Lebih Dekat Memahami Pengawetan Kayu Jati

Proses pengawetan kayu jati dapat dimaknai sebagai sebuah usaha untuk meningkatkan masa pakai material ini. Jati sebagai bahan konstruksi maupun furniture memang sering dianggap kayu “kelas dewa”. Apalagi faktanya, material jati diklasifikasikan sebagai kayu dengan keawetan kelas 1. Jenis kayu ini memiliki kerapatan atau densitas kisaran 700 – 930 kg/m3 pada MC 12% dan mengandung senyawa tanin yang cenderung tidak disukai hama.

Meski demikian, bukan berarti usaha pengawetan kayu jati adalah sesuatu yang sia-sia. Ada beberapa alasan yang dapat diajukan. Pertama, tidak semua jati memiliki kualitas sama. Antara jati perhutani dengan jati yang ditanam di desa-desa jelas tak bisa disamakan. Kedua, bahkan pada jati dengan kualitas terbaik pun, ancaman kerusakan akibat hama tetap ada. Peningkatan kualitas kayu bermakna penurunan resiko terserang hama. Peningkatan kualitas tidak sinonim dengan “tidak ada hama yang bisa menyerang”.

Pengawetan kayu jati

Jamur blue stain pada kayu jati

Dan terakhir, hama pada dasarnya tetap akan merusak jati bila tidak ada material lain yang bisa dimanfaatkan. Misal di rumah Anda tersedia furniture jati dan pinus. Awalnya,  sangat mungkin yang diserang adalah furniture pinus. Tapi ketika furniture pinus sudah “habis” diserang atau Anda membuangnya, giliran furniture jatilah yang akan dirusak hama.

Dengan pemahaman seperti ini, jati seyogyanya tetap diawetkan sebagaimana material yang lain.

Aplikasi Pengawetan Kayu Jati

Aplikasi pengawetan kayu jati dapat dimanfaatkan dengan cara:

  1. Vakum Tekan

Pengawetan kayu jati dengan sistem vakum tekan memanfaatkan mesin yang komponennya terdiri dari sebuah ruang yang dapat diatur tekanan dan kadar udaranya. Proses dilakukan dengan memasukkan kayu jati ke dalam mesin untuk kemudian dicampur larutan pengawet. Udara dibuak vakum dan tekanan diatur sedemikian rupa agar larutan bahan pengawet merasuk ke susbtrat jati. Dibanding cara lainnya, cara ini adalah yang paling efektif.

  1. Pengkuasan

Proses pengkuasan dilakukan dengan cara mengkuaskan larutan pengawet pada material jati.

  1. Spraying atau Penyemprotan

Proses pengawetan dengan sistem spray dilakukan dengan menyemprotkan larutan pengawet ke material jati. Cara ini riskan dilakukan karena dapat menghamburkan bahan aktif obat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Bersama dengan sistem pengkuasan, cara ini termasuk di antara cara yang terbilang kurang efektif.

  1. Perendaman

Metode perendaman kayu dilakukan dengan membuat larutan perendaman terlebih dahulu. Selanjutnya, kayu jati direndamkan ke dalam larutan tersebut. Secara umum, efektivitas cara ini di bawah sistem vakum tekan dan tergantung dari konsentrasi larutan dan lama perendaman.

alterntif text

Obat untuk Pengawetan Kayu Jati yang Kami Sarankan

Kami menyarankan dua jenis obat pengawet untuk pengawetan kayu jati:

  1. Insecticide 100 EC

jamur blue stain pada kayu jati

Jamur blue stain pada jati dapat dicegah dengan Microcide 100/100 EC

Insecticide 100 EC adalah insektisida dengan bahan aktif permethrin. Insecticide 100 EC mampu mencegah serangan kumbang bubuk, kumbang teter, rayap kayu kering, dan berbagai hama perusak kayu lainnya. Obat pengawet kayu jati Insecticide 100 EC menyerang syaraf organisme (neurotoksik) sehingga bekerja sangat efektif. Bahan ini dapat diaplikasikan dengan mudah, murah (perbandingan kelarutan adalah 1:500), dan relatif aman dibanding insektisida lain.

  1. Microcide 100/100 EC

Microcide 100/100 EC merupakan fungisida atau anti jamur efektif untuk mencegah kerusakan akibat jamur pada kayu yang belum difinish. Microcide 100/100 EC dibuat dari kombinasi anti jamur dan bakterisida sehingga target organismenya sangat luas. Sama seperti Insecticide 100 EC, bahan ini dapat diaplikasikan dengan mudah, murah, dan relatif aman.

Semoga bermanfaat.

alterntif text
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Beli sekarang juga!