Hingga saat ini, bangunan rumah kayu masih tetap eksis di Indonesia. Selain estetik dan alami, rumah kayu juga lebih tahan terhadap pergerakan alam seperti gempa bumi ringan dan angin kencang. Rumah berdinding kayu juga cocok untuk kondisi iklim tropis.
Struktur kayu yang berongga membuat rumah lebih bisa bernapas dibanding dinding berbahan bata. Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, rumah kayu tetap memiliki kelemahan. Tanpa perawatan, rumah kayu rentan mengalami kerusakan akibat serangan rayap dan jamur.
Oleh karena itu, bagi pemilik rumah kayu maupun yang berencana membangun rumah berbahan kayu, penting untuk mengetahui 14 cara merawat rumah kayu. Dengan perawatan ini, rumah akan tetap tahan lama, indah, dan aman.
1. Memilih Jenis Kayu yang Tepat

Langkah awal merawat rumah kayu dimulai dari pemilihan jenis kayu. Dosen Teknologi Bangunan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), Widyarko, menyatakan agar setara dengan dinding berbahan bata, maka rumah berdinding kayu harus memakai jenis kayu kelas I.
- Kayu Ulin
Gunakan kayu yang tahan air dan tahan terhadap organisme perusak seperti jamur dan serangga. Salah satu contohnya adalah kayu ulin yang memiliki kelas kuat dan kelas awet tingkat I. Kayu ini sangat tahan terhadap air sehingga sering digunakan untuk bahan pembuatan kapal serta rumah panggung di daerah rawa.
- Kayu Bengkirai
Selain ulin, kayu bengkirai juga banyak digunakan karena memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan cuaca.
- Kayu Meranti
Sementara itu, kayu meranti dikenal tidak mudah memuai dan menyusut sehingga relatif stabil digunakan pada bangunan.
- Kayu Merbau
Kayu merbau termasuk dalam kelas kuat I-II dan kelas awet II. Kayu ini memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap jamur dan serangga perusak kayu, sehingga dapat digunakan untuk konstruksi di bawah atap maupun di luar bangunan. Bahkan, merbau juga cocok digunakan untuk jembatan dan konstruksi bangunan air.
- Kayu Jati
Terakhir, kayu jati tetap menjadi pilihan favorit karena terkenal kuat, awet, dan memiliki tampilan yang indah. Untuk lantai kayu, jenis kayu yang umum digunakan adalah jati, merbau, atau ulin.
2. Membersihkan Lantai Kayu Secara Rutin

Lantai kayu memiliki kemampuan menyesuaikan suhu ruangan karena kayu bersifat sebagai isolasi alami. Akibatnya, lantai kayu terasa sejuk saat siang hari dan hangat ketika malam. Agar manfaat ini tetap terjaga, lantai kayu perlu dibersihkan secara rutin.
Pembersihan dapat dilakukan dengan menyapu setiap hari menggunakan sapu yang halus, seperti sapu nilon yang lebih lembut dibandingkan ijuk. Selain itu, lantai kayu dapat dipel secara berkala, misalnya seminggu atau sebulan sekali.
Saat mengepel, hindari penggunaan cairan kimia yang keras karena dapat merusak permukaan kayu. Jangan lupa juga untuk melakukan pelapisan ulang menggunakan pernis atau clear coat agar lantai tetap terlindungi.
3. Pelapisan Ulang dan Pengecatan Kayu

Selain kebersihan, pelapisan permukaan kayu juga sangat penting. Lapisan pelindung berfungsi sebagai pembatas antara kayu dan paparan air, sinar matahari, serta kotoran.
Jika lapisan ini mulai menipis atau rusak, kayu akan lebih cepat menyerap kelembapan. Oleh karena itu, pelapisan ulang atau pengecatan perlu dilakukan, terutama pada bagian rumah yang sering terpapar cuaca.
Pilih cat yang kuat, terutama untuk area atap, dinding, dan lantai kayu. Salah satu jenis cat yang direkomendasikan adalah Polyurethane PU 2K karena memiliki daya tahan yang baik.
4. Perawatan Furnitur Kayu di Dalam Rumah

Perawatan rumah kayu tidak hanya terbatas pada struktur bangunan. Furnitur kayu di dalam rumah juga perlu diperhatikan.
Furnitur kayu di dalam rumah tetap dapat berdebu meskipun jarang digunakan. Debu yang menumpuk dapat menahan kelembapan dan memicu jamur. Oleh karena itu, furnitur kayu perlu dibersihkan secara rutin menggunakan kemoceng atau kain kering.
5. Perlindungan Kayu dari Jamur
Jamur merupakan salah satu masalah yang paling sering ditemui pada rumah kayu, terutama di area dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Jamur permukaan dapat merusak tampilan, sementara jamur tertentu berpotensi melemahkan kekuatan kayu jika dibiarkan.
Obat anti jamur sangat penting untuk mencegah munculnya jamur permukaan maupun jamur blue stain. Jamur blue stain biasanya meninggalkan noda pada kayu sehingga mengganggu tampilan. Untuk mengatasinya, gunakan produk khusus seperti Biocide Wood Fungicide kayu sesuai kebutuhan.

Sementara itu, untuk mencegah sekaligus mengatasi jamur permukaan yang muncul berupa serabut putih maupun hitam, dapat digunakan Biocide SFP (Surface Film Preservative). Produk ini dapat dicampurkan ke dalam clear coat dengan dosis sekitar 1-3 persen dari total bahan pelapis.
6. Perlindungan Kayu dari Serangga Perusak

Selain jamur, serangga perusak seperti rayap juga menjadi ancaman serius. Serangan rayap sering terjadi tanpa disadari dan baru terlihat ketika kerusakan sudah cukup parah.
Di Indonesia, rayap tanah dikenal sebagai penyebab utama kerusakan bangunan kayu. Pencegahan dan cara mengatasinya dapat dilakukan dengan memakai anti serangga seperti Biocide Insecticide.
7. Mengontrol Kelembapan Ruangan

Kelembapan berlebih dan tak terkendali menjadi pemicu berbagai bentuk kerusakan kayu. Kayu memiliki sifat menyerap uap air dari lingkungan.
Oleh karena itu, kelembapan di dalam rumah kayu perlu dikontrol. Untuk mengurangi kelembapan, dapat digunakan produk seperti silica gel atau container desiccant di area tertentu.
Selain itu, pemasangan exhaust fan, membuka jendela secara rutin setiap hari, serta membiarkan cahaya matahari pagi masuk ke dalam ruangan dapat membantu menjaga udara tetap segar dan tidak pengap.
8. Pengecekan Rutin Kondisi Rumah Kayu

Pengecekan rutin sangat penting dalam perawatan rumah kayu. Buat jadwal pengecekan menyeluruh untuk mendeteksi adanya kerusakan sejak dini.
Perhatikan sambungan kayu, bagian bawah kolom, dan area yang jarang terlihat. Retak kecil atau perubahan warna sebaiknya segera ditangani. Lakukan perbaikan sebelum kerusakan meluas dan menimbulkan biaya yang lebih besar.
9. Perawatan Atap Rumah Kayu

Atap berperan penting dalam melindungi seluruh struktur rumah dari air hujan. Jika atap bocor atau talang air tersumbat, air dapat merembes dan merusak kayu di bawahnya.
Oleh sebab itu, atap perlu dibersihkan dari daun dan kotoran secara berkala serta diperiksa untuk memastikan kondisinya tetap baik.
10. Penggunaan Poles Kayu Alami

Untuk menjaga tampilan kayu tetap indah, gunakan produk poles kayu khusus berbahan alami. Bahan seperti beeswax atau minyak alami dapat membantu melindungi permukaan kayu sekaligus memperindah tampilannya.
11. Penanganan Noda dan Tumpahan Air
Jika terdapat noda atau air yang tumpah di permukaan kayu, segera bersihkan tanpa menunda. Air yang terserap ke dalam kayu akan sulit dihilangkan dan dapat memicu pertumbuhan jamur.
12. Pengelolaan Lingkungan Sekitar Rumah

Lingkungan sekitar rumah kayu juga perlu diperhatikan. Pohon yang terlalu dekat, tanaman merambat, atau genangan air di sekitar rumah dapat meningkatkan kelembapan dan risiko serangan organisme perusak kayu.
13. Menghindari Kontak Langsung Kayu dengan Tanah
Kayu yang langsung menyentuh tanah akan menyerap kelembapan secara terus-menerus. Untuk mencegah hal ini, gunakan pondasi atau alas yang memisahkan kayu dari tanah.
14. Perlindungan Rumah Kayu dari Air Hujan Langsung

Perlindungan dari air hujan langsung sangat penting. Periksa kondisi atap, talang, dan overstek secara berkala. Air hujan yang menetes terus-menerus ke kayu dapat mempercepat proses pelapukan.
Merawat rumah kayu sebenarnya tidak lah sulit. Dengan menerapkan 14 cara merawat rumah kayu di atas, maka hunian akan tetap nyaman, kuat, dan terawat. Perawatan rumah kayu akan mencegah kerusakan dan biaya perbaikan di kemudian hari.













