bahan-bahan ini dapat merusak warna, lapisan finishing, dan serat kayu jati.
Cara Mencegah Jamur Muncul Kembali pada Kayu Jati
Mengurangi kelembapan di sekitar kayu
Pencegahan dimulai dengan mengurangi kelembapan di sekitar kayu. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dan cukup pencahayaan. Jika perlu, gunakan ventilasi tambahan atau alat pengering udara.
Perawatan rutin yang sederhana
Perawatan rutin juga sangat membantu. Bersihkan furnitur secara berkala, segera lap jika terkena air atau cairan lain, dan perhatikan kondisi lingkungan tempat kayu diletakkan.
Mengenali tanda awal jamur
Tanda awal jamur biasanya berupa bercak kecil atau lapisan tipis yang terasa agak lembap. Jika tanda ini segera ditangani, jamur tidak akan berkembang lebih parah.
Kayu jati berjamur tidak perlu disikapi dengan panik
Kayu jati berjamur bukanlah masalah yang perlu disikapi dengan panik. Dengan pemahaman yang tepat dan cara pembersihan yang benar, jamur bisa dibersihkan dan dicegah agar tidak muncul kembali. Perawatan yang konsisten akan membantu menjaga keindahan dan kekuatan kayu jati dalam jangka panjang.










