Perbedaan Oxygen Absorber dan Silica Gel

Meski memiliki banyak kesamaan, namun terdapat juga beberapa perbedaan oxygen absorber dan silica gel. Apa saja poin-poin pembeda itu? Dan apakah terdapat kesamaan tertentu di antara keduanya?

Melakukan pengemasan suatu barang harus dilakukan dengan teliti untuk memastikan produk tidak mudah rusak secara fisik, kimia, atau biologi.

Oleh sebab itulah, dalam proses pengemasan, kehati-hatian harus dikedepankan. Selain itu, penggunaan barang-barang penunjang pun perlu diutamakan. Misalnya, dalam pemakaian silika penyerap kelembaban dan oxygen absorber.

Silica gel untuk penyerap kelembaban adalah sebuah produk hidrofilik yang sangat suka mengikat molekul air. Produk ini cukup populer dan mulai digunakan oleh para pelaku usaha UKM yang menjual produknya dalam jumlah tak begitu besar.

Oxygen absorber adalah sebuah bahan yang sangat suka mengikat oksigen. Produk ini pun cukup dikenal, meski masih terbatas bila dibandingkan dengan pemakaian silica gel.

Persamaan Oxygen Absorber dan Silica Gel

Sebagai produk yang sering digunakan dalam tahapan pengemasan, berikut ini persamaan antara kedua produk ini:

  1. Sama-sama dibuat untuk mencegah terjadinya pembusukan oleh organisme seperti jamur dan bakteri.
  2. Seringkali diwadahi dengan kotak kertas yang bertuliskan Do Not Eat atau Jangan Dimakan.
  3. Pemakaian yang secara umum cukup mudah untuk diikuti, sebab Anda hanya perlu meletakkannya saja di wadah di mana produk ingin diawetkan.

Perbedaan Oxygen Absorber dan Silica Gel

Lantas apa perbedaan di antara kedua bahan tersebut? Terlepas dari persamaannya, ternyata cukup banyak lho hal-hal yang membuat kedua bahan ini benar-benar berbeda satu sama lain. Berikut ini penjelasannya yang lebih rinci.

1. Bahan yang Digunakan

Terdapat dua jenis bahan yang bisa digunakan untuk membuat silica gel. Yang pertama adalah bahan sintesis, dan yang kedua adalah bahan organik.

Silica gel sintetis biasanya memiliki bentuk bulat sempurna. Variannya beragam, dari yang transparan, oranye-hijau, hingga biru. Tipe transparan dan oranye cukup aman digunakan.

Sedangkan silica natural umumnya memiliki bentuk yang tidak seragam. Wujudnya seperti pecahan batu yang sangat kecil karena memang diambil langsung di alam. Meski demikian, tipe ini adalah yang paling aman, bahkan berstandar food grade.

Lantas, bagaimana dengan oxygen absorber? Bahan yang digunakan untuk penyerap oksigen memang telah mengalami cukup banyak pergantian. Dan sekarang, yang paling sering digunakan untuk membuat produk ini ialah bubuk besi dan natrium klorida.

2. Cara Kerja

Perbedaan oxygen absorber dan silica gel juga bisa dilihat dari cara kerjanya lho. Secara umum, kinerja oxygen absorber lebih kompleks dibanding kinerja silika. Sebab bubuk besi yang digunakan hanya mau menyerap oksigen ketika udara cukup lembab namun di bawah 10%.

Di sisi lain, silica bisa bekerja tanpa pemicu khusus. Sekalinya sachet silika dikeluarkan dari wadah besarnya, ia sudah langsung bisa bekerja menyerap molekul air di udara.

3. Tingkat Keamanan

Do Not Eat! Pesan ini terpampang sangat jelas pada kemasan kedua produk. Sebab, keduanya memang tidak diformulasikan sebagai bahan makanan. Malah konsumsinya secara sengaja atau tak sengaja bisa memberikan efek yang kurang baik. Namun demikian, harus diakui bahwa tingkat keamanan oxygen absorber secara umum lebih buruk.

Botulisme pada anak
Botulisme pada anak

Silica yang termakan, misalnya, dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan dalam tubuh. Adapun pemakaiannya sebagai pengawet makanan tidak akan memberikan efek apapun. Bahkan meski kita menggunakan silika terlalu banyak, produk ini hanya akan membuat makanan menjadi sangat kering.

Di sisi lain, pemakaian oxygen absorber yang salah dapat menyebabkan:

  1. Keracunan besi apabila ada yang tak sengaja memakan isi di dalamnya, atau ketika kemasan produk bocor.
  2. Keracunan botulisme. Botulisme disebabkan karena bakteri anaerobik (hidup tanpa oksigen). Dus, meski bisa mencegah bakteri aerob, namun di sisi lain, produk ini justru dapat memicu bakteri anaerobic yang membahayakan kesehatan.

4. Produk yang Bisa Diawetkan

Silica gel putih, oranye, dan natural bisa digunakan untuk mengawetkan hampir semua produk yang kita kenal. Bahan ini bisa dipakai sebagai humidity absorber untuk makanan, produk fashion, produk elektronik, dan lain sebagainya.

Varian yang terbatas pemakaiannya hanyalah yang biru. Silia biru tidak boleh dipakai secara asal kecuali untuk kebutuhan khusus saja.

Di sisi lain, pemakaian oxygen absorber cukup terbatas untuk bidang-bidang khusus saja. Produk ini hanya direkomendasikan untuk produk makanan, obat-obatan, dan beberapa jenis produk fashion. Dari berbagai produk itupun, semuanya harus memiliki kelembaban tertentu dan tidak boleh lebih dari 10%.

Perbedaan oxygen absorber dan silica gel ini bagaimanapun juga cukup mudah dimengerti. Sebab keduanya menggunakan material dasar yang tak bisa disamakan satu dengan yang lainnya.

perbedaan oxygen absorber dan silica gel
Gambar: pinterest

5. Pemakaian Ulang Oxygen Absorber dan Silica Gel

Tahukah Anda bahwa silica gel bisa didaur ulang? Dengan cara yang sangat sedehana, Anda bisa melakukan daur ulang pada penyerap kelembaban ini. Anda bahkan cukup memanaskannya di wajan saja untuk kemudian langsung ditutup di dalam toples kaca kering.

Kenapa silica bisa didaur ulang? Sebab ketika dipanaskan, molekul air bisa menguap dan membuat silica tidak jenuh lagi (sehingga siap mengikat molekul air yang tidak menguap).

Hal ini berbeda dengan oxygen absorber. Scavenger tersebut sama sekali tidak bisa didaur ulang kecuali lewat serangkaian proses super rumit yang hanya bisa dilakukan di lab.

Rekomendasi Untuk Anda

    Pilihan Menarik Lainnya