Jual Silica Gel Untuk Makanan Jakarta

Slica gel sangat dibutuhkan untuk menyerap kelembaban pada suatu produk. Disini jual silica gel untuk makanan Jakarta yang jauh lebih murah dan aman untuk digunakan.

Produk yang baru diproduksi oleh suatu perusahaan terutama makanan kering tentu sudah melalui uji laboratorium baik keamanan, ketahanan makanan dan kesehatan yang terkandung dalam makanan tersebut. Namun, kadangkala masih banyak orang yang kurang mengetahui cara penyimpanan makanan kering yang baik sehingga makanan kering tersebut akan lebih mudah rusak.

Untuk menjaga makanan kering tetap awet dan tidak mudah berbau, maka diperlukan silica gel dalam kemasan makanan kering tersebut. Disini jual silica gel untuk makanan di Jakarta yang sudah terpercaya dan aman untuk digunakan.

Jenis Silica Gel Yang Cocok Untuk Makanan

Silica gel memiliki peran yang penting untuk menjaga kelembaban dalam kemasan baik produk elektronik, listrik, obat-obatan maupun makanan. Dengan silica gel, maka produk tersebut dapat bertahan lama karena mampu menjaga kelembaban dengan baik pada kemasan. Silica gel dibagi menjadi beberapa macam diantarany adala silica gel biru, silica gel putih dan silica gel natura.

Silica gel biru merupakan silica gel dengan bentuk grubal warna biru eletrik bening yang terbuat dari cobalt clhoride sebagai bahan aktifnya. Karena penggunaan bahan ini sebagai bahan utamanya menjadikan silica gel biru tidak disarankan untuk menyerap kelembaban pada makanan. Sebab silica gel biru yang mengakibatkan keracunan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Biasanya silica gel jenis ini hanya diperuntukkan untuk peralatan mesin, listrik, elektronik dll.

Silica gel putih hampir sama dengan silica gel biru jika dilihat dari bentuknya namun silica gel ini lebih bening dan terbuat dari sodium silikat dan bersifat hydropilic atau dapat mengikat air di udara. Silica gel ini lebih aman dibandingkan silica gel biru karena dapat digunakan pada obat-obatan atau makanan kering. selain itu, silica gel ini juga sangat efektif menyerap kelembaban udara dalam rentan waktu yang cukup lama.

Sedangkan silica gel natural jauh lebih aman daripada silica gel biru dan silica gel putih. sebab, silica gel natural terbuat dari campuran mineral alami. Bahkan, fitur dari silica gel natural adalah food grade sehingga dipastikan aman untuk makanan atau sesuatu yang dapat dikonsumsi. Jual silica gel untuk makanan di Jakarta ini yang ditawarkan adalah silica gel putih dan silica gel natural karena sudah terbukti aman.

Baca juga:

Hilangkanlah Jamur Kayu Pada Log Atau Sawn Timber Dengan Obat Ini

Obat Jamur Kayu Gergajian BioCide Untuk Juragan Kayu

Penelitian Ahli: Keefektifan Bahan Pengawet Kayu Anti Jamur BioCide Pada Papan Kelapa Sawit

Jual Silica Gel Untuk Makanan Jakarta

Disini jual silica gel untuk makanan Jakarta  yang aman dan ramah lingkungan yaitu silica gel putih dan silica gel natural. Keduanya sangat aman digunakan karena bebeas bahan kimia berbahaya selain itu juga sangat efektif untuk menyerap kelembaban selain makanan seperti pada tas, jaket kulit, sepatu dll.

Gunakan silica sel yang aman dan ramah lingkungan untuk kebutuhan kemasan produk, kebutuhan sehari-hari dll. Karena silica gel yang aman tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan maupun lingkungan sekitar. Hindari penggunaan silica gel biru untuk kebutuhan sehari-hari karena kandungan bahannya yang berbahaya.

Disinia jual silica gel untuk makanan Jakarta dengan kemasan yang bervariasi, mulai 5gr/sachet hingga 100gr/sachet. Gunakan silica gel sesuai dengan kebutuhan Anda sehingga barang atau makanan yang disimpan tidak mudah rusak.

Inilah Jamur Perusak Rotan Dan Bambu

Jamur perusak rotan dan bambu umumnya termasuk kelompok jamur pewarna/blue stain, kapang/mold dan jamur pelapuk.

Pertumbuhan jamur tersebut dapat terjadi pada kadar air 23- 150%, dan tumbuh baik pada kadar 35-120% dan suhu 22-30⁰C. Pertumbuhan jamur tersebut terhambat pada kadar air kurang dari 20% dan suhu lebih dari 40⁰C. Serangan jamur tersebut terjadi segera setelah rotan atau bambu ditebang, baik di tempat pemungutan, pengumpulan, pengangkutan dan pengeringan atau penjemuran, dan biasanya dimulai pada bagian bontos atau permukaan yang kulitnya terkelupas. Noda pewarnaan blue stain yang tampak abu-abu muda sampai biru kehitaman atau sering juga berwarna cokelat gelap.

Jamur Perusak Rotan

Rotan yang terserang jamur pewarna nampak kotor tetapi kekuatannya tidak menurun sehingga masih dapat digunakan untuk perabot yang pada proses fi nishing/akhir dipakai warna gelap, dan apabila serangannya ringan dapat dikurangi dengan diserut lagi atau diputihkan dengan bahan kimia. Rotan segar yang dikuliti lebih rentan terhadap jamur dibandingkan dengan rotan yang tidak dikuliti bila dikeringkan ditempat terbuka dan kena hujan dan embun.

Uji kerentanan tiga jenis rotan (manau, semambu dan irit) menunjukkan bahwa 93,33% terdapat serangan internal (noda pewarnaan bagian dalam) dan sebanyak 46,67% mendapat serangan internal yang hebat. Serangan jamur tersebut dapat menurunkan nilai jual bahan baku rotan.

Serangan jamur perusak rotan dan bambu di permukaan 11 jenis rotan berkisar antara 13,30–100% dan turunnya nilai jual berkisar antara 14,29-100%. Nilai jual turun 100% berarti rotan tersebut afkir dan tidak dapat digunakan lagi, yang ditemukan pada rotan irit dan sega dengan serangan permukaan 89,90% dan 87,60%, rotan mandola dengan serangan jamur 72,7% dan jumlah lubang akibat serangan bubuk 845 buah/m2. Khusus untuk rotan manau yang mendapat serangan jamur 100% termasuk kriteria afkir dan nilai jualnya turun 71,91%36.

Serangan jamur pelapuk dapat terjadi mulai rotan segar dan dapat mengakibatkan kekuatan rotan menurun. Munculnya tubuh buah jamur pelapuk telah terlihat pada umur 38 hari (S. commune), 52 hari (Coprinus sp.), lebih kurang 6 bulan (Polyporus sp.) dan lebih dari 12 bulan (D. spathularia) sejak rotan ditebang.

Pelapukan rotan yang ditandai oleh penurunan berat akibat serangan S. commune adalah 5,79%37. Penurunan berat tiga jenis rotan yang digoreng dan yang tidak digoreng lalu dicelup larutan kaporit 3% oleh Pycnoporus sanguineus, Dacryopinax spathularia dan S. Commune berkisar antara 10,43 – 32,87%38. Untuk menghindari serangan perlu dilakukan tindakan pencegahan antara lain jika memungkinkan penebangan rotan dilakukan pada musim kemarau, kemudian segera diangkut, diolah dan dikeringkan.

Hasil pengamatan di beberapa industri rotan, pengolahan rotan yang cepat dapat menekan serangan jamur perusak rotan dan bambu kurang dari 10% (pengeringan dengan sinar matahari dan tidak terkena hujan). Penggorengan rotan dan atau pengasapan rotan tidak mengurangi serangan jamur secara efektif. Penggorengan rotan dengan minyak tanah mampu menekan serangan jamur pewarna 13,13% selama 2 bulan pengeringan ditempat terbuka, namun masih ditemukan serangan jamur pelapuk. Baca juga artikel terkait:Penelitian Ahli: Keefektifan Bahan Pengawet Kayu Anti Jamur BioCide Pada Papan Kelapa SawitdanMacam-macam Serangan Jamur Kayu Dan Cara Mengatasinya.

Pencegahan Jamur Yang Efektif Pada Rotan

Pengasapan terhadap rotan yang tidak digoreng maupun yang digoreng dapat mencegah serangan jamur biru, jika rotan tesebut dikeringkan dengan sinar matahari dan bila hujan atau malam disimpan di ruangan berventilasi baik. Pencegahan serangan jamur perusak rotan dan bambu dapat dilakukan dengan pengeringan memakai dehumidier pada suhu 40-45⁰C.

Selain itu, pencegahan serangan jamur dapat dilakukan dengan menggunakan Fungisida seperti BioCide Wood Fungicide. Batang rotan dipotong sesuai ukuran kemudian diawetkan dengan fungisida di lokasi penebangan, pemotongan, pengumpulan, dan pengolahan kemudian dikeringkan. Fungisida yang digunakan yaitu bahan kimia sama seperti yang digunakan pada kayu dan berfungsi mencegah serangan jamur dan bubuk. Pencelupan rotan segar dengan bahan kimia konsentrasi 0,5-2,5% dapat mencegah serangan jamur pewarna selama 2-4 minggu dalam proses pengeringan di tempat terbuka dan dengan kondisi setiap hari hujan.

Pencelupan tiga jenis rotan ke dalam larutan asam borat, boraks dan polibor 1–4%, kemudian dikeringkan di ruang beratap seng dan berventilasi baik selama 8 minggu dapat mencegah serangan jamur pewarna menjadi kurang dari 18% dan pewarnaan internal sekitar 1%42. Pencegahan serangan jamur perusak rotan dan bambu kering sebaiknya digunakan campuran fungisida dan insektisida (untuk mencegah serangan bubuk, bisa menggunakan produk BioCide Insecticide dan BioCide Fungicide).

Jamur Perusak Bambu

Bambu yang telah diserang jamur pewarna terlihat kotor namun kekuatannya tidak menurun. Sedangkan bambu yang diserang jamur pelapuk kekuatannya menurun. Jenis jamur pelapuk yang menyerang bambu antara lain Schizophyllum commune, Dacryopinax spathularia, Polyporus spp., Pycnoporus sp., Pleurotus sajor-caju, Pleurotus spp., dan Auricularia spp.

Upaya menghindari serangan jamur pada bermacam jenis bambu, jika mungkin penebangan bambu dilakukan setelah masak tebang pada musim kemarau, kemudian segera dipotong, diangkut, diolah dan dikeringkan. Jika tidak mungkin, bambu setelah dipotong direndam dalam air mengalir.

Pencegahan serangan jamur pada bambu dapat dilakukan seperti terhadap rotan, dan harus dipilih bahan kimia yang aman terhadap manusia (seperti obat anti jamur BioCide). Karena umumnya bambu digunakan untuk bahan bangunan/rumah, perabotan dan kerajinan. Sedangkan pencegahan serangan jamur terhadap bambu kering dapat dilakukan dengan cara menyimpan atau memasangnya di tempat kering, terlindung dan tidak terkena atau berhubungan dengan air dan udara lembab. Baca juga:Cara Menghilangkan Jamur Pada Kayu Olympic.

Pencegahan Serangan Jamur Perusak Pada Bambu

Pencegahan serangan organisme pada bambu kering dapat digunakan campuran fungisida dan insektisida. Selain itu tindakan pencegahan serangan jamur pada bambu untuk bangunan dapat dilakukan menggunakan senyawa kimia yang aman dan ramah lingkungan.

Dalam rangka pemasyarakatan pencegahan serangan organisme pada rotan dan bambu telah dilakukan sosialisasi, pelatihan, sedangkan praktek dan evaluasi di salah satu industri rotan di Klaten. Pertemuan antara pengusaha dan peneliti litbang yang di koordinir oleh Asmindo (Asosiasi Mebel Indonesia) di Jawa Timur. Transfer teknologi dan iptek telah bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan indutri serta pengrajin.

Dukungan pemerintah diperlukan untuk mendorong pengusaha bahan pengawet meramu sendiri dengan bahan aktif yang tersedia. Pengusaha diharuskan mencegah serangan jamur sejak di penebangan, pengumpulan dan pengolahan agar kualitasnya prima.

Penggunaan pestisida bukan satu-satunya cara untuk mencegah serangan jamur perusak dan bukan suatu keharusan, karena pemakaian yang tidak hati-hati dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta berbahaya bagi manusia. Oleh karena itu, penggunaan pestisida hanya dilakukan apabila cara lain sudah tidak memungkinkan. Selain itu, pestisida yang dipakai harus dipilih yang aman terhadap lingkungan dan efektif terhadap organisme sasaran serta tidak mengubah warna. Sehingga jamur perusak rotan dan bambu bisa hilang.


Sumber: Penelitian Sihati Suprapti, Pengelolaan Jamur Perusak Kayu Untuk Mendukung Pelestarian Dan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan, dalam Himpunan Bunga Rampai Orasi Ilmiah Ahli Peneliti Utama, Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, 3 Desember 2012.

Obat Jamur Untuk Kayu

Kayu dan serat alam lebih mudah terserang jamur jika diletakkan di tempat yang lembab, apabila sudah terlanjur sebaiknya segera aplikasikan obat jamur untuk kayu.

Kayu merupakan hasil sumber daya alam yang sering digunakan untuk kebutuhan bangunan, furniture atau perabotan. Tekturnya yang kuat dan awet menjadi alasan utama dipilihnya kayu sebagai bahan baku untuk furniture dan bangunan. Selain itu, memiliki tampilan serat yang indah sehingga ini lah hal yang berbeda dari media lainnya jika digunakan untuk furniture.

Furniture dengan media kayu sampai saat memiliki peminat yang tidak sedikit sehingga produksinya pun semakin bertambah. Namun, perlu diingat bahwa kayu untuk furniture tidak seutuhnya dapat bertahan dari serangan jamur atau mikroorganisme perusak kayu lainnya karena beberapa faktor. Apabila furniture kayu sudah terserang jamur, sebaiknya aplikasikan obat jamur untuk kayu dengan segera.

Jamur Yang Sering Muncul Pada Kayu

Indonesia merupakan salah satu negara yang penghasil kayu terbesar di dunia sebab banyaknya sumber daya alam yang tersedia. Bahkan varian dan jenisnya pun beragam sehingga banyak industri memilih jenis kayu untuk digunakan sebagai furniture berdasarkan harga, kualitas dll. Tidak seperti kayu jati yang dapat bertahan dari serangan jamur, bakteri ataupun serangga, jenis kayu lainnya justru lebih mudah terserang jamur. Maka dari itu, biasanya industri kayu akan mengaplikasikan obat jamur untuk kayu setelah kayu ditebang agar kayu tidak mudah terserang jamur ketika dismipan atau sudah dibentuk menjadi furniture. jamur yang sering mengancam kayu yang baru saja ditebang adalah blue stain. Jamur tersebut akan menyerang warna serat kayu sehingga akan mengganggu tampilan sekaligus menyebabkan harga kayu turun.

Sedangkan kayu yang sudah dibentuk menjadi furniture pada umumnya lebih rentan terserang jamur permukaan. Biasanya jamur ini terlihat seperti busa berwarna putih, dan mudah ilang ketika di lap namun jamur akan muncul kembali walaupun sudah di lap. Cara yang tepat adalah dengan mengaplikasikan obat jamur untuk kayu.

Obat Jamur Untuk Kayu

Obat anti jamur untuk kayu akan berkerja lebih cepat jika dilakukan sebelum kayu diproses menjadi furniture atau bangunan. Sebab, obat tersebut dapat masuk ke dalam serat kayu dengan sempurna dan bagus untuk pencegahan dari tumbuhnya jamur. Gunakan obat jamur yang menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti BioCide. Obat ini mengandung bahan aktif yang sangat efektif untuk mencegah dan menghilangkan jamur, bakteri, dan mikroorgnisme perusak kayu lainnya.

Jika biasanya Anda menjumpai obat jamur untuk kayu menggunakan solar atau bensin, BioCide cukup menggunakan air sebagai campurannya. BioCide dapat menggunakan air karena obat ini menggunakan sistem water based. Sehingga Anda tidak perlu lagi untuk membeli bahan kimia seperti solar sebagai campurannya selain itu karena hanya menggunakan air maka biaya produksi Anda akan lebih hemat.

BioCide dapat diaplikasikan dengan cara di oles, injeksi, semprot, rendam ataupun vakum tekan. Biasanya industri kayu yang menggunakan rendam dan vakum tekan bertujuan untuk mencegah agar jamur tidak mudah tumbuh ketika disimpan ataupun telah digunakan untuk furniture. Sedangkan injeksi, oles dan semprot digunakan untuk menghilangkan jamur yang sudah terlanjur tumbuh pada kayu.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika mengaplikasikan obat jamur untuk kayu ini diantaranya adalah

  1. Simpan di tempat kering dan jauhkan dari jangkauan anak-anak
  2. Ketika mengaplikasikan obat anti jamur, dilarang untuk makan dan minum
  3. Gunakan alat pengamanan diri seperti masker, sarung tangan, sepatu dan pakaian khusus kerja
  4. Jangan membuang obat jamur ini ke dalam air yang mengalir

Walaupun obat jamur untuk kayu dikategorikan obat yang ramah lingkungan, tetap saja Anda perlu memperhatikan dari segi keamanan. Sebab obat ini juga mengandung bahan yang menyebabkan iritasi dan keracunan baik melalui mulut, kulit atau pernafasan.

Pastikan Anda memperhatikan segi keamanan pekerja dan orang sekitar Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Jamur Kayu Blue Stain

Jamur kayu blue stain bagi para penghobi kayu atau yang bekerja di bidang perkayuan mungkin sudah akrab dengan hama yang satu ini. Bagi yang belum yuk kenali lebih dekat.

Apa yang membuat kayu berwarna biru?

Jamur kayu blue stain ialah penyebab utama perubahan warna kayu. Jamur gelap yang mikrokospik ini, menyebabkan noda pada kayu sehingga warna aslinya hilang. Namun, tidak semu blue stain berwarna biru, bisa berubah-ubah warna jadi hitam, abu-abu hingga coklat. Kadang-kadang, perubahan warna oleh jamur ini dapat nampak merah, kuning. Oranye dan ungu pada permukaan kayu.

Apakah berpengaruh terhadap kekuatan kayu?

Blue stain tidak mempunyai efek terhadap kekuatan dan ketangguhan kayu. Struktur yang membuat kekuatan kayu tidak dapat menurun dengan drastis seiring adanya jamur blue stain.

Dapatkah kayu yang terserang blue stain digunakan?

Karena blue stain tidak dapat menurukan kekuatan kayu, kayu yang terserang blue stain dapat digunakan sebagaimana kayu pada umumnya. Biasanya kahyu yang terserang blue stain pada saat masa pengeringan atau setelah ditebang, jamur ini muncul karena kadar air yang tinggi, MC rendah dan kelembaban udara yang tinggi.

Apakah blue stain sama dengan mold (jamur tempe/jamur permukaan, biasanya berwarna putih)?

Blue stain bukanlah mold. Namun, untuk menentukan apakah kayu Anda terserang blue stain atau mold, perhatikan permukaan kayu. Jamur tempe atau mold tumbuh di atas permukaan kayu dan dapat diusap atau dilap, sedangakan blue stain tertanam ke dalam kayu dan tidak dapat dihilangkan kecuali menggunakan obat anti jamur kayu berkualitas, seperti BioCide Wood Fungicide.

Apakah jamur blue stain berpengaruh pada kesehatan kita?

Blue stain tidak menyebabkan gangguan terhadap tubuh manusia, dan kayu yang terserang blue stain aman untuk dikerjakan. Cukup gunakan perlengkapan keamanan kerja seperti biasanya, seperti: gunakan pelindung mata dan topeng ketika menggergaji kayu, Hindari inhalasi serbuk gergaji yang berkepanjangan, jika pekerjaan sudah selesai, basuh tangan Anda sebelum makan ataupun minum, terakhir cuci baju kerja Anda.

Apakah jamur kayu blue stain menyebabkan pelapukan?

Blue stain bukanlah jamur pelapuk. Jamur kayu blue stain hidup di dalam substrat kayu, tidak didalam fiber selulosa, sehingga hanya merubah warna kayu.

Adakah cara yang efektif menghilangkan jamur kayu blue stain?

Cara yang paling efektif menghilangkan jamur jenis ini ialah dengan obat anti jamur berkualitas, hasil olahan Bioindustries. Sebuah perusahaan lokal yang bergerak di bidang green chemicals. Obat anti jamur kayu berkualitas dari manufaktur itu ialah BioCide Wood Fungicide, sebuah produk ampuh menghilangkan jamur blue stain.

Jika Anda ingin mengetahi lebih jauh, lihat di sini BioCide Wood Fungicide.

Begini Cara Mencegah Jamur Tumbuh Pada Kayu Sehabis DItebang (Fresh Cut)

Untuk menambah kekuatan kayu agar maksimal dan mencegah jamur merusak substratnya, ada referensi obat anti jamur yang mutakhir dari tempat jual obat anti jamur kualitas Eropa.

Seperti halnya dengan jenis bahan material lainnya, sebagai salah satu alternatif bahan untuk pembuatan mebel, kayu memiliki kelemahan dan kelebihan. Beberapa kelemahan kayu yang sering ditemui yaitu sering mengalami perubahan warna, sebagai akibat dari adanya aktivitas hama atau penyakit pasca panen yang menyerang kayu, dengan kata lain mudah terserang jamur.

Pada industri pengolahan kayu dan furniture, terdapat dua jenis bahan anti jamur yang biasa digunakan yaitu bahan anti jamur jenis substrate preservative dan film preservative. Bahan substrate preservative digunakan untuk mengantisipasi serangan jamur yang tumbuh didalam serat kayu, bahan anti jamur ini digunakan dengan cara direndam pada saat kayu masih basah (fresh cut) yaitu sebelum proses pengeringan. Tujuannya untuk mengantisipasi serangan jamur pada saat menunggu giliran mesin pengering.

Langkah ini dapat menurunkan serangan jamur lebih dari 80% terutama pada kayu-kayu yang rawan terhadap jamur, sedangkan bahan anti jamur jenis film preservative akan dibahas pada artikel lain, baca anti jamur film preservative di sini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Anti Jamur Substrat Dari Tempat Jual Obat Anti Jamur Kualitas Eropa

Anti jamur substrat yang dimaksud adalah BioCide Wood Fungicide, produk anti jamur yang merusak substrat/struktur kayu. Jenis jamur ini ialah blue stain, white stain, dan black stain. BioCide Wood Fungicide diformulasikan dari bahan Methylene Bis Tiosianate dan 2-thiocyanomethyl thiobenzothiazole (MBT/TCMBT). Berwujud campuran bahan-bahan yang membuat serangga enggan makan kayu. Produk ini berwarna merah gelap. Kepadatan pada 25°C: 1.02 – 1.10 g/cm³ dan Kekentalan pada 25°C: 18 – 20 cps. Dapat larut pada Kelarutan dalam air 25°C. sedangkan pH (1 % aq.soln) 25°C: 3.5 – 4.0.

BioCide Wood Fungicide ialah bahan pengawet anti jamur untuk perlindungan jangka panjang. Untuk mencegah pertumbuhan jamur, produk BioCide Wood Fungicide yang telah tersedia ditempat jual obat anti jamur kualitas Eropa di Jogja, dan telah dikemas secara ekonomis dengan ukuran 1gr dan 1kg, dapat diuji cobakan. Aplikasi yang mudah dan telah disediakan persentase larutan pada musim kemarau 1,5% dan musim hujan 2,5%, produk ini dapat dilarutkan dengan air dan merendam kayu gergajian.

Potensi Kayu Untuk Mebel

Kayu sebagai bahan mebel sangat menajanjikan untuk kerajinan atau kontruksi desain modern lainnya. Selain jumlahnya sangat banyak di areal perkebunan rakyat, peremajaan juga terus dilakukan. Ditambah lagi penemuan pengawetan dengan teknologi tinggi sudah dilakukan. Seperti yang telah disediakan agen jual obat anti jamur kualitas Eropa dan telah menghasilkan produk berkhasiat tinggi, yakni BioCide Wood Fungicide. Hubungi kontak yang tertera pada website ini untuk meningkatkan kualitas kayu glugu Anda.

Obat Anti Jamur Kayu Mahoni Kualitas Internasional

Kayu mahoni memiliki kadar air tinggi dan densitas (kekuatan kayu) yang rendah. Selama masa pengeringan yang lama, seringkali kayu mahoni terkena wood stain atau jamur pewarna kayu. Masalah ini dapat di atasi dengan obat anti jamur kayu mahoni BioCide.

Kenapa blue stain suka menyerang kayu mahoni atau kayu pada umumnya? Mungkin kita perlu membuka buku tentang sifat fisis dan mekanis kayu, ditambah lagi tentang persoalan jamur untuk pengetahuan lanjutan. Di sini akan dijelaskan garis besarnya untuk memenuhi rasa keingin tahuan Anda.

Dua hal utama yang mempengaruhi perbedaan berat kayu adalah kekerasan kayu dan moisture content (MC). Semakin tinggi ukuran MC akan semakin tinggi berat kayu. Kekerasan kayu atau ‘density’ diukur dalam satuan kg/m3. Rata-rata kekerasan kayu yang ada adalah sekitar 320 – 720 kg/M3.

Sedangkan mahoni berada pada angka densitas sekitar 450 – 600 kg/m3 pada level MC 12%. Kualitas mahoni jauh dibawah kayu jati yang memiliki densitas hingga 800 kg/m3. (Jika Anda ingin tahu cara menghitung densitas dan cara menambah tingkat keawetan nantikan artikel berikutnya di pengawetkayu.com).

Dengan kekuatan kayu rata-rata dan daya kering yang lambat kayu mahoni akan mudah terkena jamur kayu. Selain tergantung pada metode pengeringan yang cepat dan tepat, penganturan kelembaban gudang, juga tergantung pada bahan obat jamur kayu mahoni yang digunakan. Untuk rekomendasi obat anti jamur, sudah ada bahan yang tepat, simak penjelasannya berikut ini.

Obat Anti Jamur Kayu Mahoni BioCide Kualitas Eropa

BioCide Wood Fungicide dapat menjadi rekomendasi para pelaku usaha kayu ataupun perorangan yang ingin membebaskan kayunya dari jamur. Kenapa demikian? Kita tidak dapat mengendalikan kelembaban udara di sekitar penyimpanan atau mengakali tingkat kekuatan kayu. Dan kenapa bahan pengawet ini cocok sebab diformulasikan dengan tingkat kelarutan dan  kepadatan yang presisi, dan nantinya berpengaruh pada kayu terlindungi dalam jangka waktu yang lama. Berikut data teknisnya:

  1. Kepadatan pada 25°C: 1.02 – 1.10 g/cm³
  2. Kekentalan pada 25°C: 18 – 20 cps
  3. Kelarutan dalam air pada 25°C: larut
  4. pH (1 % aq.soln) 25°C: 5 – 4.0

Hal-Hal Lain Yang Perlu Diketahui Dari Biocide Wood Fungicide

Untuk mengetahui produk ini, perlu mengenal lebih jauh obat anti jamur kayu mahoni BioCIde melalui bioindustries.co.id. Jika Anda dibuat resah dengan jamur-jamur yang mengubah estetika kayu mahoni, dan semakin lama semakin tumbuh subur jamur-jamur tersebut, untuk bantuan lebih lanjut hubungi kontak kami di website ini. Setelah BioCide Wood Fungicide tersedia dalam kemasan 130 gr, sehingga lebih ekonomis jika membutuhkan pengawet kayu mahoni skala kecil.

Jangan Lewatkan! Obat Anti Jamur Eco Friendly Untuk Mebel Kayu Mahoni

Produk obat anti jamur eco friendly dapat menjadi referensi mebel jamuran di rumah. Agar mebel kayu mahoni awet serta kokoh diperlukanlah proses pengawetan kayu yang baik dengan anti jamur tersebut.

Kayu mahoni merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk bahan bangunanan dan juga menjadi bahan dasar untuk bahan furniture seperti meja kursi pintu almari dan lain lain. Banyak cara untuk mengawetkan kayu, beberapa metode yang biasa digunakan adalah metode tradisional dengan diremdam dalam air ataupun metode modern (dengan alat / bahan kimia).

Untuk mendapatkan kayu mahoni yang kokoh awet serta berkualitas bagus, selain dari jenis kayunya adalah cara untuk mengawetkan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti, agar tidak ada pengeluaran ganda apabila kayu sudah dijadikan untuk bagian dari bangunan. Struktur kayu yang kuat tidak menjamin kekuatan kayu dalam jangka panjang. Maka diperlukan obat anti jamur eco friendly yang tahan lama.

Pengawet kayu BioCide yang direkomendasikan

Apabila jamur kayu tumbuh dipermukaan mebel kayu mahoni, dibutuhkan bahan pengawet kayu BioCide Surface Film Preservative. Produk BioCide khusus untuk antijamur, antibakteri, dan antialga yang diformulasikan mencegah tumbuhnya jamur permukaan dan organisme sejenis pada lapisan coating. Jamur permukaan  merupakan jamur yang tumbuh di atas atau pada lapisan cat dan permukaan kayu akibat kelembaban udara tinggi dan tersedianya sumber makanan.

Aplikasi produkdari  distributorpengawet kayu BioCide ini dengan cara dicampurkan dalam bahan finishing. Lebih dari itu, bioCide Surface  Film Preservative sangat direkomendasikan untuk memberikan proteksi pada produk-produk kayu selama masa penyimpanan, pengiriman, hingga pemakaian. BioCide Surface Film Preservative digunakan dengan dicampurkan pada bahan finishing kayu water based. Dosis yang dianjurkan 0,2%-1% untuk plester dan filler, serta 0,5%-3,0% untuk lapisan coating. Untuk fungsi lebih optimal, aplikasikan produk ini sesuai kebutuhan masing-masing.

Keunggulan Yang Akan Anda Dapatkan Dari Distibutor pengawet kayu BioCide

Produk obat anti jamur eco friendly  ini menggunakan sistem larut dalam air sehinga relatif lebih aman dan ramah lingkungan. Formula stabil termasuk pada paparan singkat suhu lebih dari 100°C dan pH rentang 4-10. Efektif dan efisien melindungi dari serangan jamur permukaan dan organisme sejenis. Bisa digunakan dalam kondisi di dalam atau diluar ruangan.

Obat Anti Jamur Kayu Ramah Lingkungan Untuk Mebel

Saat ini telah banyak bahan kimia anti jamur yang berakibat fatal bagi lingkungan hidup. Untuk mengatasi masalah tersebut telah hadir  obat anti jamur kayu ramah lingkungan yang berkualitas.

Keunggulan bahan kimia yang eco friendly ialah tidak berbau. Bila kita menggunakan furniture yang berbasis solvent, kita perlu membiarkan ruangan tempat pengawetan beberapa waktu agar baunya hilang. Bila menggunakan bahan pengawet kayu atau obat anti jamur kayu  ramah lingkungan yang larut dalam air, tidak perlu menunggu lama.

Selain itu, juga tidak beracun. Pengawet kayu water based  aman bagi si aplikator (tukang) karena tidak menghirup uap tiner dan aman bagi si pengguna furnitur. Lebih khusus lagi, aman untuk anak-anak yang sering memasukkan tangan ke dalam mulut sehabis memegang furnitur yang ada di rumah.

Dengan menggunakan produk pengawetan semacam  ini, kita tidak mencemari lingkungan akibat penguapan dari limbah zat kimia yang merusak lingkungan. Produk pengawetan yang pro lingkungan ini dapat menjadi pilihan terbaik ketika anda ingin menghilngkan jamur permukaan pada mebel kayu di rumah Anda.

Obat Anti Jamur Kayu Ramah Lingkungan BioCide Surface Film Preservative

Apabila jamur kayu tumbuh dipermukaan kayu, dibutuhkan bahan pengawet kayu BioCide Surface Film Preservative. Produk BioCide khusus untuk antijamur, antibakteri, dan antialga yang diformulasikan mencegah tumbuhnya jamur permukaan dan organisme sejenis pada lapisan coating. Jamur permukaan  merupakan jamur yang tumbuh di atas atau pada lapisan cat dan permukaan kayu akibat kelembaban udara tinggi dan tersedianya sumber makanan.

Aplikasi produk dari  distributor pengawet kayu BioCide ini dengan cara dicampurkan dalam bahan finishing. Lebih dari itu, BioCide Surface Film Preservative sangat direkomendasikan untuk memberikan proteksi pada produk-produk kayu selama masa penyimpanan, pengiriman, hingga pemakaian.

Keunggulan Produk BioCide Surface Film Preservative

Produk obat anti jamur kayu ramah lingkungan ini menggunakan sistem ramah lingkungan sehinga relatif lebih aman. Formula stabil termasuk pada paparan singkat suhu lebih dari 100°C dan pH rentang 4-10. Efektif dan efisien melindungi dari serangan jamur permukaan dan organisme sejenis. Bisa digunakan dalam kondisi di dalam atau diluar ruangan. Alasannya jelas, kenapa kita harus memilih produk yang ramah lingkungan, karena agar kesehatan kita berbahaya, dan bagi lingkungan sekitar. Ingin membuat perubahan yang lebih baik bagi diri Anda dan lingkungan tempat tinggal? Gunakan produk ini secepatnya.

Persoalan Pengawetan Kayu Dulu, Sekarang dan Masa Depan

Pengawetan kayu memiliki sejrah panjang, dari penggunaan bahan pengawet yang berbahaya bagis lingkungan, hingga bahan yang pada akhirnya melihat pentinya kesehatan manusia dan lingkungan.

Kayu dapat menafkahi dan memberi keuntungan bagi manusia secara jangka panjang. Namun, kayu yang digunakan untuk membangun rumah, jembatan, kapal dan masih banyak lagi, seringkali di serang oleh jamur, rayap, bakteri dan kumbang bubuk. Selain itu, kayu juga dapat dirusak oleh faktor mekanisme abiotik, seperti sinar matahari dan cuaca. Walaupun, pembusukan itu pada akhirnya juga bermanfaat bagi tanah dan diserap tumbuhan.

Secara historis, beberapa tindakan pengawetan sudah lama dilakukan untuk melindungi kayu seperti memanaskan kayu dan merendamkannya dengan minyak. Ditambah lagi perlindungan fisik seperti pemberian plat pada bagian bawah tiang atau kapal, tujuannya melindungi kayu dari serangga pengebor. Perlindungan kayu semacam ini hanya dipraktekkan segolongan kecil saja, fatalnya manusia bersandar pada kayu di hutan untuk mengganti kayu yang sudah terkena serangan hama. Dalam proses penggantian itu, peradaban kita telah menebang banya pohon.

Sejak sekitar 2000 tahun lalu, orang memakai pengawet kayu yang disebut creosote. Biasanya untuk melindungi kayu kapal agar tidak degradasi. Creosote, dipatenkan pada tahun 1831, adalah pengawet kayu pertama yang berhasil melindungi kayu dari kontak dengan tanah dan kelembaban yang tinggi. Bahan disuling dari tar batubara (dengan-produk pembuatan kokas dari batubara bituminous) dan merupakan racun bagi jamur dan sebagian besar organisme pelapuk kayu lainnya. Karena berbasis minyak, menyebabkan organisme tersebut tidak tahan. Sejak tahun 1920 telah menjadi pilihan perawatan untuk hubungan kereta api. Sayangnya, creosote bau, jelek, aplikasi yang kurang simpel, dan beracun untuk beberapa tanaman.

Karena potensi merusak kesehatan lingkungan ini, di kemudian hari oleh Lembaga Perlindungan Lingkungan tidak direkomendsikan. Lembaga riset dan lembaga perlindungan lingkungan menyarakan pembuatan bahan alternatif yang lebih aman, untuk kebutuhan rumahan maupun industri.

Bagaimana dengan Pengawetan Kayu Saat ini?

Pengawetan kayu dari oraganisme perusak kayu telah lama didominasi oleh bahan yang berbahaya, bahkan sampai saat ini. Regulasi kebijakan lingkungan dari pemerintah tentunya memiliki peranan penting untuk memberi aturan penggunaan bahan berbahaya dan mengarahkan opini masyarakat agar menggunakan bahan yang aman. Di akhir 90an, isu bahan ramah lingkungan sedikit banyak sudah memasuki wilayah publik, dan tidak lama setelah itu, hingga kini pentingnya kesehatan publik menjadi isu yang diperbincangkan.

Sekitar tahun 2004, produk pengawetan kayu berbahaya di Amerika sudah resmi dilarang, karena isu kesehatan lingkungan memerankan perannya dengan baik. Hal ini sangat berpengaruh bagi negara sekitarnya yang mulai terpengaruh dan membawa perubahan bagi generasi selanjutnya. Negara tersebut termasuk Indonesia yang sudah mulai banyak mengambangkan produk pengawetan dan finishing kayu yang ramah lingkungan, seperti Bioindustries.

Akhirnya, setelah Amerika sebagai pengaruh yang besar, berimbas pada Eropa dan Asia. Indonesia juga mengambil bagian dalam mengembangkan produk pengawet kayu ramah lingkungan, atau biocide.

Bayangan Masa Depan Pengawetan Kayu

Kayu akan semakin berkurang saat ini, pemanfaatan kayu yang kurang bijak menjadi salah satu penyebab utamanya. Apa yang dimaksud dengan tindakan tidak bijak itu? Yakni penggantian kayu dengan kayu tebang dari hutan yang terlalu sering. Kenapa masyarakat sering melakukan penggantian, karena kayu tidak dirawat dengan baik maka terserang oraganisme perusak kayu seperti rayap ataupun jamur. Mungkin jika dalam sekalangan lingkungan rumah kita tidak terlalu terasa seberapa besar kerugiannya, tapi bagaimana jika dikalkulasi kerugiannya dalam setahun pada satu negara tertentu. Berapa juta hektar pohon yang hilang?

Masa depan kehidupan masyarakat nantinya adalah perawatan dan penghijauan. Segala produk yang berhubungan dengan kita akan berbalik arah dan melihat pentingnya kesehatan manusia dan lingkungan. Seperti juga produk-produk pengawet kayu.

Saat ini kebijakan pemerintah telah mengarah ke pemakaian bahan yang green, kesadaran masyarakat juga akan mengikuti. Pengawetan kayu akan menjadi tindakan berkala besar, karena bukan memang kita harus melakukannya untuk kepentingan umat banyak, untuk kesehatan manusia dan lingkungan.

Merawat kayu dan mengawetkan kayu adalah prosek jangka panjang yang harus kita lakukan dari sekarang.

Analisa Kerusakan Kayu Akibat Organisme Perusak Kayu, Solusi Pengawetan Kayu Sebelum Terlambat

Arti penting pengawetan kayu dapat dilihat dari dampak penggunaan kayu tidak awet. Kerugian yang terjadi bukan hanya dari segi materi berupa pemborosan kayu, biaya dan waktu, tetapi juga imateri seperti rasa aman, kepercayaan dan reputasi. Bahkan tidak menutup kemungkinan timbul tuntutan ganti rugi karena ingkar janji atau sanksi administratif dan atau pidana apabila karena kelalaiannya mengakibatkan bangunan tidak layak fungsi (Undang-undang No. 28 tahun 2002).

Meskipun belum terdapat data kuantitatif mengenai kerusakan kayu karena serangan organisme perusak kayu (OPK) di Indonesia, namun dapat dipastikan bahwa kerugian yang ditimbulkannya sangat besar. Sebagai perbandingan, sekitar 10% dari tebangan tahunan di Amerika Serikat digunakan untuk pengganti kontruksi karena pelapukan. Angka ini belum termasuk kerusakan karena serangan OPK lainnya. Kerusakan kayu di Indonesia pasti jauh lebih besar daripada di negara Amerika.

Berdasarkan asumsi 10% dari realisasi pasokan kayu, sebesar 36,36 juta meter kubik, berarti 3,636 juta m rusak karena lapuk. Apabila harga kayu dolok rata-rata Rp.500.000/m , kerugian tersebut akan mencapai sebesar Rp.1,816 Triliun per tahun atau setara 363.600 ha hutan jika potensinya 100 3 m /ha. Kerugian itu semakin ke hilir akan bertambah besar.

Hal itu bukan saja disebabkan oleh variasi jenis OPK dan kondisi lingkungan yang kondusif, tetapi juga oleh kenyataan bahwa sebagian besar (85%) dari kayu yang dimiliki memang keawetannya rendah. Sebagai contoh kayu karet dalam hitungan hari sudah diserang jamur pewarna biru dan umur pakai hanya beberapa bulan saja karena diserang bubuk.

Apa Saja Dampak Kurangnya Pengawetan Kayu

Bahkan kayu jati yang secara alami awet, pada umur pohon 48 tahun, umur pakainya hanya 2,9 tahun. Dampak negatif dari pemanfaatan jenis kayu yang tidak diawetkan sekarang makin dirasakan. Sebagai contoh: (1) penggunaan kayu borneo super sebagai bahan konstruksi pada pembangunan rumah mewah dengan nilai dijual Rp.500 juta – Rp. 1,2 Milyar per unit, kayunya lapuk dan keropos padahal baru berumur 6 bulan, (2) Rumah bantuan korban Tsunami di Kampung Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh hampir roboh karena kayunya lapuk padahal baru dibangun 5 bulan, (3) Sebagian warga enggan menempati rumah bantuan karena kualitas konstruksi terutama pada kerangka atap bangunan di-buat dari kayu yang lapuk, (4) Sekarang banyak produk mebel dari kayu jati dan mahoni, diserang bubuk. Serangan bubuk juga terjadi pada produk ekspor komponen pintu dari kayu manii (Maesopsis eminii Engel.) dan kayu kemiri (Aleuriteus molucana Willd).

Indikasi lain tentang arti penting pengawetan kayu dapat dilihat dari gambaran berikut: kecelakaan kereta api yang kerap terjadi disebabkan antara lain oleh bantalan kayu penyangga rel yang digunakan sudah lapuk. Suatu penelitian pada bangunan perumahan di Jawa Barat menunjukkan bahwa rayap kayu kering merupakan hama perusak kayu terbesar (59%) dan selanjutnya berturut-turut karena jamur pelapuk (53%), rayap tanah (26%), bubuk kayu kering (21%) dan OPK lain (9%) (Barly dan Abdurrohim, 1982, Studi pendahuluan peng-awetan kayu pada rumah-rumah rakyat di Jawa Barat. Laporan No.161. Lembaga Penelitian Hasil Hutan Bogor).

Di Jabotabek serangan rayap tanah dan rayap kayu kering masingmasing mencapai 48,83% dan 13,30%. Bahkan ada yang menyebutkan bangunan yang terserang rayap dapat mencapai 94% atau 75 dari 80 bangunan yang diamati. Sementara itu Direktorat Tata Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum pada pertengahan tahun 1983 pernah menyatakan bahwa kerugian akibat serangan rayap pada bangunan pemerintah saja diperkirakan mencapai seratus milyar rupiah setiap tahun.

Kerugian ini diperkirakan akan bertambah besar lagi karena di 10 kota besar di Jawa 25 persen bangunan dimakan rayap. Dari contoh di atas, permasalahan kompleks yang berakibat pada kinerja bukan semata-mata disebabkan oleh kekurangan bahan baku, tetapi mungkin lebih disebabkan oleh minimnya pengetahuan mengenai sifat dan kegunaan kayu yang berdampak pada kualitas, seperti pernah dialami pada pengolahan kayu karet. Melihat kondisi bahan baku kayu yang ada dewasa ini, aplikasi pengawetan kayu sebagai suatu keniscayaan selayaknya menjadi perhatian bagi semua pemangku kepentingan.

Inilah Bahan Pengawet Kayu Akasia BioCide Yang Dapat Larut Pada Air

pengawet kayu akasia

Kayu akasia banyak dimafaatkan sebagai furniture yang bagus, untuk menjaga agar kayu akasia tidak terserang jamur selama pemakaian dapat diberi bahan pengawet kayu akasia yang berkualitas tinggi.

Kayu akasia memiliki kadar air tinggi dan densitas (kekuatan kayu akasia) yang rendah. Selama masa pengeringan yang lama, seringkali kayu akasia terkena wood stain atau jamur pewarna kayu. Ditambah lagi dengan tingkat kelembaban tinggi jamur tak terkendali, tapi masalah ini dapat di atasi dengan pengawet kayu akasia.

Bagaimana pengaruh pengawet kayu tersebut dalam mengendalikan jamur stain? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya mengetahui karakter jamur pewarna kayu, semisal blue stain dan apa hubungannya kayu dengan densitas rendah.

Dua hal utama yang mempengaruhi perbedaan berat kayu adalah kekerasan kayu dan moisture content (MC). Semakin tinggi ukuran MC akan semakin tinggi berat kayu. Kekerasan kayu atau ‘density’ diukur dalam satuan kg/m3. Rata-rata kekerasan kayu yang ada adalah sekitar 320 – 720 kg/M3.

Sedangkan akasia berada pada angka densitas sekitar 450 – 600 kg/m3 pada level MC 12%. Kualitas akasia jauh dibawah kayu jati yang memiliki densitas hingga 800 kg/m3. (Jika Anda ingin tahu cara menghitung densitas dan cara menambah tingkat keawetan nantikan artikel berikutnya di antijamur.net).

pengawet kayu akasia

Untuk menjaga agar kayu akasia tidak terserang jamur selama pemakaian dapat diberi bahan pengawet kayu akasia yang berkualitas

Dengan kekuatan kayu rata-rata dan daya kering yang lambat kayu akasia akan mudah terkena jamur kayu. Selain tergantung pada metode pengeringan yang cepat dan tepat, penganturan kelembaban gudang, juga tergantung pada bahan pengawet kayu akasia yang digunakan. Untuk rekomendasi pengawet, BioCide Wood Fungicide adalah bahan yang tepat.

Pengawet Kayu Akasia Berkualitas Tinggi

BioCide Wood Fungicide dapat menjadi rekomendasi para pelaku usaha kayu ataupun perorangan yang ingin membebaskan kayunya dari jamur. Kenapa demikian? Kita tidak dapat mengendalikan kelembaban udara di sekitar penyimpanan atau mengakali tingkat kekuatan kayu. Dan kenapa bahan pengawet ini cocok sebab diformulasikan dengan tingkat kelarutan dan kepadatan yang presisi, dan nantinya berpengaruh pada kayu terlindungi dalam jangka waktu yang lama. Berikut data teknisnya:

  1. Kepadatan pada 25°C: 1.02 – 1.10 g/cm³
  2. Kekentalan pada 25°C: 18 – 20 cps
  3. Kelarutan dalam air pada 25°C: larut
  4. pH (1 % aq.soln) 25°C: 5 – 4.0

Hal-Hal Lain Yang Perlu Diketahui Dari Biocide Wood Fungicide

Untuk mengetahui produk ini, perlu mengenal lebih pengawet kayu akasia melalui bioindustries.co.id, perusahaan yang memformulasikan bahan finishing dan pengawetan stadard Eropa. Jika Anda dibuat resah dengan jamur-jamur yang mengubah estetika kayu akasia, dan semakin lama semakin tumbuh subur jamur-jamur tersebut, untuk bantuan lebih lanjut hubungi kontak kami di website ini. Setelah BioCide Wood Fungicide siap pakai, jangan lupa perhatikan petunjuk penggunaan dan keamanan..